Tingkatkan Serapan Kerja Lulusannya, SMK N 2 Depok Gelar Job Fair

Wabup Sleman Pukul GongSleman – Sebanyak 48 perusahan bidang usaha dan industri hadir dalam acara job fair ‘Job Matching 2016’ yang diselenggarakan oleh SMK N 2 Depok. Jobfair yang digelar selama dua hari 26-27 Oktober 2016 di halaman sekolah SMK N 2 Depok, Mrican Caturtunggal, Depok Sleman menurut Kepala Sekolah, Drs Aragani Mizan bertujuan untuk mempertemukan para pencari kerja lulusan SMK dengan para penyedia lapangan kerja.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan daya serap maupun peluang bagi lulusan SMK di dunia kerja,” jelas Aragani.

Antusiasme pencari kerja terlihat cukup tinggi, terpantau lebih dari 1000 alumni SMK menghadiri jobfair tersebut. Argani berharap even tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, mengingat kegiatan job fair untuk lulusan SMK termasuk “langka” di Jogja. Selain perekrutan tenaga kerja, pada kegiatan tersebut juga direncanakan akan mengadakan berbagai acara yaitu Seminar dan Pameran Lowongan Kerja.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes  menyampaikan bahwa berbagai kendala masih dihadapi oleh sebagian para pencari kerja di Sleman, baik kendala teknis kemampuan dan akses pemanfaatan teknologi informasi maupun jangkauan lokasi.

”Berkaitan dengan hal tersebut, saya mengharapkan melalui job fair ini, masyarakat khususnya para pencari kerja memiliki  kesempatan yang sama untuk mengakses informasi peluang kerja dari berbagai perusahaan, baik perusahaan di Sleman maupun diluar wilayah Sleman dan langsung mendaftar di bursa kerja ini juga,” jelas Sri Muslimatun.

Dikatakan Sri Muslimatun, Pemerintah sangat menghargai dukungan pihak swasta, yang telah membuka peluang berkarya bagi masyarakat Sleman.

“Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus memacu sektor swasta agar dapat lebih berkontribusi dalam upaya pengurangan pengangguran,” katanya.

Upaya membuka peluang kerja tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah secara langsung, tetapi memerlukan kerjasama dan kebersamaan seluruh perusahaan khususnya yang berada di wilayah Sleman.

Namun demikian harus tetap sesuai dengan kebijakan Pemkab Sleman  bahwa perusahaan  yang berada di Sleman paling tidak harus menggunakan 70% tenaga kerja yang dibutuhkan berasal dari tenaga kerja lokal Kabupaten Sleman.

”Berkenaan dengan hal tersebut, saya berharap agar lulusan SMK tidak hanya mencari pekerjaan namun harus dapat menciptakan pekerjaan sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar berkontribusi dalam pengurangan pengangguran,” tambah Sri Muslimatun.




Untuk Mengurangi Dampak PHK, Disnakersos Gelar Job Fair

UntoroSleman – Meski kurs rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Sleman menyatakan belum ada perusahaan yang kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hingga saat ini, hanya PT Primissima yang sudah melakukan PHK. 

Kepala  Disnakersos Sleman, Drs Untoro Budiharjo mengatakan pasca PHK yang dilakukan PT Primissima, belum ada laporan PHK massal yang dilakukan perusahaan di Sleman. Pihaknya juga belum menerima laporan PHK skala kecil yang dilakukan oleh perusahaan. Kalau untuk PHK skala kecil, misal satu atau dua karyawan biasanya sudah diselesaikan oleh perusahaan.

“Namun laporan PHK hanya PT Primissima dan saat ini permasalahan PHK di Primissima sudah diselesaikan ditingkat Bipartit dan dari Disnakesos hanya memantau saja,” kata Untoro kepada wartawan di Pres Room Pemkab Sleman, Rabu (9/9).

Dikatakan Untoro yang didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Sutiasih untuk mengurangi dampak PHK di Sleman, Disnakersos akan menggelar job fair yang akan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 14 hingga 17 September 2015 mulai pukul hingga WIB di Kampus STIM YKPN Jl Palagan Sleman (depan hotel Hyat).

“Rencananya job fair akan diikuti  40 perusahaan dari berbagai bidang baik perusahaan lokal maupun nasional yang langsung membutuhkan tenaga kerja,” kata Untoro.

Dan perusahaan yang ikut job fair tersebut minimal membutuhkan tenaga kerja sebanyak 15 orang,  Sehingga lanjut Untoro, dalm 4 hari pelaksanaan job fair tersebut sedikitnya 600 lowongan pekerjaan akan terisi. Dan berdasarkan pengalaman tahun lalu, kegiatan job fair ini bisa menampung ribuan tenaga kerja yang tersalurkan, sebab satu perusahaan ada yang bembutuhkan lebih dari 100 tenaga kerja.

Sementara untuk kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan adalah lulusan SLTA dan S1 dan terbuka untuk umum. Karena itu Untoro meminta pengunjung job fair agar sekaligus menyiapkan surat lamaran pekerjaan, sehingga nanti kalau ada pekerjaan yang cocok bosa langsung memasukkan lamarannya. Selain bisa memsukkan lamaran, biasanya ada perusahaan yang langsung mengadakan wawancara pada hari itu juga.

“Untuk lamaran bagian alamat perusahaan dikosongkan lebih dulu, baru nanti kalau sudah ada perusahaan yang dituju bisa dituliskan alamatnya. Selain itu Disnakersos juga akan membuka layanan permohonan kartu kuning di lokasi job fair, sehingga memudahkan pengunjung job fair yang akan mencari kartu kuning,” tutur Untoro.

Diharapkan  Untoro dengan job fair ini dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak sehingga mengurangi pengangguran di Sleman. Meski demikian, tidak ada rekomendasi khusus bagi korban PHK untuk diterima oleh perusahaan yang menggelar stan dalam jobfair tersebut. Hal ini lantaran masing-masing perusahaan memiliki kualifikasi tertentu.