Kemarau Panjang, Warga Diajak Menabung Air

Sleman – Menyikapi kondisi kemarau panjang yang berlangsung dua tahun belakangan, Sekretaris Dinas SDAEM Sleman, Aji Wulantoro SH menghimbau masyarakat Sleman untuk menabung air.

“Upaya menabung air  tersebut dapat dilakukan dengan cara membuat cekungan di tanah sebagai tempat tampungan air saat hujan turun,” kata Aji, Minggu (8/11).

Menurut Aji, penghematan juga dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air buangan rumah tangga ke dalam cekungan-cekungan air tersebut. Dengan demikian air dapat diolah kembali di dalam tanah sehingga volume air di dalam sumur tetap stabil.

“Jika biasanya air dibuang langsung, sekarang mulai dicoba ditampung dalam cekungan tanah. Dengan demikian resapan air akan optimal dan tidak terbuang sia-sia,” kata Aji.

Aji  juga mengajak masyarakat mengorganisir pengelolaan embung. Upaya tersebut dilakukan agar penggunaan air di dalam embung dapat merata dan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga penggunaannya merata, tidak hanya masyarakat yang berada di dekat embung saja yang merasakan manfaatnya.

Dikatakan Aji, Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral juga sudah menggandeng Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Sleman untuk gerakan irigasi bersih pada bulan Maret dan Oktober.

Gerakan tersebut lanjut Aji difokuskan untuk mengatur manajemen jaringan irigasi di Sleman, termasuk pengaturan penggunaannya. Sehingga petani di daerah pertanian yang sangat bergantung pada irigasi tidak memaksakan diri untuk menanam tanaman yang membutuhkan banyak air. Hal ini berkaitan dengan jumlah cadangan air yang ada, terlebih beberapa jaringan irigasi yang bersumber dari embung.

“Jika tidak diatur, maka cadangan air bisa menyusut drastis terutama saat kemarau panjang seperti saat ini,” tutur Aji.




Kemarau Panjang, Anggrek Merapi Diinfus

Sleman – Kemarau panjang yang melanda wilayah Sleman sekitar dua bulan terakhir, turut berimbas terhadap budidaya anggrek Vanda Tri Color.  Untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman endemik Merapi ini, petani memberikan infus air yang diambil dari Bukit Turgo. Penginfusan anggrek ini dilakukan sejak satu bulan terakhir, dan hasilnya cukup efektif.

“Airnya, langsung diambil dari mata air berjarak tiga kilometer dari sini, dan sudah terhubung pipa. Jadi tidak perlu naik-turun untuk mengambil air,” kata Musimin (45), salah satu pembudidaya anggrek asal Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Selasa (24/8).

Infus anggrek ini membutuhkan air sebanyak lima liter per minggu. Sampai saat ini sudah ada sekitar 23 tanaman anggrek Merapi yang diadopsi oleh penduduk. Dia menyarankan kepada masyarakat yang ingin mengadopsi anggrek Vanda Tri Color agar menunggu musim hujan tiba.