Warga Sukoharjo Belajar Keiklasan dan Ketakwaan dari Nabi Ibrahim AS

Ngaglik – Sejak Jumat (1/9) pagi, kurang lebih jemaah Salat Idul Adha 1438 H telah memadati Lapangan Klidon Sukoharjo untuk Salat Id berjemaah. Adapun khatib dan imam dari Salat Id adalah Ustaz Abu Umar Ibrahim LC dari Pondok Pesantren Al-Anshor Wonosalam, Yogyakarta.

Dalam uraian khutbah usai Salat Id, Ustaz Abu Umar Ibrahim menyampaikan bagaimana keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS meski telah menerima beberapa cobaan dan ujian keimanan ketakwaan dari Allah SWT.

Nabi Ibrahim antara lain dalam berdakwah mengingatkan ayahnya dengan santun agar beriman kepada Allah SWT. Meski demikian, ayahnya tetap menyembah berhala karenanya Nabi Ibrahim AS terus mendoakan ayahnya.

Kedua, Nabi Ibrahim AS dibakar dengan api karena ketakwaanya Nabi Ibrahim AS tidak terbakar dan tetap sehat. Terakhir, Nabi Ibrahim AS diuji untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS namun karena keikhlasan, ketakwaan, dan kesabarannya maka Ismail tidak disembelih tetapi diganti dengan seekor domba besar sebagai kurbannya.

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula informasi sementara kurban di lingkungan Klidon Sukoharjo berjumlah 14 sapi dan 10 kambing. Jumlah ini bisa bertambah mengingat hari berikutnya yakni Sabtu (2/9) masih akan dilaksanakan penyembelihan hewan kurban.




Gelar Potensi UPT BP4 wilayah V Kabupaten Sleman

Sleman – Gelar Potensi UPT BP4 wilayah V Kabupaten Sleman tahun 2017 telah dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo bertempat di kantor UPT BP4 wilayah V Kecamatan Pakem, Selasa (16/5). Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman yang ke-101, sekaligus memberikan sarana informasi kepada Kelompok Tani dan Kelompok Ternak di Kecamatan Pakem dan Turi.

Dalam sambutannya Bupati Sleman mendukung komitmen masyarakat Kecamatan Pakem untuk menjadikan wilayahnya sebagai sentra penghasil sayur. Menurutnya sayur relatif lebih mudah perawatannya dibandingkan dengan makanan pokok. Selain itu menurut Sri Purnomo masa panennya pun cukup singkat.

“Saya dukung program itu, bagus sekali. karena sayur itu kan perawatannya lebih mudah daripada padi, dan panennya juga cepat”, kata Sri Purnomo.

Program tersebut terlebih dahulu disampaikan oleh Camat Pakem, Dra Siti Wahyu Purwaningsih dalam sambutannya. Menurutnya, Kecamatan Pakem memiliki program penanaman sejuta pohon, sayur, buah dan Tanaman Obat Keluarga (Toga). Siti berharap Kecamatan Pakem bisa menjadi lumbung pangan terutama sayur-sayuran.

“Kalau di Kecamatan Moyudan dan Minggir menjadi lumbung pangan dengan potensi padinya, mungkin kita di potensi sayurnya”, ujar Siti.

Acara Gelar Potensi UPT BP4 wilayah V Kabupaten Sleman tahun 2017 tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai hari Selasa tanggal 16 Mei 2017 sampai hari Kamis 18 Mei 2017 bertempat di kantor UPT BP4 wilayah V Kecamatan Pakem.

Adapun beberapa rangkaian acaranya adalah parade produk unggulan lokal pertanian, pangan dan perikanan se-Kecamatan Pakem dan Turi, kemudian ada bazar produk hasil karya kelembagaan tani berjumlah 50 stand, peresmian Mushollah di lingkungan kantor UPT BP4 wilayah V dan berbagai perlombaan.

Pada acara tersebut Sri Purnomo mengukuhkan 19 Kelompok Tani yang ada di Kecamatan  Pakem dan Kecamatan Turi. Pengukuhan tersebut dibagi menjadi tiga sesi, yaitu Kelas Pemula, Kelas Madya dan Kelas Lanjut.***




Pelepasan Peserta Lomba STQ Kabupaten Sleman

Sleman – Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi , SH, MH, memberikan pengarahan dan motivasi kepada peserta lomba Seleksi Tilawatil Quran (STQ) di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (28/4).  Sebanyak 25 peserta lomba yang mewakili Kabupaten Sleman akan mengikuti lomba STQ tingkat Provinsi ke XXIV di Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 28-29 April 2017.

Kepala Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nurhuda, dalam sambutannya mengapresiasi sikap Pemerintah kabupaten Sleman yang telah mendukung dan peduli terhadap pengembangan  bidang keagamaan di Kabupaten Sleman. Menurutnya fasilitasi dana yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk Kegiatan Keagamaan selalu meningkat dari tahun ke tahun.

“Terimakasih kami ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman karena alokasi anggaran dari tahun ke tahun terus meningkat bahkan hingga tingkat kecamatan,  termasuk di haji, BKS, Keluarga Sakinah dan juga STQ”,  kata Nurhuda.

Pada kesempatan tersebut Nurhuda juga berharap dengan adanya STQ tersebut mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih beradab sehingga mampu meningkatkan produktifitas di masyarakat khususnya kabupaten Sleman.

“Semoga peserta lomba STQ bisa menjadi generasi yang Qurani dan penerang di masyarakat, sehingga mampu membantu ikut serta melaksanakan pembangunan di kabupaten sleman”, imbuhnya.

Sementara itu, Sumadi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman menaruh perhatian lebih terhadap pengembangan di bidang keagamaan. Menurutnya bidang Keagamaan merupakan prioritas utama yang dibutuhkan oleh generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Sekda Kabupaten Sleman tersebut juga berharap  supaya peserta lomba STQ Kabupaten Sleman mampu meneruskan tradisi juara yang selalu diperoleh hamper setiap tahunnya.

“Jangan minder dan jangan takut! adek-adek ini saya yakin punya kemampuan lebih. kita selama ini punya tradisi juara yang baik”, kata Sumadi.

STQ tingkat Provinsi ke XXIV  tersebut diselenggarakan di Kabupaten Kulon Progo tanggal 28-29 April 2017 dan akan memperlombakan beberapa katagori yaitu cabang Tilawah Al Quran, cabang Tahfidz Al Quran, cabang Tafsir Al Quran. Pemenang dalam lomba STQ tingkat Provinsi tersebut nantinya akan mewakili Povinsi DI Yogyakarta ke tingkat Nasional.




Kabupaten Sleman Jadi Pilot Proyek Sistem Aplikasi Data Tunggal Pertanian dan Integrasi Logistik Pangan

IMG_9855Sleman – Kemajuan teknologi memudahkan aktivitas manusia disemua lini, termasuk pertanian. PT Telkom bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggagas uji coba sebuah sistem aplikasi yang menjadi alat untuk menyediakan data konkret tentang kondisi pertanian di wilayah Sleman.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Dr Benny Pasaribu,  pada acara Rapat Persiapan Uji Coba Sistem Aplikasi Data Tunggal Pertanian dan Integrasi Logistik Pangan di ruang rapat Sekda B Pemkab  Sleman, Rabu (2/11) menyampaikan bahwa sistem aplikasi tersebut nantinya akan menampilkan data pertanian di suatu wilayah baik luas lahan, jumlah ternak, hasil panen dan lainnya yang berkaitan dengan pertanian secara faktual.

Menurut Benny, data pertanian sangat dinamis dengan sistem pendataan  secara manual. Melalui teknologi yang berkembang saat ini diharapkan petani dapat memanfaatkan sistem aplikasi baik secara individu maupun melalui BUMDes untuk mendukung program pertanian dan kesejahteraan petani.

”Petani secara mandiri maupun melalui BUMDes dapat melaporkan kondisi pertaniannya dengan aplikasi tersebut meliputi hasil panen, luas lahan yang digunakan, harga jual produk pertanian, ketersediaan pupuk, jumlah ternak, dan lainnya yang berkaitan dengan pertanian sehingga data pertanian disuatu wilayah dapat terus terpantau,” jelas Benny.

Benny menambahkan bahwa subsidi untuk suatu daerah  terkadang tidak tepat sasaran karena minimnya informasi profil pertanian di daerah. Perbedaan data dari lintas sektor pemerintahan baik dari kementerian perdagangan, pertanian, dan BPS juga berpengaruh pada kebijakan impor dan pemberian subsidi.

Hal tersebut dikatakannya dapat mempengaruhi kestabilan harga pangan. Melalui aplikasi tersebut Benny berharap data pertanian dapat terpantau secara akurat sehingga harga pangan dapat stabil.

“Jika ujicoba ini berhasil maka kami akan melaporkannya pada Presiden, karena KEIN  bertugas memberikan pendapat dan masukan kepada Presiden yang fokusnya pada pengembangan ekonomi sektor riil,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes  menyampaikan bahwa dalam mewujudkan peningkatan produksi pertanian berbagai upaya telah dilakukan diantaranya pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian, penanganan pasca panen, pengembangan perbenihan/pembibitan, sekolah lapang petani, peningkatan kemampuan lembaga petani, penerapan teknologi tepat guna, serta pelatihan teknologi modern bercocok tanam.

Kondisi pertanian di Kabupaten Sleman pada tahun 2015 produksi padi sawah meningkat dari 314 ribu ton menjadi 328 ribu ton atau naik 4,54% dibanding tahun 2014. Produksi tersebut dapat menghasilkan beras 207 ribu ton meningkat dari 198 ribu ton bila dibandingkan produksi tahun 2014. Surplus beras juga mengalami kenaikan  yaitu dari 108 ribu ton lebih tahun 2014 menjadi 115 ribu ton lebih atau naik sebesar 6,65%.

Sri Muslimatun berharap implementasi sistem data tunggal pertanian dan sistem integrasi data logistik pangan dapat semakin memperkuat pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Sleman serta dapat menjamin terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Sleman sekaligus dapat semakin mendekatkan terwujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Sleman.

“Hal yang tidak kalah penting adalah kami berharap kondisi yang baik dan berkembang dalam sektor pertanian juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sleman, mengingat sektor pertanian merupakan sumber mata pencaharian terbesar penduduk Kabupaten Sleman dimana % dari jumlah penduduk bekerja atau sebanyak orang bermata pencaharian di sektor pertanian,” jelas Sri Muslimatun.




Kabupaten Sleman Jadi Nominator Terbanyak Pemeringkatan Badan Publik 2016

Sleman – Kabupaten Sleman menjadi Kabupaten dengan nominator terbanyak dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi dalam rangka Peningkatan Badan Publik tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Sleman, Dra Sri Winarti di Kantor Bagian  Humas Setda Kabupaten Sleman, Rabu (7/9) menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman terpilih 11 SKPD yang menjadi nominator untuk dievaluasi.

Sri Winarti menjelaskan bahwa 11 SKPD tersebut yaitu KPU Kabupaten Sleman, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinar Perindustrian, Perdagangan.

Dan, Koperasi (Disperindagkop), Bappeda, Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pasar, PPID Kabupaten Sleman, DPRD Kabupaten Sleman, dan 4 Kecamatan yaitu Gamping, Depok, Pakem, Tempel.

“Terpilihnya 11 SKPD ini melalui proses seleksi yang dilakukan Komisi Informasi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui quisioner yang dilakukan beberapa waktu lalu kemudian dilakukan visitasi untuk evaluasi kesesuaian data,” jelas Sri Winarti.

Sedang Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi  Komisi Informasi DIY, Warsono SH menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman dilakukan 5 hari yaitu tanggal 1,2,6,7,8 September 2016. Dari hasil visitasi yang sudah dilakukan menurut Warsono, tidak terlalu berbeda jauh dengan hasil pengisian quisioner.

Namun menurutnya ada beberapa catatan terutama belum tersedianya informasi deteksi dini terhadap bencana seperti pemasangan papan penunjuk jalur evakuasi dan titik kumpul di beberapa SKPD di lingkungan Pemkab Sleman. Selain itu rekap laporan pelayanan informasi tidak hanya jumlah saja, akan tetapi juga ditampilkan waktu penyelesaian informasi.

“Secara keseluruhan 11 SKPD di Kabupaten Sleman yang kami visitasi berdasarkan monitoring dan evaluasi tidak terlalu banyak perbedaan yang kami temui. Hanya beberapa catatan saja agar seperti deteksi dini terhadap bencana dan jangka waktu penyelesaian informasi belum ada. Karena total rekap permintaan informasi menurut amanat undang-undang harus disampaikan ke Komisi Informasi,” jelas Warsono.

Sementara itu  Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi, Edukasi Komisi Informasi DIY, Suharnani Listiana SSos menjelaskan bahwa ada tiga variabel kriteria pemeringkatan yang dilakukan Komisi Informasi dalam kegiatan ini, yaitu yang pertama adalah mengumumkan informasi baik lewat website maupun ditempel pada papan pengumuman.

Kedua adalah menyediakan, yaitu melihat apakah informasi benar-benar disediakan oleh badan publik kaitannya dengan standar layanan informasi. Ketiga adalah melayani, yaitu bagaimana pelayanan yang dilakukan serta ada atau tidaknya petugas yang melayani.