Sleman Tampilkan Fragmen “Kesetiaan Sang Abdi” di Kaltim

Sleman – Kabupaten Sleman akan mengirimkan misi kesenian dalam event Pesta Adat Erau dan International Folk Art Festival, Senin 22 Agustus 2016 pukul WIB di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. 

Dalam kesempatan tersebut kontingen Kabupaten Sleman akan menampilkan fragmen dengan lakon “Kesetiaan Sang Abdi” yang menggambarkan perjuangan Tumenggung Wirosuto dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh Pangeran Mangkubumi memimpin penambangan batu gamping yang akan digunakan untuk membangun kraton sebagai pusat pemerintahan.

“Hingga sekarang perjuangan tersebut dilegendakan dengan upacara adat Saparan Bekakak,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM disela-sela penerimaan 60 an pemenang Lomba Pidato dan Essay Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan RI dari 19 negara kawasan Amerika, Eropa, Asia dan Afrika di Museum Gunungapi Merapi Sleman, Sabtu (20/8).

Ayu menambahkan bahwa pengiriman misi keluar daerah kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah yang kedua pada Pekan Kesenian Bali ke-38 tanggal 27 Juni 2016 di Wantilan Hall Taman Budaya Denpasar Bali yang menampilkan sendratari dengan lakon “Kala Murda”.

Sedangkan yang pertama pada acara Ulang Tahun Kabupaten Gianyar ke 244 pada tahun 2015 di Balai Budaya Kabupaten Gianyar yang menampilkan tarian berjudul “Kridha Jatirasa”. Adapun tim artistik kontingen Kabupaten Sleman dalam Festival Erau ini adalah sebagai Sutradara dan penata tari  Indra Wijan.‪

Ayu menambahkan bahwa keikutsertaan kontingen Sleman dalam misi kebudayaan keluar daerah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan eksistensi, kreativitas dan wawasan seniman Sleman. Selain itu juga untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi dan produk  seni  unggulan Kabupaten Sleman dilevel nasional atau bahkan internasional.

“Dalam hal ini keikutsertaan Sleman juga untuk memeriahkan event Pesta Adat Erau dan  International Folk Art Festival (EIFAF),” kata Ayu.

Ditambahkan pula kontingen Kabupaten Sleman terdiri atas seniman-seniman muda yang berkompeten dan merupakan prestator dalam bidang seni tari dan garapan komposisi musik jawa.‬

Kesetiaan sang Abdi menggambarkan kondisi setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755 yang menjadikan babak baru bagi kerajaan Kasultanan Ngayogyakarta. Pangeran Mangkubumi saat dinobatkan menjadi raja belum memiliki bangunan keraton sebagai pusat kerajaan. Untuk membangun sebuah keraton diperlukan material yang cukup memadai diantaranya adalah batu Gamping yang berpusat di Jogja sebelah barat.

Saat itu diperintahlah Tumenggung Wirosuto untuk memimpin penambangan batu Gamping dan diikuti segenap para pengikutnya. Untuk mendapatkan batu Gamping ternyata tidak mudah karena wilayah gunung Gamping dikuasai oleh makluk halus yang berupa Jin yang bernama Poleng. Merasa wilayahnya diusik oleh Wirosuto beserta pengikutnya, maka murkalah Jin Poleng.

Para penambang selalu diganggu setiap mengambil batu gamping, bahkan korban dipihak para penambang terus berjatuhan. Wirosuto dan istrinya segera bergegas menemui Jin Poleng dan mereka beradu kesaktian. Namun, Jin Poleng terlalu sakti sehingga tewaslah Tumenggung Wirosuto.

Pangeran Mangkubumi sangat berduka atas peristiwa yang merengut abdi dan pengikutnya. Maka dibuatlah sesaji berupa sepasang boneka laki-laki dan perempuan (bekakak) sebagai pengganti atau pelengkap sarana dalam penambangan batu gamping agar seluruh pekerja batu gamping beserta masyarakat disekitar Gunung Gamping mendapatkan keselamatan.

Hingga sekarang Upacara Adat Saparan Bekakak masih terus dilestarikan, dan untuk tahun ini akan dilaksanakan pada pada tanggal 18 November 2016.




Dinas Budpar Promosikan Wisata di Kaltim

Sleman – Keberhasilan sektor pariwisata di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir tidak membuat semangat untuk melakukan promosi semakin berkurang namun hal itu memacu Pemkab Sleman dalam memasarkan potensi wisata dan budaya ke luar daerah semakin terus dilakukan. Hal ini ditunjukkan dengan kegiatan yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Sleman dalam kegiatan travel dialog di Kota Balikpapan dan kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tanggal 26 hingga 29 Mei 2015.

Dalam kegiatan ini Dinas Budpar juga melibatkan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Bagian Perekonomian, Bidang Perindustrian, Penanaman Modal, Bappeda Sleman untuk ikut dalam travel dialog yang dilakukan secara terpadu antara SKPD di Sleman.  Demikian disampaikan Kepala Dinas Budpar Sleman, Ir AA Laksmi Dewi TP MM, Jumat (29/5).

Menurut Ayu pangsa pasar di Balikpapan dan Samarinda dinilai cukup potensial, sehingga tepat sebagai sasasran promosi pariwisata untuk lebih mengenalkan potensi pariwisata dan budaya dan untuk lebih meningkatkan kunjungan wisata di Sleman dari kedua kota tersebut. Dan didukung dengan adanya penerbangan langsung Jogja Balikpapan PP, kondisi ini akan menguntungkan kedua belah pihak karena orang Balikpapan dan Samarinda bisa berkunjung ke Sleman, begitu juga sebaliknya orang Sleman dan Jogja berkesempatan berkunjung ke Balikpapan  sebagai kota Minyak (Banua Patra) dan Bumi Manuntung yang merupakan beruang madu maskot Balikpapan serta Samarinda sebagai Ibukota Kaltim yang dibelah oleh Sungai Mahakam sebagai sungai yang terpanjang di Indonesia.

Dikatakan Ayu bahwa untuk kegiatan travel dialog di Balikpapan dilaksanakan di Hotel Hakaya Plaza Balikpapan dengan peserta sejumlah 50 orang terdiri dari pelaku pariwisata, Kepala Sekolah SMP, SMK/SMA, Badan Promosi Pariwisata Balikpapan dan Duta Wisata Kota Balikpapan. Ditempat tersebut setelah mendapat paparan tentang keanekaragaman destinasi  wisata dan budaya yang dimiliki Sleman dari Kepala Dinas Budpar, mendapat tanggapan yang positif dari peserta terbukti dengan adanya 2 sekolah SMP dan SMA di Balikpapan yang langsung akan mengadakan studi tour ke Sleman.

Sementara itu dari duta wisata Kota Balikpapan yang terdiri dari putra-putri Manuntung mengajak kerjasama saling berkunjung dengan dimas diajeng Sleman untuk mengenalkan potensi wisata dan budaya masing-masing dan untuk mengembangkan bakat dan potensi masing-masing pribadi duta wisata. Ditambahkan Ayu, travel dialog yang dilakukan di kota Samarinda di Hotel Swissbell walaupun dilakukan pada malam hari juga mendapat sambutan yang cukup baik terbukti dengan kehadiran semua tamu undangan mengikuti sampai akhir acara.

Peserta juga memuji kegiatan yang dilakukan promosi wisata dan budaya secara langsung ke lokasi sekaligus  menguncang para pelaku pariwisata dan yang berkepentingan langsung dalam kegiatan. Sehingga kegiatan seperti ini benar-benar akan langsung ke sasaran dan mendapat tanggapan dari para pelaku pariwisata. Dalam kegiatan ini juga dikenalkan produk salak pondoh, kripik belut, bakpia Sleman dan batik parijoto salak sebagai oleh-oleh dan cindera mata khas Sleman.

Dalam paparannya Ayu menjelaskan bahwa Kabupatern Sleman diarahkan sebagai pusat pendidikan, pusat kebudayaan, penghasil pangan, daerah tujuan wisata, pengembangan industri kecil, agro industri dan industri jasa. Potensi pariwisata yang dimiliki Sleman yakni Wisata Budaya, Wisata Agro, Wisata Desa, Wisata Pendidikan dan Wisata Sejarah. Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada tahun 2014 mencapai wisatawan ( wisnus dan wisman)  atau meningkat 14,37% dari tahun sebelumnya yang berjumlah wisatawan ( wisnus ).

Sedangkan PAD sektor pariwisata tahun 2014 sebesar Rp 87,18 miliar (kontribusi 15,21% terhadap PAD Kabupaten sebesar Rp 573,34 miliar, angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 70,46 miliar (kontribusi 14,90% terhadap PAD Kabupaten sebesar Rp 472,79 miliar.