Jelang Ramadan Ketersediaan Bahan Pokok di Sleman Cukup

Sleman – Menjelang Ramadan untuk ketersediaan bahan pokok, BBM dan elpiji tersedia cukup, karena itu diharapkan masyarakat tidak panik/memborong kebutuhan pokok sehingga harga-harga bahan pokok diharapkan tidak mengalami kenaikan. Demikian disampaikan Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman, dr Sunartono MKes kepada wartawan di Pres Room Humas Sleman, Selasa (16/6).

Menurut Sunartono, stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri ketersediaan kebutuhan bahan pokok seperti beras hasil produksi Kabupaten Sleman ton dan kebutuhan beras sebanyak ton (surplus ton).

“Daging ayam, telur, cabe dan 9 kebutuhan pokok lain masih tercukupi,” kata Sunartono.

Sedang untuk kebutuhan kedelai Sleman tidak dapat mencukupi karena bukan daerah produsen kedelai, namun masih bisa dicukupi dari daerah lain. Untuk mendukung ketersediaan beras bagi rumah tangga miskin telah dilakukan distribusi raskin sampai bulan Juni sebesar kg bagi Rumah Tangga Miskin (RTS) di 86 desa dengan alokasi 15 kg/RTS.

“Untuk menghadapi Ramadan dan lebaran akan didistribusikan raskin untuk alokasi bulan Juni yang direncanakan tanggal 22 Juni sampai 7 Juli 2015,” tutur Sunartono.

Sementara untuk bahan bakar, rata-rata pengguna elpiji setiap hari sebanyak tabung pada bulan Juni telah disiapkan penambahan 8 persen sehingga menjadi tabung dan bulan Juli ada tambahan 12 persen sehingga menjadi tabung. Ditambahkan Sunartono, kalau selama Ramadan harga-harga kebutuhan pokok naik, Pemerintah Kabupaten Sleman siap melakukan operasi pasar, khususnya gula, minyak, telur, beras dan elpiji.




Jelang Ramadan, Pemkab Adakan Pantauan Harga Disejumlah Pasar

bbbbbbbbbSleman – Berbagai harga kebutuhan pokok sehari-hari yang terpantau di pasar Godean menjelang bulan puasa Romadhon 2014 cenderung fluktuatif seperti harga bawang merah sebelumnya naik menjadi , bawang merah naik menjadi , untuk cabe rawit cenderung turun menjadi , namun untuk cabe merah keriting dari menjadi .

Sementara daging sapi kualitas baik masih berkisar ,-  untuk kualitas 2 dan kualitas 3 dan daging ayam potong perkilonya Rp dan untuk ayam kampung . D

emikian antara lain hasil pemantauan harga yang dilakukan tim dari Pemkab Sleman di sejumlah pasar di Sleman, Jumat (6/6). Menurut Kabag Humas Sleman, Dra Endah SW usai melakukan pemantauan, untuk perminataan sementara cenderung tetap belum ada peningkatan.

Sementara menurut pedagang daging sapi, Kushendratno, harga daging sapi cenderung stabil dalam harga tinggi dan ini kemungkinan tidak akan ada kenaikan karena permintaan  cenderung tetap sementara stok daging juga masih mencukupi.

Untuk harga telur dari turun menjadi . Untuk harga yang relatif tetap seperti beras, minyak goreng, susu, garam, kacang kedelai, kacang hijau, mie instan, ketela pohon, jagung pipilan kering, sementara untuk tomat dari naik menjadi Rp dan kol/kobis dari Rp menjadi Rp , hal ini disebabkan hasil panen buah dan sayur yang kurang baik.

Pantauan harga ini lanjut Endah juga dilakukan di Pasar Prambanan, Pasar Tempel  dan Pasar Pakem yang merupakan barometer perekonomian di Sleman, dilakukan secara rutin maupun insidentil untuk memantau harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang puasa.