Wariskan Budaya Jawa ke Anak Cucu

Kalasan – Sanggar Pembinaan Budi Pekerti dan Pelestari Budaya Jawa menggelar Pawiyatan Jawa Memetri Wiji, sejak Minggu (25/3) di Padukuhan Tamanan, Tamanmartani, Kalasan. Kegiatan ini rutin berjalan setiap hari Rabu dan Minggu dari pukul WIB sampai pukul WIB sejak Kamis (1/3).

Peserta pawiyatan tidak hanya anak usia TK-SLTA, saat ini sanggar juga merekrut peserta dari kalangan orang tua yang usianya berkisar antara 30 hingga 60 tahun.

Hingga tujuh bulan ke depan peserta khusus ini diberi pelajaran meliputi membaca dan menulis huruf Jawa, tatacara berbusana Jawa gaya Jogja, sesorah (pidato-red) bahasa Jawa, upacara adat Jawa, karawitan, dan kaligrafi huruf Jawa.

Kegiatan ini bertujuan untuk pelestarian Budaya Jawa. Usai mengikuti pawiyatan, peserta diharapkan bisa meneruskan kepada yang lain, contoh paling sederhana bila anak cucu diberi pekerjaan rumah Aksara Jawa, orang tua sudah bisa membimbingnya. (Tri Jack)




Cintai Kesenian Tradisional Warisan Nenek Moyang

Turi – Paguyupan Karawitan Ngudi Ngelmu Bangunkerto mengadakan gelar budaya melalui Festival Karawitan se-Kecamatan Turi yang dimulai dari pukul WIB pada Sabtu (17/2) bertempat di Rumah Slamet Ganggong Bangunkerto Turi. Selain Festival Karawitan juga diadakan Pentas Wayang Kulit pada malam harinya dengan menghadirkan Dalang Ki Anto.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Hadir dalam pembukaan Festival Karawitan adalah beberapa perwakilan dari DPRD Provinsi, Dinas Kebudayaan DIY, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, serta hadir pula Camat Turi, Kepala Desa Bangunkerto dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Festival resmi dibuka oleh Sambudi, anggota DPRD Provinsi DIY. Dalam sambutannya, Sambudi merasa bangga dan senang karena masih banyak karawitan yang eksis dan terus hidup meskipun kebanyakan anggotanya sudah tua. Sambudi berharap supaya kegiatan lomba ini diadakan setiap tahun dan bergantian ke desa yang lain sehingga bisa semakin maju dan berkembang.

Tak hanya itu, Sambudi juga berpesan untuk selalu mencintai kesenian tradisional yang merupakan warisan nenek moyang. Pun, berharap agar seni karawitan ini bisa ditularkan ke anak-anak sehingga ke depannya bisa ada regenerasi.

Lomba karawitan diikuti oleh lima peserta atara lain dari Karawitan Gadung Bangunkerto, Gondoarum Wonokerto, Ngangrong Wonokerto, Gabugan Donokerto, dan Somoetan Girikerto. Sedangkan juri terdiri dari tiga orang yang merupakan penggiat seni dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. (Harman)