Kepolisian Kawal Penggunaan Dana Desa dari Penyelewengan

Turi – Jumat (19/1) bertempat di Gedung Pertemuan Desa Donokerto Turi, Polres Sleman mengadakan acara silaturahmi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Adapun yang diundang, antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kepala desa se-Kecamatan Turi, dan Kanit Binmas serta Babinkamtibmas Polres Sleman. Sedangkan dari Kepolisian hadir Kapolsek Turi yang dalam sambutanya menyampaikan bahwa inti dari pertemuan ini adalah sosialisasi tentang dana desa.

Sosialisasi yang mengundang kepala desa se-Kecamatan Turi ini diharapkan mampu mengantisipasi adanya korupsi dan penyelewengan terhadap dana desa.

Bila dana desa dikorupsi maka kapolsek juga akan kena imbasnya sebab sudah ada perjanjian bahwa kepolisian harus ikut mengawal dana desa agar tidak diselewengkan.

Sedangkan dari Polres Sleman hadir Kasat Binmas sebagai narasumber AKP Ani Sulistyarini.

Materi yang disampaikan diantaranya tentang Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dan Babinkamtibmas wajib laporkan tentang pengunaan dana desa per satu bulan.

Selain itu, AKP Ani juga menjelaskan mengenai parkir liar yang mana banyak masyarakat menyediakan parkir kendaraaan di dekat sekolah padahal anak sekolah belum boleh memakai kendaraan sendiri.

Tak hanya itu, tempat-tempat parkir tersebut tidak punya izin sehingga masuk dalam tindakan pungli dan bisa dipidana. Untuk itu masyarakat dihimbau agar selalu waspada dan memantau anak dalam pergaulannya supaya tidak melakukan hal-hal negatif yang akhirnya terjadi tindak kriminal.

Dalam sosialisasi ini dilaksanakan pula simulasi tentang penggunaan dana desa yang berisi pertanyaan atau contoh kegiatan. Kepala desa diminta untuk menilai kegiatan tersebut benar atau salah. (Harman)




Giat Silaturahmi Kapolres Cegah Radikalisme

Gamping – Senin (4/12) pukul WIB bertempat di Grha Sarina Vidi Convention Hall, Sat Binmas Polres Sleman mengadakan giat silaturahmi Kapolres Sleman dengan elemen masyarakat. Peserta yang hadir antara lain Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria, beserta jajarannya, tokoh masyarakat, tokoh agama, mitra Polri, purnawirawan, dan putra-putri Polri.

Dalam kesempatan ini Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Gamping juga diundang untuk mengikuti giat ini. Acara dibuka dengan sambutan dari Kapolres Sleman yang berpesan kepada kurang lebih 100 peserta diskusi, bahwa radikalisme harus kita cegah karena akan menimbulkan kemungkaran. Serta menekankan bahwa radikalisme tidak identik dengan Islam dan Islam tidak identik dengan radikalisme.

Di zaman sekarang, radikalisme masuk lewat kampus dengan cara mempengaruhi pemikiran mahasiswa yang sangat mudah untuk dipengaruhi. Oleh karena itu, masyarakat harus waspada terhadapnya.

Giat ini juga menghadirkan narasumber yaitu Dosen Prodi Lintas Agama, Mohammad Iqbal, Ketua Forum Pencegahan Penanggulangan Terorisme Yogyakarta (FKPT DIY), Abdul Muhaimin, dan Waryono dari UIN Sunan Kalijaga. Diskusi dipandu oleh Kasat Binmas, AKP Ani Sulistyowati sebagai moderator. Masing-masing narasumber menyampaikan materi yang berbeda berkenaan dengan penanggulangan radikalisme dan terorisme.

Di akhir sesi tanya jawab Kapolres Sleman memberikan penegasan bahwa radikalisme tidak menguntungkan dalam suatu kelompok dan konflik sosial penyebab berhentinya kehidupan ekonomi dan menelan biaya yang mahal. (Adnan Nurtjahjo)