Bupati Ikut Gerakan Jumat Bersih di Kalasan

Bupati Sleman Pantau JentikSleman – Gerakan Jumat bersih bersama Tim Pokjanal DBD mengadakan monitoring dan pemberantasan sarang Nyamuk ( PSN ) bersama  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI pada kegiatan Pos Yandu  di Sitisendari, Dusun Sambisari, Purwomartani, Kecamatan Kalasan Sleman, Jumat (11/3). 

Kegiatan ini disambut dan dibantu warga masyarakat serta Kader PSN Padukuhan Sambisari. Sri Purnomo memimpin langsung melihat  jamban/kamar mandi serta lingkungan rumah didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Mafilindati Nuraini MKes, Camat dan kader yang dibagi menjadi 8 Regu meliputi 4 RT. Dari hasil evaluasi pelaksanaan  kegiatan di Padukuhan Sambisari dari 151 rumah/titik,   terdapat 51 rumah / lingkungan  positif menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk.

Hal ini yang menjadi keprihatinan tersendiri bagi Kepala Dinas Kesehatan dr Mafilindati Nuraini. Dalam kesempatan tersebut Linda juga mengungkapkan bahwa angka bebas Jentik Baru mencapai 52% dibawah stadar AJB yang seharusnya 95 %. Kasus DBD di Kecamatan. Kalasan dalam dua bulan terakhir ditahun 2016 sudah mencapai 91 Kasus dengan 3 orang meninggal.

Linda berpesan bahwa perkembangan nyamuk aides agepty bertelur mencapai 100-300 relur dan menjadi nyamuk hanya dalam waktu 5-7 hari. Untuk fogging atau pengasapan tidak akan efektif  karena yang terkena hanya nyamuknya, namun jentik dan telur tidak akan mati bahkan tidak semua nyamuk mati akan tetapi membuat nyamuk  kebal terhadap pestisida. Linda  juga menambahkan bahwa yang menggingit dan menyebabkan terkena DBD adalah nyamuk betina jenis aides agepty.

Sementara Sri Purnomo pada evaluasi Pemberantasan sarang nyamuk menyampaikan sampai dengan awal bulan Maret tahun 2016 kasus di Kabupaten Sleman mencapai 173 kasus DBD. Dan pada tahun 2015 terdapat 520 kasus dan 9 orang meninggal.

Sri Purnomo berpesan kepada masyarakat agar dapat menjaga kebersihan jamban/kamar mandi dilakukan  2 kali dalam seminggu dengan menyikat, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing dari genangan air baik dari barang-barang bekas, sampah ataupun tempat yang dapat menampung air untuk tumbuh kembang jentik/nyamuk.

Sri Purnomo juga menghimbau agar Camat dan Kepala Desa di wilayah Kecamatan Kalasan untuk menggiatkan kembali gotong royong secara rutin. Karena kerja bakti atau gotong royong langkah prefentif dan lebih murah.

Sri Purnomo berharap kegiatan ini selanjutnya dilakukan secara berkesinambungan dan membentuk petugas di tingkat padukuhan atau tim kecil gerakan pemberantasan sarang nyamuk.




Gatot Ikut Gerakan Jumat Bersih PSN

Sleman – Gerakan Jumat bersih Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman Kelompok I mengadakan monitoring dan pemberantasan sarang Nyamuk ( PSN ) bersama Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi di Dusun Jaten Desa, Sendangadi, Kecamatan Mlati Sleman, Jumat (12/2).

Pada kesempatan tersebut Gatot  didampingi  Kepala Dinas Kesehatan dr Mafilintadi Nuraini MKes, Camat Mlati Drs Suyudi serta kader Ibu-ibu Dusun Jaten  mengadakan monitoring pelaksanaan pemberantasan serang nyamuk.

Gatot  langsung memimpin pemeriksaan  ditempat- tempat yang dimungkinkan ada sarang nyamuk/jentik-jentik baik di kamar mandi, almaari es ataupun lingkungan rumah/ sebelum melaksanakan monitoring dibagi dengan 8 kelompok untuk melihat lansung rumah/pekarangan warga di 8 RT Padukuhan Jaten, Sendangadi, Mlati.

Setiap Tim terdiri 6 orang Kader Padukuhan dan Tim Kabupaten. Pada kesempatan tersebut Gatot melihat langsung adanya jentik yang berkembang/hidup di bekas potongan pohon pisang karena tergenangi air. Selanjutnya Gatot bersama pemilik lahan dan tim melaksanakan  PSN dengan cara mengubur genangan air sehingga tidak akan terjadi lagi air menggenang.

Hasil dari Tim monitoring kelompok I di Padukuhan Jaten   Desa Sedangadi 113 rumah/pekarangan  terdapat 39 positif ada jentik, sehingga angka bebas jentik /AJB baru 65%, masih di bawah angka bebas jentik yaitu minimal 95 %.

Selanjutnya untuk kelompok II melaksanakan monitoring dan pemantauan langsung serta PSN di  Dusun Nyamplung Kidul Desa Balecatur Kecamatan Gamping dipinpin oleh Camat Gamping, bersama Kades Balecatur beserta ibu-ibu kader Gerakan Jumat bersih Padukuhan Nyamplung Kidul Desa Balecatur melihat langsung bak mandi, penampungan aiar dan pemelihraan burung, Diespenser.

Serta, halaman rumah/lingkungan yang ada barang bekas yang berpotensi menjadi genangan air hujan dari 107 rumah/titik menemukan 32  Positif rumah / lingkungan yang ada jentik bakal nyamuk, sehingga angka AJB nya 71%  masih di bawah angka standar yaitu 95%.

Sementara dalam laporan Evaluasi dr Mafilinidati mengatakan pengendalian penyakit DBD masih menjadi prioritas penanganannya karena sudah menyebar di 17 Kecamatan, pada awal tahun  2016 sampai dengan tanggal 9 Februari sudah terjadi 71  Kasus DBD, dengan kematian 1 orang. Hal ini disebabkan karena keterlambatan membawa pasien/korban  ke fasilitas pelayanan kesehatan  yang merupakan rumah sakit rujukan.

Sedang Gatot mengatakan pemberantasan sarang nyamuk kegiatan  merupakan tindakan yang prefentif dan lebih murah. Gatot juga  berharap kegiatan ini selanjutnya dilakukan secara berkesinambungan dan membentuk petugas di tingkat padukuhan / tim kecil gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

Bisa melibatkan anak-anak usia  sekolah  SD atau SMP bisa terlibat langsung dengan pendampingan Ibu-ibu Kader, serta melestarikan gerakan kebersihan melalui gotong royong atas kesadaran bersama demi kesehatan bersama.