LKM Bangunkerto Bantu Wujudkan Kota Tanpa Kumuh

Turi – Minggu, (28/1) LKM Bangun Sejahtera Desa Bangunkerto melaksanakan Rembuk Warga Tahunan (RWT) dari pukul WIB di Gedung Serbaguna Desa Bangunkerto.

Adapun peserta RWT adalah semua Kepala Dukuh, Ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat se-Desa Bangunkerto.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kasi Ekobang, Anik dan Kasi Kesejahteraan Masyarakat, Sudiyono.

Dalam sambutannya, Sudiyono mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap LKM Bangunkerto yang selama ini telah banyak membantu pemerintah Desa Bangunkerto.

Tak hanya itu, LKM juga membantu di sisi sosial yakni pembangunan rumah bagi warga miskin sehingga di Desa Bangunkerto bisa bebas dari Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pun, saat ini sedang mengerjakan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di mana sasarannya adalah dusun yang masih dinilai kumuh. Kota akan ditata dan dibangun jalan kampung, tempat pembuangan limbah, dan juga taman untuk mempercantik jalan kampung.  Harapan ke depannya semua padukuhan yang ada di Desa Bangunkerto bisa tertata bersih dan rapi sehingga tidak ada yang kumuh lagi.

Dalam acara tersebut LKM Bangunkerto juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerjanya selama tahun 2017. Selain itu, dikukuhkan pula kepengurusan LKM yang baru periode 2018 -2020 oleh Kepala Ekobang Turi. Dengan kepengurusan yang baru ini diharapkan kinerja LKM Bangunkerto akan lebih baik lagi dan bermanfaat bagi masyarakat di Desa Bangunkerto. (Harman)




Tertib Administrasi Tolak Ukur Keberhasilan Pengawasan Pemilu

Gamping – Sabtu (16/12) pukul WIB, Panwaslu Kecamatan Gamping mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Pembinaan Administrasi Keuangan Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan se-Daerah Istimewa Yogyakarta gelombang II yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta.

Bimtek ini diprakarsai oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembukaan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Bagus Sarwono, didampingi oleh Kasubbag Administrasi dan Umum Bambang Untoro, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Mujiono.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Bimtek Sudarmanto, peserta gelombang II dari Panwaslu Kabupaten Sleman sebanyak 55 orang dari 17 kecamatan dan Panwaslu Kota Yogyakarta sebanyak 46 orang dari 14 kecamatan. Narasumber berasal dari Staf Keuangan Bawaslu RI Yayan yang menyampaikan materi tentang Sistem Aplikasi Satuan Kerja (SAS). Materi ini penting sekali karena dukungan anggaran dan tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan menjadi tolok ukur keberhasilan pengawasan pemilu.

Ibarat mata uang, Panwaslu kecamatan terdiri dari Komisioner dan Kesekretariatan yang mempunyai tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta tidak dapat dipisahkan karena saling mendukung (tidak ada yang paling penting di antara keduanya).

Target Bawaslu DIY pada pemilu legislatif dan pemilu presiden adalah sukses dalam pengawasan (indikatornya pengakuan dari masyarakat dan akademisi serta sukses di bidang pengelolaan administrasi dan keuangan). Khusus untuk pengelolaan keuangan di audit oleh BPK/pengawas internal dengan indikator WTP. (Adnan Nurtjahjo)




Panwaslu Bantu Pemerintah Sukseskan Pemilu

Turi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan tes tertulis bagi calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan se-Kabupaten Sleman pada Sabtu (04/11) di Gedung Asrama Haji, Jalan Ring Road Utara.

Menurut keterangan Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito, jumlah peserta yang mengikuti tes tertulis ada 171 peserta, akan tetapi yang datang 164 peserta. Ditambahkan Ibnu, para peserta yang lulus dari tes tertulis ini nantinya akan mengikuti tes wawancara.

Sebelum tes dimulai oleh Ketua Bawaslu Propinsi DIY, Bagus Sarwono diserahkan naskah soal dan lembar jawab sejumlah 171 lembar yang disaksikan perwakilan peserta, Suharno dari Kecamatan Turi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Bawaslu Propinsi DIY, yang mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dan panitia untuk mensukseskan pemerintah dalam menyelenggarakan Pemilu 2019.

Bagus juga menuturkan rasa syukurnya karena dalam penyelenggaraan tes tertulis ini tidak bersamaan dengan Pilkada sehingga dapat dengan fokus melaksanakan tugas. Bagus pun menggarisbawahi mengenai pembuatan naskah soal yang menjadi domain Bawaslu Provinsi dengan kerahasiaan yang terjamin.

Tak lupa, Bagus juga menghimbau kepada para peserta tes agar mengerjakan soal dengan cermat dan jujur. (Suharno)




Turi Dukung Penerapan Jam Belajar Masyarakat

Turi – Pada Selasa (12/9) di Kecamatan Turi diselenggarakan sosialisasi tentang Jam Belajar Masyarakat (JBM). Adapun peserta yang hadir ada 30 orang dari Desa, UPT Pendidikan, PKK Desa, Babinkamtibmas, Koramil, dan Perwakilan Sekolah.

Materi tentang JBM disampaikan oleh Amiruddin Najib. Di sini dijelaskan tentang kota pelajar, perkembangan generasi dan pendidikan, manfaat JBM, konsep dasar JBM, perbandingan pelaksanaan JBM dengan daerah lain, siapa saja yang terlibat di JBM, tokoh pendidikan Indonesia, dan proses pelaksanaan JBM.

Dalam sambutannya Camat Turi, Siti Anggraeni tak lupa menyampaikan mengenai peranan orang tua, peran dari pendamping, komitmen warga, dan fasilitas

Siti juga menghimbau agar desa-desa di Turi dapat membuat peraturan terkait JBM sehingga nantinya warga dan pemerintah bisa bergerak secara bersama-sama mensosialisasikan JBM ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab.




Menilik Kiprah PPDI Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – Sungguh sangat luar biasa Pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kecamatan Ngaglik dalam mengelola dan menggerakkan anggota yang berkebutuhan khusus atau difabel di lingkungan Kecamatan Ngaglik.

Disampaikan Waluyo selaku Pembina PPDI Kecamatan Ngaglik, anggota PPDI hingga saat ini telah mencapai kurang lebih 500 orang. Akan tetapi, dari jumlah tersebut baru 10 persen anggotanya yang secara rutin dan aktif selalu berkumpul. Menurutnya, ini pertanda PPDI harus menggencarkan sosialisasi kepada teman-teman yang belum bisa bergabung dengan berbagai alasan. Pengurus pun harus bekerja keras untuk selalu memotivasi difabel sekitar untuk mau bergabung.

Salah satu agenda yang diadakan PPDI untuk memajukan semangat anggotanya adalah melalui silaturahmi rutin selapan setiap Ahad Legi. Kali ini, PPDI menyelenggarakan silaturahmi rutin pada Minggu (3/9) di rumah Sri Widodo Dusun Bantarjo, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Dalam silaturahmi tersebut hadir berbagai unsur masyarakat, antara lain pengurus dan anggota PPDI se-Kecamatan Ngaglik, Kepala Dukuh Bantarjo, Bangkit Arif Pramono, perwakilan dari Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Ngaglik, Haryatmoko, KIM Ngaglik, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) DIY, Prasetyo, Ketua Relawan Indonesia (RELINDO), Heri Prabowo, Relawan Sosial Ngaglik, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Ngaglik.

Dalam sambutannya, Bangkit menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah yang sudah menyiapkan segalanya serta menyambut baik diadakannya pertemuan silaturahmi ini.

Bangkit selaku Kepala Dusun Bantarjo mendukung kegiatan yang sangat mulia ini dan berharap dapat membantu mensosialisasikan kepada warga penyandang difabel untuk bergabung di PPDI Kecamatan Ngaglik,

Sementara itu, perwakilan Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Ngaglik, Haryatmoko, memberikan sosialisasi mengenai tempat ibadah khususnya masjid atau mushola yang ramah difabel sehingga para penyandang difabel terlayani dengan baik dalam melaksanakan ibadahnya.

Dalam pengembangan PPDI ini, tentu ada harapan dan tantangan yang dilalui, yakni pendataan anggota PPDI melalui desa dan dibentuk ranting PPDI desa se-Kecamatan Ngaglik, peningkatan pendidikan dan keterampilan untuk kemandirian anggota, motivasi kepada warga yang mempunyai difabel untuk bergabung anggota PPDI, menampung data difabel se-Kecamatan Ngaglik sebagai bahan untuk melihat potensi anggota, memperjuangkan jaminan kesehatan anggota, mengusahakan alat bantu yang dibutuhkan anggota seperti kruk, kursi roda, alat bantu pendengaran, dan lainnya yang dibutuhkan termasuk alat bantu untuk tuna netra.

Acara silaturahmi ini diakhiri dengan pemutaran Film Dokumenter Kegiatan PPDI Kecamatan Ngaglik.