Kebocoran PDAM Sleman Capai 28 Persen

PDAMSleman – Direktur PDAM Sleman, Drs Dwi Nurwata  SE MM menyatakan ke depan PDAM Sleman memiliki langkah yang akan ditempuh dalam upaya peningkatan kinerja yakni 2 program prioritas peningkatan pelayanan dan  menekan tingkat kehilangan air. Untuk percepatan pelayanan memberikan pelayanan kepada Sego Pinggiran yakni meliputi wilayah  Seyegan,  Godean, Gampimg, Minggir dan Moyudan.

“Saat ini kebocoran di PDAM Sleman mencapai 28 %, dan untuk menekan tingkat kebocoran air dengan menggunakan zona sistem (distrik meteran) untuk mendeteksi dini kebocoran air dengan target 25 %,” kata Dwi Nurwata usai dilantik kembali oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI sebagai Direktur PDAM Sleman periode 2016-2020 di Aula lantai III Pemkab Sleman, Rabu (24/2).

Menurut Dwi Nurwata, kebocoran air tersebut sudah mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih mencapai 37 % tingkat kebocoran air dari produksi 310 liter/detik. Dwi Nurwata mengakui dalam menekan kebocoran airini memang tidak mudah karena perlu upaya lebih spesifik.

Sementara Sri Purnomo menyampaikan bahwa terpilihnya kembali  Dwi Nurwata sebagai Direktur PDAM Sleman masa jabatan 2016 – 2020  membuktikan bahwa kinerjanya selama ini memberikan progres positif terhadap kemajuan PDAM Sleman baik dalam prestasi kerja maupun dalam pelayanan kebutuhan air bersih kepada masyarakat.

Prestasi tersebut terlihat dari peningkatan berbagai aspek baik dari sisi pelayanan, jumlah pelanggan serta laba yang dihasilkan. Selain itu terlihat pula dari hasil audit BPKP DIY, dimana hasil audit kinerja PDAM Sleman berdasarkan Kepmendagri, pada tahun 2012 kinerja PDAM Sleman memperoleh nilai 58,77 dengan kategori cukup, meningkat pada tahun 2015 dengan predikat baik, dengan nilai 61,53.

Serta hasil audit kinerja PDAM yang penilaiannya berdasarkan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), pada tahun 2012 memperoleh nilai 3,025 meningkat menjadi 3,67 pada tahun 2015 dengan kategori sehat.

“Dengan prestasi-prestasi dan kemajuan yang telah diraih, diharapkan dapat menjadi modal dan pengalaman dalam memimpin PDAM Sleman ke depan,” kata Sri Purnomo.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa keberhasilan yang diperoleh ini tidak terlepas dari dedikasi dan loyalitas seluruh jajaran PDAM, untuk itu saya juga ingin memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran PDAM Sleman yang telah bersama-sama melaksanakan tugas dan kewajiban selama ini dengan kinerja yang sangat baik.

PDAM Sleman memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui jaminan ketersediaan air bersih. Untuk itu PDAM diharapkan dapat secara dinamis meningkatkan layanannya kepada masyarakat sehingga mampu meminimalisir ketidakpuasan masyarakat atas layanan yang diberikan. Walaupun capaian dalam aspek pelayanan telah menunjukkan kinerja yang memuaskan, namun bukan berarti inovasi dalam pelayanan tidak diperlukan.

Untuk itu PDAM Sleman beserta jajaran dituntut untuk peka dan jeli membaca kondisi riil dilapangan sehingga dapat terus berinovasi dalam program kerja yang dicanangkan, dimana harapannya kedepan, kinerja PDAM Sleman dapat semakin meningkat.