Kemenag Sleman Luncurkan Madrasah Tahfidz Online‬

Sleman – Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sleman meluncurkan Madrasah Tahfidz Online (MTO) di Aula Lantai 3 Kemenag Sleman, Jumat (24/6).

Program ini bertujuan untuk mendorong terselenggaranya program tahfidz di madrasah yang selama telah berjalan agar lebih baik lagi. Salah satu instrumen yang digunakan berupa aplikasi E-Tahfidz yang bisa diakses secara online.‬

‪Launching MTO ini dilakukan langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Drs HM Lutfi Hamid MAg dan dihadiri pula oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sleman, Drs H Abdul Haris Nufika MPd.

Lutfi mengungkapkan bahwa inovasi merupakan tuntutan yang tidak bisa dihindari agar program yang dilakukan bisa semakin berkembang. Di sisi lain, ide-ide progresif juga mesti diimplementasikan secara riil dan berkesinambungan.

“Inovasi merupakan tindakan yang wajib dilakukan agar program yang ada bisa terus berjalan mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.

Menurut Lutfi, tidak kalah penting ialah mengimplementasikan ide kreatif ke dalam kegiatan riil, sehingga tidak hanya mandeg menjadi sebuah gagasan.

‪Aplikasi berbasis website ini dirancang oleh Tim Kemenag Sleman yang bisa dioperasikan secara online sehingga memudahkan guru pembimbing di madrasah untuk melaporkan perkembangan hafalan Alquran para siswa.

Sementara admin di Kemenag Kabupaten bisa melakukan monitoring perkembangan masing-masing madrasah melalui hasil rekapan yang bisa diakses via internet. Sehingga bisa memberikan pembinaan secara tepat berupa apresiasi bagi madrasah yang aktif maupun teguran bagi madrasah yang pasif.

Selain itu, aplikasi e-tahfidz juga memungkinkan dikembangkan sebagai forum diskusi online antara guru pembimbing tahfidz guna berbagi informasi dalam pelaksanaan madrasah tahfidz di masing-masing madrasah.‬




Kemenag Sleman Selenggarakan Kursus Calon Pengantin Integratif‬

Sleman – Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Sleman menyelenggarakan program khusus calon pengantin integratif guna menurunkan angka perceraian.‬

‪Kepala Kantor Kemenag Sleman, Lutfi Hamid mengatakan program ini akan dilaksanakan pada 16 Mei 2016.‬

‪”Program ini merupakan upaya kami untuk mencapai proyek perubahan bagi kepentingan masyarakat Sleman,” kata Litfi Hamid, Rabu (11/5).‬

‪Menurut Lutfi Hamid, dalam program khusus calon pengantin integratif ini, peserta akan dibekali berbagai keterampilan, bukan hanya pengetahuan mengenai fiqh pernikahan.‬

‪”Setiap pengantin membutuhkan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, dalam program ini pihaknya juga melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan keterampilan khusus bagi calon pengantin.‬

‪”Meskipun tema besar program ini adalah revitalisasi peran KUA yang diangkat oleh Kementerian Agama, penyelenggaraannya melibatkan berbagai SKPD,” kata Lutfi Hamid.‬

‪Lutfi Hamid mengatakan, pengantin harus punya lifeskill. Sehingga tidak ada lagi alasan pengantin Kabupaten Sleman tidak siap dalam menjalani kehidupan berumah tangga.‬

‪”Melalui program ini diharapkan angka perceraian di Sleman dapat ditekan. Berdasarkan data 2013 sampai 2015, jumlah perceraian di Sleman berkisar sampai kasus. Bahkan separuh di antaranya dipengaruhi oleh masalah ekonomi,” katanya.‬

‪Lutfi Hamid mengatakan, pihaknya belum menargetkan angka penurunan perceraian yang hendak dicapai, karena program ini belum dimulai.‬

‪”Tahap pertama tidak kurang dari 30 pasang. Nanti terus berlanjut sampai program ini bisa jadi sistem di Sleman,” katanya.‬

‪Sementara itu, berdasarkan data Pengadilan Agama Sleman, pada 2014 terdapat kasus perceraian. Angka tersebut terdiri dari cerai talak (pengajuan cerai oleh suami) sebanyak 402 dan cerai gugat (pengajuan cerai oleh istri) 987 kasus.‬

‪Sedangkan pada 2015 jumlahnya meningkat menjadi kasus. Angka tersebut terdiri dari cerai talak 464 dan cerai gugat kasus.‬

‪”Sedangkan pada 2016 dari Januari hingga Februari kasus cerai yang masuk berjumlah 170 perkara. Sebanyak 59 merupakan cerai talak, dan sisanya cerai gugat,” katanya.




Berbagai Kegiatan Warnai Peringatan Hari Amal Bhakti ke 70 Kemenag Sleman

Penjelasan LudfiSleman – Berbagai kegiatan mewarnai peringatan Hari Amal Bhakti ke 70 Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman. Kegiatan diawali dengan semaan Al-Quran 30 juz yang telah dilaksanakan dua hari tanggal 17-18 Desember 2015 di kantor Kemanag Sleman.

“Semaan diikuti siswa siswi Madrasah dan Pondok Pesantren. Sunatan masal juga sudah dilaksanakan tanggal 29 Desember lalu yang diikuti 70 anak SD dan MI kurang mampu,” kata Kepala Kemenag Sleman, Ludfi Hamid kepada wartawan di Sleman, Rabu (30/12).

Selain kegiatan yang sudah dilaksanakan ada kegiatan lain yang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 2 Januari 2016 mendatang yaitu kegiatan senam nusantara dan jalan sehat serta donor darah.

Menurut Ludfi Hamid, senam nusantara ini akan menjadi kegiatan senam pertama karena peserta bebas tanpa atribut apapun. Artinya para peserta tidak harus berpakaian olahraga, tetapi bebas memakai pakaian apapun termasuk pakaian adat dan lainnya.

“Kami sengaja mengadakan senam nusantara karena Kemenag ingin mewujudkan kerukunan antar agama atau elemen bangsa. Apalagi setelah Pilkada selesai rekonsiliasi harus dilakukan untuk menjaga Sleman tetap aman dan kondusif,” kata Ludfi Hamid.

Selain itu tujuan lain senam nusantara untuk menyebarkan misi menjunjung tinggi nilai budaya dengan diiringi musik tradisional berupa gamelan, angklung dan hadroh. Melalui olahraga lanjut Lutfi Hamid, bisa dilaksanakan semua elemen dan memberikan gambaran bahwa Kemenag tidak hanya memberi indikasi agama saja tetapi juga bawa misi keselarasan, harmonisasi dan dinamisasi masyarakat.

Ditambahkan Ludfi Hamid, puncak acara akan dilakukan hari Minggu tanggal 3 Januari 2016 berupa upacara bendera dilapangan Pemkab Sleman, kemudian akan dilanjutkan tasyukuran. Pada tanggal 5-6 Januari 2016 juga akan dilakukan silaturahmi ke rumah mantar pejabat Kemenag Sleman.