Penyaluran Kredit Multiguna Bank Sleman Jalin Kerjasama Instansi di DIY

Sleman – Untuk lebih menjalin silaturahmi dengan mitra serta bendaharawan gaji pegawai di Kabupaten Sleman, Bank Sleman secara rutin setiap awal tahun selalu mengadakan acara gathering.

Acara dilaksanakan Jumat (26/2) sore di Grha Sarina Vidi dihadiri oleh para bendahara gaji instansi se Kabuaten Sleman, Acara ini juga diselenggarakan dan sebagai wujud terima kasih Bank Sleman atas kepercayaan, loyalitas dan kerjasama yang sangat baik yang telah terjalin.

Direktur Utama Bank Sleman Moh Sigit SE MSi menyampaikan saat ini Bank Sleman telah menjalin kerjasama dengan berbagai instansi di seluruh DIY dalam hal penyaluran Kredit Multiguna. Harapannya kerjasama yang telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan, tidak hanya dalam hal penyaluran kredit tetapi dalam hal pengelolaan dana.

Sigit juga menyediakan fasilitas jemput bola ke instansi tentunya dengan suku bunga menarik dan bersaing. Perkembangan kinerja Bank Sleman sampai dengan akhir tahun 2015 dan Pertumbuhan dari tahun 2014 yakni total aset tahun 2015 Rp 629,86 miliar, selisih Rp 105,31 miliar dari tahun  2014 Rp 524,55 miliar, peningkatan 20,08%, DPK tahun 2015 Rp 454,82 miliar selisih Rp 98,43 miliar dari tahun 2014.

Dan, Rp356,39 M peningkatan 27,62 % OSC tahun 2015 Rp477, 64 miliar selisih Rp46,41 miliar dari tahun 2014 Rp 431,23 miliar peningkatan 10,76%, Laba tahun 2015 Rp 23,18 miliar selisih  Rp 3,15 miliar  dari tahun 2014 Rp 20,03 miliar peningkatan15,73%.

Acara juga diisi dengan  penyampaian sosialisasi, edukasi dan literasi keuangan dengan mengambil tema Perencanaan Keuangan kepada bendahara Gaji Instansi, bagaimana merencanakan dan mengelola keuangan dengan baik sekaligus manfaat yang didapat. Materi Sosialisasi dan Edukasi, Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan DIY.

Disampaikan oleh Esti Binucaningsih Kasubag Pengawasan Bank I. Sementara materi  Perencanaan Keuangan kepada Bendahara Gaji disampaikan oleh Stafianita dari Akusara Financial.




Pemkab Jalin Kerjasama Pengembangan Potensi Daerah dengan UII

MOUSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan kerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII). Penandatanganan kesepakatan kerjasama tersebut dilakukan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang bertindak atas nama Pemkab Sleman, dengan Rektor UII, Dr Ir Harsoyo MSc yang bertindak atas nama UII yang berlangsung di Ruang Rapat B Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (22/4). 

Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Wakil Rektor UII Bidang Akademik UII, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, serta segenap pimpinan civitas akademika UII, Asisten Setda Bidang Pemerintahan, Staf Ahli Bupati, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Dikpora.

Kesepakatan bersama yang ditandatangani tersebut terkait dengan kerja sama dalam pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya atau potensi daerah di Kabupaten Sleman.

Tujuan dari Kesepakatan bersama ini untuk lebih mendayagunakan potensi dan sumber daya yang ada secara optimal guna menunjang proses pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan serta lebih memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman. Kerjasama ini meliputi, kerjasama pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan Praktek Kerja Lapangan, serta Kuliah Kerja Nyata.

Menurut Harsoyo, kerjasama yang ditandangani ini adalah kelanjutan dari kerjasama-kerjasama yang sebelumnya telah di lakukan antara Pemkab Sleman dengan UII. Bagi UII, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yang di wujudkan dengan kegiatan kuliah praktek di RSUD Sleman dan Puskesmas di wilayah Sleman, pendampingan dan pemberdayaan UKM, dan pengelolaan limbah kerajinan batik.

Sementara Sri Purnomo menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika UII yang turut serta mendukung upaya-upaya peningkatan sumberdaya daerah di Sleman, mengingat sampai dengan saat ini, Pemkab Sleman masih memiliki berbagai permasalahan yang mendesak untuk dicarikan solusinya.

Permasalahan tersebut antara lain belum optimalnya peran stake holder dalam penanganan kemiskinan, pendampingan perekonomian, penanggulangan napza, PEKAT, pengawasan pemondokan, HIV AIDS dan program Kabupaten Layak Anak.

“Dengan ditandatanganinya MoU ini, saya menaruh harapan besar kepada Universitas Islam Indonesia untuk dapat memberikan kontribusinya terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi Sleman,” kata Sri Purnomo.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa selama tahun 2014 yang lalu, Pemkab Sleman telah menanndatangani sebanyak 35 MoU dan 17 diantaranya adalah MoU dengan perguruan tinggi /akademi/sekolah tinggi. Sebagian besar MoU tersebut merupakan kerjasama di bidang peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Sedangkan bidang lainnya yaitu pada bidang hukum, pengawasan, pelayanan publik dan lain-lain.

Untuk itu Sri Purnomo berharap dengan MoU-MoU tersebut, seluruh perguruan tinggi khususnya yang ada di Kabupaten Sleman dapat berkontribusi terhadap terwujudnya masyarakat Sleman yang ebih sejahtera dan lebih berdaya saing.