Giri Festival, Kesempatan Girikerto Promosikan Pariwisata

Turi – Dalam rangka Hari Jadi Desa Girikerto, Pemerintah Desa Girikerto bekerja sama dengan pengurus desa budaya, karang taruna, dan masyarakat mengadakan acara Giri Festival setiap tahunnya.

Adapun tujuan Giri Festival adalah untuk memupuk dan melestarikan kebudayaan serta tradisi turun temurun yang hingga sekarang masih dilakukan oleh masyarakat di Desa Girikerto. Pun, untuk mempromosikan dan memasarkan berbagai macam produk UMKM dan pariwisata Desa Girikerto.

Giri Festival dimulai dari Kamis (16/11) sampai Minggu (19/11) bertempat di Gedung Serbaguna Desa Girikerto. Pada pembukaannya dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantoro, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih, Camat Turi, Siti Angraeni Susila Prapti, Kapolsek Turi AKBP, Rusdianto, Danramil Turi CPL, Dariswan, Perangkat Desa Girikerto, karang taruna, pengurus Desa Budaya Girikerto, dan masyarakat.

Bermacam-macam acara digelar, antara lain pentas kesenian. ketoprak, wayang kulit, kobro, jathilan, campursari, karawitan, dan lain-lain. Selain itu, dijual juga berbagai produk dari UMKM seperti kerajinan dari sampah, susu kambing etawa, tanaman hias, berbagai macam produk olahan dari salak, dan lain sebagainya.

Puncak acara yang sedianya berlangsung Minggu (19/11) akan ditutup dengan Upacara Adat Ngrowot. (Harman)




Sleman Terbaik dalam Festival Reog dan Jathilan

Penampilan Reog Kudho WiromoSleman – Kontingen Kabupaten Sleman berhasil meraih sebagai Juara 1 Festival Reog dan sekaligus Juara 1 Festival Jatilan dalam Festival Reog dan Jatilan se DIY yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY di Kawasan Tebing Breksi Prambanan Sleman, Minggu (5/6).

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA dikantornya, Senin 6 Juni 2016 dikantornya, Senin (6/6).

Menurut Endah  keberhasilan kontingen Kabupaten Sleman dalam festival reog dan jatilan tersebut cukup menggembirakan.

“Meskipun demikian kejuaraan bukan tujuan utama dalam pembinaan kesenian di Kabupaten Sleman, yang lebih penting lagi adalah upaya pengembangan dan pelestarian kesenian itu sendiri dapat dilakukan dengan baik,” kata Endah.

Dengan menyandang prestasi sebagai penyaji terbaik atau kejuaraan lanjut Endah justru menjadi tantangan tersendiri untuk senantiasa mengedepankan prestasi dan penampilan.

Kontingen Reog “Kudho Wiromo” asal Sleman meraih Juara 1 dengan nilai 418 mengungguli kontingen lainnya yaitu Reog “Manggolo Mudho” dari Bantul dengan nilai 415, Reog “Rontek Bambu Nada” dari Kota Yogyakarta dengan nilai 386, Reog “Gandhewo” dari Kulonprogo dengan nilai 373, dan Reog “Mawar 7 Timbul Kencana” dengan nilai 351 serta Reog “Sembrani” asal Sleman dengan nilai 313.

Sedangkan untuk kategori Jatilan Juara 1 Jatilan “Melati” dari Sleman dengan nilai 432, disusul kontingen jatilan lainnya yaitu “Ngesti Budoyo” asal Kulonprogo dengan nilai 417, “Turonggo Mudho Perwiro” dari dari Bantul dengan nilai 396, “Puspanjala” dari Gunungkidul dengan nilai 386, “Turonggo Mudho Budhoyo’ dari Sleman dengan nilai 383, dan “Turonggo Bekso Codhe Laras” dari Kota Yogyakarta dengan nilai 366.

‪Dewan Juri dalam Festival Reog dan Jatilan tersebut terdiri atas Dr Kuswarsantyo MHum sebagai ketua, Dr Nur Iswantoro MHum, Warsito AMd, Dra Daruni MHum, RM Donny S Megananda SS MBA.