Kartu Tani Atasi Masalah Terkait Pertanian

Ngaglik – Kita semua telah masuk era digital untuk itu semua harus bisa mengikuti perkembangannya. Kini semua pelayanan satu demi satu sudah memanfaatkan elektronik. Termasuk para petanipun sudah harus melek elektronik karena ke depan sudah serba digital, mau tidak mau, suka tidak suka harus menggunakannya.

Seperti yang dilakukan Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto yang menyerahkan Kartu Tani untuk para petani Desa Sukoharjo pada Senin (9/10) di Aula Balai Desa Sukoharjo Ngaglik.

Para petani diberikan Kartu Tani tujuannya tidak lain untuk mempermudah cara bertransaksi termasuk pencairan bantuan dari pemerintah dan kredit perbankan termasuk mencari pupuk melalui koperasi atau melalui kelompok tani. Diharapkan dengan kartu tani ini, para petani bisa mengakses terkait persoalan pertanian mulai pembibitan sampai panen.

Namun karena ini hal yang baru maka perlu pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkesinambungan, baik keuntungan dan kerugian pemakaian kartu ini. Lebih lanjut, para penerima kartu tani mengucapkan terima kasih karena para petani sudah terbantu dengan kartu tani ini.

Para petani berharap kartu ini bisa memperlancar usaha taninya mulai dari pembibitan sampai pasca panen termasuk penjualan dan pemasarannya di lapangan.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman menyampaikan selamat telah menerima kartu tani ini. Semoga bermanfaat dan menambah semangat baru dalam bertani sehingga produksi pertaniannya dapat meningkat. (Suripto)

 




Kartu Tani Mudahkan Petani Manfaatkan Subsidi

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyerahkan kartu tani sejumlah kepada petani di Kabupaten Sleman pada Selasa (19/9) di Halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Menurut Sri, kartu tani ini dibagiakan agar subsidi pemerintah pada sektor pertanian bisa tepat sasaran. “Kartu tani itu kan program nasional ya. Itu kan digunakan untuk para petani petani yang membutuhkan,” terang Sri saat ditemui di sela-sela peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37.

Sri menambahkan, kartu tani ini bisa digunakan para petani untuk membeli berbagai macam kebutuhan pertanian. “Kartu tani bisa dimanfaatkan macam-macam sehingga harapannya nanti mereka nanti bisa gunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya keperluan dari petani, misalnya pupuk segala macam itu,” tambah Sri.

Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suwandi Azis, menyampaikan pula bahwa pembagian kartu tani tahap pertama ini dapat memudahkan para petani dalam memanfaatkan subsidi pemerintah karena petani tidak perlu bersinggungan langsung dengan dana dari pemerintah. “Jadi subsidi itu sudah masuk dalam rekeningnya petani, tinggal petani tidak bersinggungan dengan uang tapi hanya dengan kartunya itu,” ungkap Azis.

Dituturkan Azis, dana yang diberikan kepada setiap petani memiliki jumlah yang berbeda, salah satunya tergantung dari luas lahan petani. “Luas lahannya berapa nanti kan ketemu jumlah kebutuhan pupuknya berapa, nanti disubsidi berapa kemudian yang harus dibayar oleh petani sendiri berapa,” jelas Azis.

Azis mengaku bahwa pembagian kartu tani ini masih dalam proses berjalan, mengingat jumlah petani yang terdaftar di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mencapai petani. Karenanya, Azis memperkirakan bahwa penggunaan kartu ini baru bisa maksimal pada tahun mendatang.