Kurangi Ketergantungan Gagdet pada Anak Lewat Aktivitas Luar

Turi – Dalam Festival Literasi Digital (FIRAL) 2017 yang berlangsung Minggu (15/10) di Convention Hall Fisipol UGM diadakan kelas parenting. Kelas yang dihadiri 60 orang terdiri dari orang tua dan calon orang tua ini, diampu oleh Hilman Al Madani.

Dalam era digitalis, kita sebagai orang tua harus menjalin komunikasi secara komunikatif kepada anak. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget, alihkan kegiatan anak bersama orang tua melalui kegiatan di luar rumah dalam bentuk bermain di alam, mengerjakan kerajinan yang disukai anak, memasak, berkunjung/silaturahmi ke tempat saudara, memancing, bermain sepakbola, atau kegiatan-kegiatan tanpa memegang handphone.

Balita adalah masa emas dalam perekaman otak. Jika sejak dini sudah dipegangi handphone maka banyak sekali akibat yang akan ditimbulkan, seperti egoisme, perilaku atraktif, keras, tidak peduli dengan lingkungan dan keluarga sekelilingnya, dan asyik dengan komunitas teman-teman di gadget.

Ke depan otak anak akan merasa kecanduan, penglihatan akan terpapar sinar biru yang menyebabkan retina rusak. Sebagai orang tua tidak ada kata terlambat untuk belajar memahami digital dalam menghadapi dan mendidik anak secara benar. Membatasi anak bukan berarti mengurangi kasih sayang kita terhadap anak, justru kita menjaga anak-anak agar bisa hidup lebih baik. (Purisada)




Berbagai Kegiatan Warnai Peringatan Hari Amal Bhakti ke 70 Kemenag Sleman

Penjelasan LudfiSleman – Berbagai kegiatan mewarnai peringatan Hari Amal Bhakti ke 70 Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman. Kegiatan diawali dengan semaan Al-Quran 30 juz yang telah dilaksanakan dua hari tanggal 17-18 Desember 2015 di kantor Kemanag Sleman.

“Semaan diikuti siswa siswi Madrasah dan Pondok Pesantren. Sunatan masal juga sudah dilaksanakan tanggal 29 Desember lalu yang diikuti 70 anak SD dan MI kurang mampu,” kata Kepala Kemenag Sleman, Ludfi Hamid kepada wartawan di Sleman, Rabu (30/12).

Selain kegiatan yang sudah dilaksanakan ada kegiatan lain yang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 2 Januari 2016 mendatang yaitu kegiatan senam nusantara dan jalan sehat serta donor darah.

Menurut Ludfi Hamid, senam nusantara ini akan menjadi kegiatan senam pertama karena peserta bebas tanpa atribut apapun. Artinya para peserta tidak harus berpakaian olahraga, tetapi bebas memakai pakaian apapun termasuk pakaian adat dan lainnya.

“Kami sengaja mengadakan senam nusantara karena Kemenag ingin mewujudkan kerukunan antar agama atau elemen bangsa. Apalagi setelah Pilkada selesai rekonsiliasi harus dilakukan untuk menjaga Sleman tetap aman dan kondusif,” kata Ludfi Hamid.

Selain itu tujuan lain senam nusantara untuk menyebarkan misi menjunjung tinggi nilai budaya dengan diiringi musik tradisional berupa gamelan, angklung dan hadroh. Melalui olahraga lanjut Lutfi Hamid, bisa dilaksanakan semua elemen dan memberikan gambaran bahwa Kemenag tidak hanya memberi indikasi agama saja tetapi juga bawa misi keselarasan, harmonisasi dan dinamisasi masyarakat.

Ditambahkan Ludfi Hamid, puncak acara akan dilakukan hari Minggu tanggal 3 Januari 2016 berupa upacara bendera dilapangan Pemkab Sleman, kemudian akan dilanjutkan tasyukuran. Pada tanggal 5-6 Januari 2016 juga akan dilakukan silaturahmi ke rumah mantar pejabat Kemenag Sleman.




Sultan DIY Tinjau Langsung Kegiatan Pembersihan Abu Vulkanik Di Sleman

Sleman – Kegiatan pembersihan abu vulkanik akibat letusan G Kelud di tempat-tempat yang vital dan fasilitas publik di Sleman mendapat perhatian dari Gubernur DIY. Gubernur DIY, Selasa (18/2) mengunjungi kegiatan pembersihan abu vulkanik yang dilakukan Pemkab Sleman.

Gubernur pertama kali mengadakan pemantauan di Puskesmas Rawat Inap Sleman di Nyaen Pandowoharjo Sleman. Di Puskesmas ini kegiatan pelayanan tetap berlangsung walaupun dengan atap bangunan puskemas dan halamannya masih tertutup abu vulkanik.

Gubernur di tempat ini juga menyerahkan bantuan Pemerintah DIY berupa mobil pemadam kebakaran dengan tangga hidrolis serta alat-alat penunjang kegiatan kerja bhakti seperti sekop, karung dan gerobag sorong kepada Kabupaten Sleman. Mobil damkar bantuan ini langsung digunakan untuk menyemprot bagian atap puskesmas dan atap bangunan SDN Nyaen, dibantu dengan mobil water canon dari Polda DIY.

Selanjutnya, Gubernur melakukan peninjuan ke Pasar Turi, karena pasar ini menjadi tempat kegiatan yang cukup penting untuk menggerakkan roda perekonomian di wilayah Turi dan sekitarnya.

Kemudian rombongan gubernur yang juga disertai Kapolda DIY, Danrem DIY, Danlanal, Gubernur AU serta pejabat di lingkungan DIY serta Bupati Sleman yang disertai dengan pejabat Sleman melakukan peninjauan ke pasar ikan dan pembenihan ikan nila Garongan Girikerto Turi.

Di tempat ini, gubernur melakukan dialog dengan petani ikan dan petani salak Turi. Dalam dialog ini, masyarakat Turi menyampaikan bahwa produksi tanaman salak di Turi tidak terpengaruh dengan adanya abu vulkanik.

Dalam kesempatan ini, Gubernur DIY meminta segera dilakukan upaya embersihan tempat-tempat yang mempunyai nilai strategis, seperti puskesmas, sekolah, pasar dan tempat pelayanan maupun pusat kegiatan perekonomian agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.