Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga

Gamping – Selasa (13/3) pukul WIB, kegiatan KPU Kabupaten Sleman bertajuk “Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga” dihelat di hadapan komunitas Bregodo Potrojoyo. Bertempat di Balai Dusun Patran, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, kegiatan yang dikomandani oleh Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Indah Sri Wulandari ini dihadiri oleh 50 orang pasukan Bregodo Potrojoyo.

Program Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga ini bertujuan memberikan pemahaman tentang kepemiluan serta meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menyukseskan pemilu 2019 yang akan datang.

Materi yang disampaikan Indah Sri Wulandari mengenai tata cara mencoblos surat suara dan pentingnya menggunakan hak pilih masyarakat untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan Presiden beserta Wakil Presiden secara langsung, umum, bebas, rahasia berasaskan profesionalitas, netralitas, dan berintegritas.

Di akhir acara Koordinator Bregodo Potrojoyo Gupyan Gwina Ging Sidarta menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KPU Kabupaten Sleman atas terlaksananya pendidikan ini untuk menambah wawasan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo)




Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga Bantu Ketahui Kondisi Kesehatan Masyarakat

Turi – Pada Selasa (27/2), Puskesmas Turi mengadakan Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK). Sosialisasi diikuti oleh 32 peserta, yakni Kadus dan tokoh masyarakat tiap pedukuhan se-Donokerto.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh drg. Tri Hidayati mewakili Kepala Puskesmas mengatakan bahwa PISPK ini program nasional. Tujuan utamanya yaitu untuk mengecek dan mengetahui seperti apa kondisi dan kesehatan masyarakat. “Di sini kondisi kesehatan masyarakat akan dicek satu persatu dan didatangi tiap rumah oleh petugas kesehatan Puskesmas,” tutur Tri.

Sosialisasi pertama sudah dilaksanakan pada Senin (26/2) di Pedukuhan Randusongo. Selain dicek kesehatannya juga ada wawancara serta mengisi form.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga menjelaskan tentang visi dan misi program, pengertian tentang pendekatan keluarga, Permenkes no. 75 tahun 2014, kerangka konsep pendekatan keluarga, dan manajemen pendekatan keluarga.

Keterangan selanjutnya disampaikan oleh Bayu Adi yang menerangkan tentang peran tokoh masyarakat di antaranya turut mensosialisasikan rencana PIS PK sehingga warga bisa mengumpulkan fotocopy KK dan kepemilikan Jaminan Kesehatan (bagi yang punya BPJS, ASKES, Jamkesus/Asuransi swasta), serta memberi data, informasi, atau masukan kepada Puskesmas/Petugas Kesehatan demi kelancaran dan perbaikan kegiatan PISPK. Terakhir, diadakan tanya jawab dan pembagian blangko. (Suharno)




Program Keterpaduan BKB, PAUD dan Posyandu Mulai Digulirkan di Sukoharjo

Ngaglik – Program Keterpaduan BKB, PAUD dan Posyandu merupakan salah satu program untuk meningkatkan ilmu pengetahuan orang tua tentang tumbuh kembang anak melalui Pembentukan Kelompok BKB yang dipadukan dengan Posyandu, dan PAUD. Hal ini disampaikan oleh Abidah selalu Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana PKB Kecamatan Ngaglik. Dengan harapan bahwa setelah BKB, Posyandu, dan PAUD dipadukan maka kegiatan ini bisa dilakukan setiap bulan yang waktunya bisa disepakati oleh kelompok BKB.

Lebih jauh Abidah juga menyampaikan bahwa sosialisasi tentang KKA atau Kartu Kembang Anak yang tujuannya adalah untuk mengetahui tumbuh kembang optimal, menjamin keberhasilan masa depan anak dan kebahagiaan keluarga.

Adapun yang hadir dalam sosialisasi yang berlangsung pada Rabu (8/11) ini yaitu orang tua wali siswa asuh PAUD Cahaya Mulya dan Ibu-ibu dari wali siswa-siswi TK Sukorini.

Harapan ke depan apabila keterpaduan BKB, PAUD, dan Posyandu ini terakomodir oleh anggota, maka dapat menjadi babak baru dalam pengelolaan BKB yang dipadukan dengan lembaga lain yang terkait dan dapat menjadi komitmen bersama.

Hal ini juga diamini Kepala KB/PAUD Cahaya Mulya Masjid Baiturrahman Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Suripto, bahwa keterpaduan ini penting karena sasarannya hampir sama dan mempunyai keuntungan antara lain hemat waktu, biaya, dan tenaga meski untuk waktu masih harus disepakati bersama. (Suripto)




Sleman Siapkan Generasi Penerus yang Handal 

Sleman – Keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental di mana kepribadian terbentuk. Di dalam keluarga, terjadi penanaman nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaaan, keadilan sosial, dan nilai-nilai moral secara praktis dan berproses.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 39 Tahun 2014, tanggal 29 Juni telah ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Harganas diperingati sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia sejahtera.

Di Sleman sendiri, peringatan Harganas dibarengkan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2017. dr. Mafilinda Nuraini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman menuturkan bahwa peringatan Harganak dan HAN merupakan momentum untuk menyiapkan generasi penerus.

“Merupakan momentum untuk mengingatkan kembali bahwa kita mempunyai tanggungjawab bersama-sama dengan masyarakat, dunia usaha, media massa untuk berupaya menyiapkan generasi penerus yang handal, generasi yang tanpa kekerasan,” terang Linda saat ditemui pada peringatan Harganas dan HAN Kabupaten Sleman, Kamis (27/7) di Lapangan Pemda Sleman.

Linda juga menuturkan bahwa peringatan ini juga waktu yang tepat untuk mengingatkan agar keluarga dapat mengimplementasikan 8 fungsi keluarga agar dapat tercipta keluarga yang sejahtera dan bahagia.

Mengangkat tema “Dengan Harganas Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan”, Sumadi SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman menerangkan bahwa  upaya untuk mewujudkan keluarga sejahtera yang berketahanan harus dimulai sejak perencanaan keluarga.

Pemerintah bersama seluruh unsur masyarakat pun memiliki tanggung jawab untuk mendorong dan menciptakan iklim yang sehat bagi pembentukan keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera, serta berpendidikan.

Dalam kesempatan ini diserahkan pula berbagai penghargaan dari lomba-lomba yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman.

Sebelumnya juga dilakukan peninjauan stand bazar dari kelompok UPPKS, pertunjukan tari kolosal dari sanggar anak, pengukuhan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan Kabupaten Sleman periode 2017 2022, pembacaan ikrar forum anak, serta penyerahan surat dari anak kepada Bupati Sleman.




Lebaran Ajang Jaling Silaturahmi dan Kebersamaan

Sleman – Sholat Idul Fitri 1438 H di lapangan Denggung Sleman terasa lebih menarik karena menghadirkan Imam dan Khotib yakni Hakim Agung dari Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Ahmad Muktiarto, SH,, Minggu (25/6).

Hadir dalam Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung, antara lain Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Msi beserta istri Hj. Kustini Sri Purnomo, dan para pejabat Pemkab Sleman.

Dalam khotbahnya, Ahmad Muktiarto menyampaikan, dua larangan Allah SWT yang sampai saat ini masih sering dilakukan manusia, yaitu berjudi dan meminum khamr (minuman keras).

Kedua larangan tersebut dilarang karena dapat mengakibatkan permusuhan dan kebencian, lupa mengingat Allah dan mengerjakan sembahyang, kehilangan fungsi akal yang merusak generasi muda, bahkan kematian.

Segala bentuk perjudian telah menjadikan korban banyak umat manusia, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Rakyat yang tadinya kaya menjadi bangkrut, rakyat yang sudah miskin menjadi semakin hanyut dalam kemiskinan, rumah tangga yang tadinya rukun menjadi hancur berantakan.

Untuk itulah Ahmad Muktiarto mengajak pemerintah, cendekiawan, alim ulama, mubaligh, dan segenap komponen bangsa bersatu memberantas perjudian.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo saat dijumpai usai melakukan Sholat Idul Fitri menyampaikan harapannya kepada Allah SWT, semoga amal ibadah yang telah dilaksanakan dapat diterima Allah SWT, dan kita dapat kembali ke fitrah dengan menjalin tali silaturahmi dan kebersamaan.

Usai melaksanakan Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung Sleman Bupati Sleman beserta Ibu, Wakil Bupati Sleman, dan Sekda Sleman secara bersamaan melakukan Open House di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman untuk melakukan silaturahmi dengan saling memaafkan dengan Ketua DPRD, Muspida, Kapolres Sleman, Kepala SKPD, Camat, serta masyarakat.