Turi Mulai Kembangkan Salak Pondoh Organik

Turi – Kamis (7/12) bertempat di Aula Kantor Desa Bangunkerto, Pemerintah Desa Bangunkerto menyelenggarakan pelatihan budidaya perikanan dan pembuatan pupuk organik.

Acara yang dimulai pukul WIB ini dibuka oleh Lurah Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf. Acara ini juga menghadirkan dua narasumber yang memiliki kapabilitas, yakni UPT BP4 Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Nur Fatah untuk perikanan dan Ananta untuk pembuatan pupuk organik.

Peserta pelatihan inipun beragam mulai dari UMKM, kelompok tani, pembudidaya ikan hingga anggota KIM yang ada di wilayah Bangunkerto.

Adapun tujuan diadakanya pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan hasil perikanan di mana masyarakat di Desa Bangunkerto hampir 80% mempunyai kolam yang selama ini baru dimanfaatkan untuk sekadar kesenangan. Diharapkan setelah pelatihan ini, masyarakat bisa memanfaatkan kolamnya untuk budidaya ikan dan bisa mempunyai nilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Sedangkan untuk pelatihan pupuk organik diharapkan juga untuk menambah harga jual salak mengingat di Desa Bangunkerto 90% warganya adalah petani salak pondoh. Beberapa tahun belakangan ini, harga salak pondoh pun terus merosot sehingga dengan salak pondoh organik diharapkan harga jualnya dapat lebih tinggi.

Kegiatan pelatihan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah Desa Bangunkerto terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan diharapkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (Harman)




Verifikasi Kabupaten dan Kota Sehat

Turi – Kabupaten Sleman mengikuti Dalam rangka Lomba Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional, tim KKS pusat didampingi perwakilan dari seluruh dinas Provinsi DIY melakukan verifikasi ke Kabupaten Sleman pada hari Rabu (25/10). Seluruh tim diterima di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dan acara dilanjutkan dengan paparan dari Forum Kabupaten Sehat.

Usai paparan, tim beranjak menuju ke tempat-tempat yang akan dinilai. Adapun kriteria yang dinilai dari tim pusat terdiri dari sekretariat Forum Komunikasi Sekretariat (FKS), Puskesmas Sleman, dan Desa Tridadi. Adapun yang diverifikasi ialah kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

Pertama-tama, tim melakukan verifikasi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk melihat showroom hasil kerajinan Kabupaten Sleman dan menilai kawasan perkantoran sehat.

Kemudian, dilanjutkan ke sekolah TK Al-Azar Pogung Lor Sinduadi Mlati yang dinilai menjadi percontohan sekolah sehat.

Setelah itu, dilanjutkan ke Dusun Mendiro Sokoharjo Ngaglik untuk melihat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, kemudian ke Dusun Balangan untuk melihat dan menilai budidaya tani organik Merapi.

Lalu, tim menuju ke Dusun Nganggring Girikerto Turi untuk melihat dan menilai kelompok pengolahan susu kambing etawa dan ke Dusun Wonosari Bangunkerto Turi untuk melihat dan verifikasi Desa Green and Clean. Tim turun dan berjalan mengelilingi Kampong Wonosari.

Di dalam perjalanan, perwakilan tim dari pusat berkata bahwa Kampong Wonosari sangat nyaman asri dan bersih, seperti berada di tempat wisata bukan di perkampungan.

Setelah selesai, tim melanjutkan ke Desa Plalangan Pendowoharjo untuk melihat usaha kelompok tani dan sentra industri batik di Sleman dan tim verifikasi terakhir berkunjung ke Desa Wisata Kampong Flory di Tridadi Sleman sekaligus acara pelepasan.

Turut mendampingi dari Kabupaten Sleman yaitu Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Nurulhayah, Camat Turi, Kepala Desa Bangunkerto, semua Puskesmas, dan yang turut hadir di Kampong Wonosari. (Harman)