Dana Desa Tahun 2016 Kecamatan Depok Naik

Sleman – Camat Depok, Drs Budiharjo mengatakan dana desa  tahun 2016 di Kecamatan Depok  mengalami kenaikan yang cukup banyak misalnya Desa Caturtunggal yang semula hanya  Rp 363,285 juta pada tahun 2016 naik menjadi Rp 922,975 juta, Desa Maguwoharjo yang semula Rp 330 juta  naik menjadi Rp 793,518 juta dan desa Condongcatur yang pada tahun lalu hanya Rp 339,422 juta pada tahun 2016 naik menjadi Rp 798,780 juta.

“Pengelolaan  bantuan desa di tiga desa Kecamatan Depok berjalan dengan baik dan sudah dilaporkan sesuai dengan ketentuan,” kata Budiharjo ketika menghadiri Musrenbang Kecamatan Depok di Gedung Sasana Anglocita Tama di komplek kantor kecamatan Depok, Jumat (29/1).

Menurut Budiharjo, musrenbang tahun 2016 tersebut bertemakan pemberdayan potensi ekonomi lokal menuju kemandirian masyarakat Sleman yang berbudaya.
Hal tersebut dimaksudkan agar kedepan potensi perekonomian yang ada di masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, tidak perlu mendatangkan produk dari luar.

“Tentu kalau potensi yang ada di masyarakat tersebut digali secara maksimal disatu sisi akan meningkatkan kehidupan masyarakat, disisi lain akan mengenalkan produknya keluar,” kata Budiharjo.

Disampaikan pula bahwa musrenbang dilakukan dalam rangka penyerapan aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan di Kecamatan Depok. Keterlibatan masyarakat dalam penyusunan rencana pembangunan adalah kontribusi yang sangat besar bagi pemerintah agar apa yang direncanakan tersebut sesuai dengan harapan masyarakat.

Dengan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan agar nantinya masyarakat ikut handarbeni dan ikut merawat hasil pembangunan tersebut.




Berbagai Lomba Peringati HUT Kemerdekaan ke 70 di Kecamatan Depok

autisSleman – Peringatan HUT ke 70 Kemerdekaan RI di Kecamatan Depok sarat dengan berbagai kegiatan, hal tersebut sebagai bentuk manifestasi kemerdekaan RI yang dicapai dengan susah payah, dengan pengorbanan jiwa dan raga. Upaya untuk menggugah generasi muda untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur untuk mewujutkan kemerdakaan.

Sebagai generasi muda hanya untuk melanjutkan perjuangan mereka tidak harus dengan pengorbanan jiwa dan raga, tetapi hanya untuk mewujutkan Indonesia yang berdaulat , Adil dan makmur. Untuk mengisi kemerdekaan tersebut tentu dengan kegiatan yang positif, agar keadilan dan kesejahteraan rakyat betul-betul terwujut bagi semua lapisan masyarakat.

Demikian antara lain disampaikan Camat Depok, Drs Budiharjo ketika membuka berbagai lomba di Sasana Anglocita Tama  Kecamatan Depok Sleman,  Rabu (19/8). Lebih lanjut disampaikan Budiharjo  bahwa tujuan dari berbagai lomba dimaksudkan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke 70 Kemerdekaan RI, memberikan dan mengenalkan nilai-nilai  kepahlawanan serta memupuk rasa nasionalisme pada generasi sekarang.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah lomba bagi anak penyandang autis yang dimaksudkan untuk memberikan pemenuhan hak dan kesempatan berperan bagi anak-anak tersebut dalam berinteraksi sosial secara positif, serta sebagai sarana kampanye akan harapan peningkatan kesadaran kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap para penyandang autis.

Disamping  lomba tersebut Kecamatan Depok juga mengadakan kegiatan yang lain, yaitu kampanye makan daging kelinci, lomba paduan suara yang dilaksanakan Kamis (20/8) dan Resepsi Kenegaraan tingkat Kecamatan Depok, serta Festival Makanan Tradisional Jawa dan diiringi hiburan Orkes Keroncong di halaman Kecamatan Depok.

Sedang untuk hari Jumat (21/8) juga diadakan senam massal dan jalan santai, lomba tumpeng nasi kuning antar dinas Instansi se Kecamatan Depok, Festival Angkringan Hasil olahan pangan dan pentas Kethoprak dengan lakon “ Bantening Kamukten”

Sementara  Hermi Nutaya dari Forum Kompak selaku ketua panitia melaporkan bahwa  jenis lomba dalam peringatan HUT RI ke 70 tersebut lomba menggambar, mewarnai, memindahkan bendera, makan krupuk dan menangkap ikan. Sedang jumlah peserta dalam lomba tersebut  sebanyak 62 anak yang berasal dari 9 sekolah, baik inklusi maupun SLB, yaitu Fajar Nugraha, Citra Mulia Mandiri, Taruna Alquran, Dian Amanah, Bina Anggita, Wiyata Darma, Fredofios, Homeschooling Primagama, dan Sekolah Katolik Karitas Ngaglik.

Hasil lomba yang diadakan Rabu (19/8) adalah   Lomba Menggambar juara I Arya Ramadhani dari CMM, juara II Bagas Ridho Pambudi dari CMM, juara III Ajeng dari Homeschooling Primagama. Lomba Mewarnai juara I Riskia Chairunisa dari SLB Fredofios, juara II Ari Nindyo Wicaksono dari SLB Fredofios, juara III Aida dari Homeschooling Primagama.

Lomba  memindahkan bendera juara I  Fauza dari Bina Anggita, juara II Dina dari HSC Primagama, juara III Farrel dari SLB Fredofios. Lomba makan kerupuk juara I Nerri dari HSC Primagama, juara II Helmi dari  Dian Amanah, juara III Fauza dari Bina Anggita. Dan lomba  menangkap ikan juara I Rian dan Erik dari SLB Dian Amanah, juara II Insan M dan Aibara dari SLB CMM dan juara III Noval dan Sendri dari Fredofios. Para pemenang mendapatkan piala yang diserahkan Sekcam Depok  Budi Pramono.




Kecamatan Depok Adakan Sosialisasi PKDRT

Sleman – Salah satu kegiatan yang dilakukan FKIM (Forum Kelompok Informasi Masyarakat) adalah penyampaian informasi kepada masyarakat dan itu dilakukan oleh KIM Kecamatan Depok, dengan melakukan sosialisasi tentang PKDRT yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Depok, Rabu (22/10).

Camat Depok Drs Budiharjo disela sela pelaksanaan sosialisasi menyampaikan bahwa kiprah KIM Depok sampai saat ini masih eksis dalam memberi pencerahan kepadaa masyarakat. Disamping itu dengan keberadaaan KIM masyarakat akan lebih melek daan tahu berbagai informasi baik dari pemerintah maupun lembaga yang lain dan karena KIM dibawah pimpinan Sudiyono, KIM Depok tetap maju.

Sementara itu ketua KIM Depok Sudiyono menyampaikan bahwa nara sumber dalam sosialisasi tersebut Elsa Fatimah dari LSM Limora, dan Budi Yuwono dari Polsek Bulaksumur. Sedang peserta sosialisasi para dukuh dan LPMD se Kecamatan Depok sebanyak 75-100 orang. Sedangkan Budi Yuwono dalam metarinya antara lain mengatakan bahwa syarat untuk ditetapkan sebagai hakim adalah telah berpengalaman sebagai hakim di pengadilan dalam lingkungan peradilan umum dan mempunyai minat, perhatian, dedikasi danmemahami masalah anak.

Lebih lanjut disampaikan bahwa yang termasuk anaak nakal adalah anak yang melkaukan tindak pidana , atau anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut peraturan hukum lain yang hidup daan berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.

Sementara itu Elsa Fatimah dari Lembaga Limora antara lain menyampaikan bahwa tujuan PKDRT adalah untuk mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga,  menindak pelaku kekeraasan dalam rumah tangga dan memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Disampaaikan pula bahwa  ranah hukum publik yang merujuk dalam pasal 15 UU PKDRT yaitu barang siapa melihat, mendengar, mengetahui terjaadinya kekerasan wajib memberikan pertolongan untuk mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat dan membantu prosespengajuan permohonan penetapan perlindungan.




Kecamatan Depok Kekurangan TPS

Sleman – Keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah Kecamatan Depok dinilai masih minim. Pasalnya, jumlah TPS yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan yang ada. Camat Depok, Drs Budiharjo, kemarin mengatakan saat ini ada 29 TPS yang tersebar merata di tiga desa, Maguwoharjo, Condongcatur, Caturtunggal. Jumlah ini mencukupi warga dari 58 pedukuhan.

“Namun realisasinya, TPS yang sudah tersedia tidak mampu menampung sampah rumah tangga yang ada,” kata Budiharjo.

Menurutnya, jumlah yang ada sudah ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah Kecamatan Depok. Namun banyaknya pendatang serta penyedia jasa dan usaha yang ada di Depok, berimbas pada overloadnya sampah.

“Idealnya untuk tiga padukuhan tersedia satu TPS, tapi itu ukuran minimal. Di Depok jumlah TPS nya sudah melebihi ukuran minimal, seharusnya mencukupi,” ungkapnya.

Kebutuhan tersebut masih dibantu dengan empat depo sampah di Kaliwaru, Klebengan, Tambakboyo, dan Nologaten. Namun jumlah ini masih berbanding jauh dengan sampah rumah tangga yang dihasilkan.

“Kondisi saat ini belum memungkinkan untuk menampung semua sampah rumah tangga yang dihasilkan. Terlebih banyaknya usaha seperti restoran dan rumah makan yang menghasilkan sampah yang banyak,” tambah Budiharjo.

Budiharjo juga menjelaskan, ketimpangan ini berimbas pada munculnya tempat pembuangan liar yang tidak terkelola. Kondisi ini tentunya akan merugikan masyarakat karena dampak negatif sampah yang tidak terkelola. “Tempat pembuangan liar ini sulit terdeteksi, karena munculnya tidak langsung. Sehingga pengendaliannya sulit dilakukan,” jelasnya.




Pemilih Di Kecamatan Depok Penuh Dan Pengguna A-5 Dialihkan

Sleman – Jumlah pemilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) yang tercatat di PPK Kecamatan Depok Sleman, sudah penuh. Dengan demikian, kata anggota KPUD Sleman Imanda Yulianto, Minggu (29/6), pemilih pindahan dari luar daerah yang akan menggunakan hak pilihnya di Depok tidak akan terlayani.

“Kecamatan Depok yang terbagi dalam tiga desa itu memiliki jumlah pemilih di atas orang. Dan saat ini pemilih yang tercatat di daftar pemilih serta pemilih tambahan sudah penuh,” kata Imanda.

Menurut dia, pemilih tambahan yang sekarang sedang mengurus A-5 jika bermukim di wilayah Depok akan dialihkan ke TPS di kecamatan sekitarnya. Kemungkinan akan dialihkan ke Desa Minomartani (Kecamatan Ngaglik) atau Desa Sinduadi (Kecamatan Mlati).

Hingga Sabtu (28/6) sore masyarakat asal luar Sleman yang mengurus pemindahan penggunaan hak pilihnya ke wilayah Sleman dengan cara mengurus A-5 di KPU Sleman mencapai lebih dari orang. Proses penyelesaian A-5 di KPU Sleman diakuinya relatif tidak bisa cepat.

Ada beberapa faktor yang menjadikan tidak cepat, misalnya keterbatasan tenaga yang berhak mengakses ke data pemilih, jaringan internet yang terkadang lelet dan sebagainya.

Imanda juga menambahkan KPU Sleman sudah memetakan kemampuan logistik masing-masing TPS sehingga pemilih pindahan ini akan dialokasikan ke PPS yang masih memungkinkan.