GKR Hemas Donasikan Gaji Bulan Desember dan Januari Untuk BKL Moyudan

Gejog LesungSleman – Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas mendonasikan gajinya untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016 kepada BKL “Mugi Waras”, Blendung Desa Sumbersari Kecamatan Moyudan Sleman. Gaji bulan Desember sebesar Rp 10 juta untuk membeli sarana prasarana kegiatan BKL yakni gejog lesung maupun pengeras suara, sementara gaji bulan Januari 2016 sebesar Rp 10 juta dialokasikan untuk pembelian keranda.

Hal tersebut dilakukan GKR Hemas setelah mendengar keluhan dari pengurus BKL “Mugi Waras” yang sangat membutuhkan sarana tersebut. Usai melihat kegiatan BKL “Mugi Waras” GKR Hemas  merasa salut dengan kegiatan lansia di  BKL “Mugi Waras”, Blendung, Sumbersari Moyudan. Karena lansia tidak merasa berhenti,  tetap produktif, tetap sehat, tetap optimis membimbing dan membantu anak cucu dan melihat aktivitas mereka.

Kegiatan kunjungan yang dikemas dalam bentuk dialog dan penyerapan informasi juga menghadirkan nara sumber dari DIY yakni Kepala Dinas PU DIY dan Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan DIY serta pejabat DIY lainnya. Kedatangan GKR Hemas disambut dengan kesenian tek-tek dan menyaksikan  kegiatan keterpaduan Posyandu lansia, senam lansia, kegiatan kerohanian seperti pengajian, pangrukti loyo muslim dan katholik, kegiatan sembahyangan.

Juga kegiatan kesenian berupa sholawatan, gejok lesung dan angklung. Kegiatan juga terintegrasi dengan kegiatan ekonomi produktif berupa UPPKS lansia dengan kegiatan bidang pertanian antara lain budidaya jamur merang, perikanan, peternakan itik, kegiatan kerajinan membuat kasur, besek, tikar dan tempe. GKR Hemas juga sempat meresmikan Mushola Al Janah yang sebagian besar untuk kegiatan lansia.

Menurut Ketua  BKL “Mugi Waras”, dengan lansia 81 orang umur 60 tahun ke atas dan dengan 59 BKL dan 15 kader, kegiatan yang juga dilaksanakan yakni home care dan day care dan kegiatan senam tiga generasi (yang juga ditampilkan dalam acara penyambutan) yaitu senam yang diikuti oleh semua anggota keluarga yang terdiri dari anak (cucu) dewasa (orangtua) dan lansia (kakek/nenek).

Senam tiga generasi ini merupakan hasil kerjasama antara BKKBN Sleman bersama dengan  FPOK UNY dibawah bimbingan Ny Fajar  dan PLKB Moyudan, tokoh masyarakat Blendung. Senam ini telah dilaksanakan setiap hari Jumat pagi di Balai Desa Sumbersari. Tujuan senam ini adalah menciptakan  keharmonisan keluarga sehat cucu, anak dan nenek/kakek.




Selama Januari DB Renggut Satu Nyawa di Sleman‬

Sleman – Selama bulan Januari 2015  penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Sleman mencapai 54 orang. Jumlah itu lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun 2014 yang mencapai 74 orang. Dari jumlah itu, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Mafilindati Nuraini MKes, seorang diantaranya meninggal dunia.

Linda panggilan Mafilindati menyebutkan, sebaran penderita demam berdarah ini terbanyak di wilayah kecamatan padat penduduk. “Ada di lima kecamatan, antara lain Kecamatan Godean, Kecamatan Mlati, Kecamatan Depok dan Kecamatan Kalasan,” jelasnya.

Linda juga mengakui saat ini penghitungan masih belum selesai. Karena itu, ujarnya, masih dimungkinkan angka itu membesar.

Meski sudah ada korban yang meninggal dunia, namun kasus yang terjadi pada Januari ini belum dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini lantaran KLB baru dinyatakan saat terjadi dua kali lipat kasus dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menyinggung soal pengasapan atau fogging, Linda menjelaskan sebenarnya langkah itu kurang efektif dan cukup berbahaya bagi lingkungan.

“Yang mati hanya nyamuk dewasa. Karena itu dalam beberapa hari berikutnya akan muncul lagi nyamuk. Dan pula fogging juga akan mematikan serangga lainnya,” katanya.

Karena itu, dalam melaksanakan fogging, Dinkes Sleman selalu mendahului dengan penelitian lapangan. Selama Januari, ujarnya, sudah dilakulan pengasapan atau fogging di sejumlah titik. Pengasapan atau fogging ini, imbuhnya akan dilanjutkan di bulan Februari 2015 ini.