Kaliurang Disulap Jadi Hutan Lampion

IMG_20151213_123509Sleman – Selama ini kawasan wisata Kaliurang Sleman belum memiliki atraksi wisata malam yang bisa dinikmati wisatawan, kecuali saat pergantian tahun baru. Namun kini sejak 10 Desember silam hingga 31 Januari 2016 pukul – WIB, kawasan gardu Pandang Kaliurang telah disulap menjadi hutan lampion yang gemerlap dan sungguh menakjubkan.

“Suasana seperti ini akan menjadi ajang wisata malam yang cocok untuk wisata keluarga dan anak-anak, khususnya bagi wisatawan yang diakhir tahun ini berlibur ke Jogja”, disampaikan oleh Manajemen PT Taman Pelangi Solikin Swiji saat supervisi di kawasan gardu Pandang Kaliurang, Minggu (13/12)

Solikin menambahkan pihaknya bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman berupaya memberikan suguhan yang istimewa kepada wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman khususnya saat liburan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Kaliurang di malam hari kini tidak lagi gelap, namun berubah menjadi gemerlap lampu lampion beraneka bentuk dan warna.

Kemeriahan hutan lampion dengan tema “Jurrasic & Romantic Garden Lantern”, live music perform berbagai genre, magician contest, culiner dan aneka permainan anak yang digelar setiap malam akan menjadikan pilihan utama bagi wisatawan yang berlibur di Jogja. Selain menikmati suasana malam yang romantik, berbagai pemandangan aneka bentuk dan jenis lampion, wisatawan akan dengan mudah mendapatkan aneka hidangan kuliner yang juga disuguhkan oleh para pedagang lokal.

Secara terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengungkapkan bahwa diakhir tahun 2015 ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan upaya-upaya strategis untuk meningkatkan kualitas obyek wisata, khususnya di Kawasan Kaliurang.

Salah satunya melalui kerjasama dengan PT Taman Pelangi melakukan pengemasan wisata malam di kawasan Gardu Pandang Kaliurang dengan konsep “Festival of Lights” bertema “Jurrasic & Romantic Garden Lantern” yang menjadikan kawasan ini bagaikan hutan lampion dengan aneka warna dan bentuk, mulai dari aneka jenis binatang, aneka jenis bunga, padang rumput lampion, dll.

Diharapkan dengan konsep tersebut akan menjadikan Kaliurang sebagai pilihan utama bagi wisatawan saat berliburan Natal dan Tahun Baru 2016 khususnya pada malam hari.




Panggung Hiburan di Kaliurang Hingga Minggu

Sleman – Destinasi wisata di Kabupaten Sleman banyak menjadi alternatif tujuan kunjungan wisata keluarga . Dan kawasan wisata Kaliurang dengan Museum Gunungapi Merapi (MGM) menjadi obyek wisata keluarga yang banyak menarik pengunjung selama libur Lebaran 2015. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Kamis (23/7).

Dikatakan Ayu, dalam rangka menyemarakkan obyek wisata kawasan Kaliurang selama libur Lebaran  mulai tanggal 18 hingga 26 Juli 2015, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman telah fasilitasi hiburan di Panggung terbuka Tlogo Putri untuk siang hari, untuk malam hari mulai tanggal 18 hingga 21 Juli 2015 di depan kantor Arga Jasa depan obyek wisata taman kanak kanak diselenggarakan pentas malam‬.

Menurut Ayu, selama libur Lebaran ini wisata Kaliurang dan MGM banyak dikunjungi pengunjung. Dari data sementara yang masuk Disbudpar, pada hari Idul Fitri pertama tanggal 17 juli, Kaliurang dibuka mulai pukul WIB hingga pukul  WIB jumlah pengunjung sebanyak 1272 dengan jumlah mobil 281 buah dan motor 81 buah.

Pada Lebaran ke 2 tanggal 18 Juli 2015 jumlah pengunjung meningkat, hingga pukul WIB  jumlah pengunjung mencapai 5675 orang dengan jumlah mobil 970 dan motor 705. Sedang jumlah pengunjung di MGM  yang baru buka pada Lebaran ke 2 kumlah pengunjung sebanyak 1155 dan penonton film 705.

“Pengunjung wisata di MGM lebih banyak didominasi oleh keluarga. Semakin sore kunjungan wisata semakin rame,” tutur Ayu.

Para pengunjung Kaliurang dan MGM banyak yang memanfaatkan juga untuk volcano tour dengan jeep. Sementara ditambahkan Sekretaris Disbudpar Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA, selain kerawanan keamanan dalam volcano tour jeep dan antisipasi kemacetan di jalur yang dituju telah dilakukan pengalihan lalulintas jeep yang digunakan dalam wisata volcano tour.

“Hal ini sudah kami koordinasikan dengan Dishubkominfo. Pada saat libur Lebaran, jeep volcano tour hanya diperbolehkan menuju Kaliurang melalui jalur barat (Boyong), sedangkan akses di Ngipiksari hanya untuk turun. Skenario ini kami lakukan agar arus lalulintas wisatawan menuju Kaliurang lancar,” kata Endah.




Akhir pekan ini, Insan Pecinta Musik Kumpul di Kaliurang

Sleman – Hari Sabtu dan Minggu (21/22/3) mendatang kawasan wisata Kaliurang bakal menjadi ajang pembelajaran, pentas musik dan kompetisi dengan tajuk “Rhythm Star Music Camp 2015”.  Acara yang dipusatkan di Pangkalan TNI AU Adisucipto SKADIK 105 Kaliurang tersebut dikemas dalam bentuk acara musik outdoor dengan paduan alam pegunungan.

Selain sebagai atraksi seni musik acara ini sekaligus memiliki nilai edukasi bagi generasi muda pecinta musik. Tujuan diselenggarakannya acara tersebut disamping untuk mengembangkan dan mempromosikan seni musik juga untuk meningkatkan nilai-nilai pariwisata di Kabupaten Sleman khususnya Kaliurang.

Demikian dinyatakan oleh Ketua Panitia Guruh Indrajaya disela-sela persiapan acara tersebut di Sleman, Kamis (19/3). Guruh menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diagendakan penampilan artis/ musisi bintang tamu dan artis endorse, pameran dan penjualan alat musik. Selama pameran juga dimeriahkan dengan penampilan dari band-band indie dan bintang tamu Captain Jack.

Dalam kesempatan ini panitia membuka kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda pecinta seni musik, siswa-siswa sekolah atau mahasiswa yang ingin belajar dan memperdalam seni musik maupun mengekspresikan kepiawaiannya untuk bergabung dalam acara tersebut.

Terkait dengan hal tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengungkapkan bahwa pihak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan event “Rhythm Star Music Camp 2015” yang diselenggarakan di kawasan wisata Kaliurang Sleman.

“Penyelenggaraan event-event lokal, regional dan nasional di kawasan wisata Kaliurang diharapkan akan menjadi magnet untuk mengundang wisatawan ke kawasan tersebut,” kata Ayu.

Dikatakan Ayu bahwa seni musik memiliki penggemar dan komunitas yang cukup luas khususnya di kalangan generasi muda. Diharapkan dengan adanya penyelenggaraan event pertunjukan musik sekaligus pembelajarannya yang menurut rencana akan secara rutin diselenggarakan di kawasan wisata Kaliurang ini dapat memberikan kontribusi positif bagi sektor kepariwisataan di Kabupaten Sleman.

Disisi lain dengan adanya event tersebut akan dapat memberikan stimulasi positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan ketrampilan seninya. Dengan demikian sehingga akan menumbuhkan prestasi dan ketrampilan seninya sekaligus dapat meminimalisir tindakan-tindakan dan perilaku negatif yang justru menyesatkan diri mereka sendiri.

“Oleh karenanya kegiatan-kegiatan positif seperti halnya pentas seni musik yang berkarakter perlu terus ditumbuh-kembangkan dari waktu ke waktu,” tutur Ayu.