Sleman Kembangkan Potensi Energi Mikrohidro

Sleman – Kabupaten Sleman mulai mengembangkan energi mikrohidro atau pembangkit listrik tenaga air. Namun, pengembangan mikrohidro tersebut masih berskala kecil.

Pengembangan mikrohidro telah dilakukan di Desa Girikerto Kecamatan Turi dan Desa Sendangrejo Kecamatan Minggir.

Menurut Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Sleman, Fauzan Darmadi, energi mikrohidro belum dapat berkembang sehingga dapat bernilai ekonomi. “Pengembangan energi sumber daya air masih skala kecil,” ujarnya Senin (24/3).

Untuk menghasilkan energi, pembangkit listrik di Girikerto dan Sendangrejo masih membutuhkan biaya tinggi. Listrik yang dihasilkan pun baru cukup untuk penerangan masyarakat sekitar. “Pemeliharaan juga belum dilakukan dalam standar yang baku” ungkap Fauzan.

Potensi energi mikrohidro di Sleman dinilai masih tinggi. Dinas SDAEM telah memetakan sejumlah wilayah untuk pengembangan energi mikrohidro. Pengembangan energi mikrohidro rencananya akan dibuat di aliran Sungai Opak di Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan.

Pembangkit listrik tersebut masih mengandalkan aliran sungai untuk menggerakkan turbin. Listrik yang dihasilkan di Desa Selomartani nantinya untuk pengembangan perkebunan rakyat. “Warga bisa menggunakan listrik dari pembangkit untuk penyiraman dan penerangan perkebunan,” kata Fauzan.




Sleman Kembangkan Perikanan Menjadi Sektor Pariwisata

upload124-300x196

Sleman – Pemkab Sleman terus mengupayakan berkembanganya Sleman menjadi kawasan minapolitan yang mencakup usaha perikanan, dari mulai pembibitan hingga pemasaran. Untuk itu, pada Rabu (26/2) diselenggarakan workshop pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, ketika membuka workshop tersebut, menyatakan bahwa sektor pertanian sangat potensial untuk dikembangkan di Sleman.

Pengembangan sektor pertanian termasuk sektor minapolitan juga mampu meningkatkan pendapatan petani yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

Pengembangan minapolitan, khususnya budidaya ikan, diharapkan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Berbah, namun juga dikembangkan wilayah lain.

Selain itu, Wabup juga mengharapkan agar para petani ikan turut menjaga keberlangsungan pertanian dan pelestarian konservasi lahan dengan meminimalisir penggunaan obat-obatan kimiawi dan lebih memanfaatkan produk-produk organik.

Dalam kesempatan ini, Camat Ngemplak Mustain Aminun, SH, mewakili Pokja MInapolitan Kecamatan Ngemplak, mempresentasikan tentang kegiatan minapolitan di Kecamatan Ngemplak.

Dengan luas kolam 823,264 ha dan 44 kelompok pokdakan, rata-rata produksi perikanan di Kecamatan Ngemplak naik 2% per tahun. Bahkan pembibitan Kabupaten Sleman 70% di antaranya disumbang dari Kecamatan Ngemplak.

Rencana jangka panjang ke depan kawasan minapolitan di Ngemplak difokuskan pada penerapan pembelajaran advokasi kelompok perikanan dan pembangunan wisata minapolitan, yang di dalamnya akan dilakukan pengembangan budidaya industri pengolahan ikan hingga ke upaya pemasaran produk.

Sedangkan Camat Berbah, mewakili Pokja Minapolitan Kecamatan Berbah, menyampaikan tentang perkembangan minapolitan di Berbah diarahkan untuk mendukung Kecamatan Berbah menjadi Bumi Jelita (Budaya, Mina dan Jelajah Wisata) yang nantinya diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Berbah.

Disampaikan juga bahwa pengembangan budidaya ikan dilakukan oleh 31 kelompok dengan 717 anggota pada lahan seluas 4,9 ha, dan sekitar 30% dari anggota kelompok tersebut adalah keluaarga miskin dan 10% merupakan anggota berusia remaja.

Dari kegiatan minapolitan, saat ini telah tumbuh kelompok KWT yang mampu mengolah ikan menjadi tepung ikan yang saat ini tengah dalam proses pengajuan HAKI..

Ke depan Kecamatan Berbah mengembangkan aktivitas minapolitan hingga mampu menjadi usaha perikanan dari hulu ke hilir yang nantinya mampu menjadikan usaha perikanan menjadi potensi wisata di Kecamatan Berbah.

Permasalahan yang dihadapi di kedua kecamatan ini adalah keterbatasan kapasitas petani dalam alih teknologi sehingga memerlukan penguatan kelembagaan dan kelengkapan kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Sebagai pemecahan masalah tersebut, Asisten II Sekda BIdang Pembangunan menyampaikan bahwa pengembangan perikanan  juga harus didukung dengan komitmen dari seluruh SKPD dari berbagai sektor.

Dengan demikian diharap setelah workshop ini dapat dilakukan finalisasi hasil dan diformulasikan ke dalam program kerja 2015 sesuai kewenangan masing-masing SKPD.

Ir. Susilo Budi Priyono, , , praktisi dari Fakultas Pertanian UGM, juga menyampaikan paparannya bahwa perikanan merupakan basis dari seluruh kegiatan pertanian di Sleman bahkan Kabupaten Sleman secara nasional  telah dikenal oleh masyarakat luar memiliki modal pengembangan SDM yang handal.

Bahkan pada tahun 2014 ini Kementerian Pertanian, Sleman telah dijadikan Kawasan Percontohan untuk Komoditas Ikan Nila. Ia juga mengharapkan agar pembuatan rencana pengembangan wilayah minapollitan dapat memperhatikan indikator-indikator yang jelas dan terukur.