Pemkab Sleman Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

IMG_1619Sleman – Untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman yang merata dan menyeluruh sebagai upaya dalam peningkatan derajat kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman  menandatangani MoU dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS Kesehatan tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (14/12).

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa dalam kerjasama tersebut Pemkab Sleman mendaftarkan jiwa warganya untuk peserta PBI APBD. Sedangkan untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kolektif sebanyak jiwa.

Menurut Sri Purnomo, komitmen kerjasama melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan BPJS Kesehatan tentang Integrasi Pelayanan Jaminan Kesehatan di Kabupaten Sleman ini berdasar pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Peraturan tersebut menyebutkan bahwa kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia, dan penduduk yang belum termasuk sebagai Peserta Jaminan Kesehatan dapat diikutsertakan dalam program Jaminan Kesehatan pada BPJS kesehatan oleh pemerintah daerah provinsi atau pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Saya berharap kerjasama ini dapat menjadi media strategis dalam meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui integrasi penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi penduduk Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional VI dr Aris Jatmiko MM AAK menyampaikan bahwa warga yang didaftarkan sebagai peserta PBI APBD Kabupaten Sleman adalah warga miskin dan tidak mampu yang belum mendapatkan jaminan kesehatan baik dari Jamkesmas (PBI APBN) maupun kepesertaan JKN non PBI.

Sedangkan warga yang didaftarkan sebagai peserta PBPU kolektif adalah dari unsur kader, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, perangkat desa diluar Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri, dan anggota keluarga,” jelas Aris.

‪Aris menjelaskan bahwa kepesertaan di wilayah Kabupaten Sleman per 31 Oktober 2016 telah mencapai jiwa atau telah mencakup 66% dari total  penduduk Kabupaten Sleman sebanyak jiwa.

Rincian jumlah peserta PBI APBN  sebanyak jiwa, PPU Pemerintah jiwa, Bukan Pekerja (BP) jiwa, PPU non pemerintah jiwa dan Peserta Mandiri (PBPU) jiwa.

Menurut Aris jumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Sleman yang saat ini telah bekerjasama yaitu 25 Puskesmas, 48 dokter umum, 17 dokter gigi, 19 klinik pratama, 3 faskes milik TNI Polri. Sedangkan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yang telah bekerjasama yaitu 5 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta.

“Menindaklanjuti kerjasama yang disepakati  antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, kami akan terus melakukan koordinasi secara lebih intensif dengan Pemkab Sleman baik dalam hal pelayanan maupun kepesertaan sehingga kami berharap dengan kerjasama ini dapat mengakselerasi tercapainya cita-cita bersama yaitu Indonesia Universal Health Coverage pada tahun 2019,” jelas Aris.




Pemkab Jalin Kerjasama dengan UPN Dibidang Pendidikan

Bertukar Berita AcaraSleman – Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Sleman dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta telah berlangsung di Ruang Rapat Setda B Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (26/11). Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi melakukan penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama dilanjutkan oleh Sari Bahagiarti selaku Rektor UPN ”Veteran”.

Dalam acara tersebut ikut hadir Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Fisip, Wakil Dekan II Fakultas pTeknik Mineral, Ka. Prodi Informatika, Sekretaris LPPM, Ka. Pusat pengabdian masyarakat serta Kabag Kerjasama dan Alumni. Serta dari jajaran aparat Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, serta Staf Ahli Bidang Pembangunan.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Sleman dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta dilakukan sebagai komitmen bersama sekaligus menjadi payung hukum bagi kedua belah pihak dalam menjalankan kerja sama.

Ruang lingkup kerjasama yang tertuang dalam nota kesepakatan meliputi, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengkajian dan pengembangan sumber daya, pengabdian kepada masyarakat dan praktek kerja lapangan, kuliah kerja nyata, dan atau kegiatan dengan nama lain yang sejenis.

Dalam sambutannya Gatot  menyampaikan, bahwa dengan ditandatanganinya MoU ini, Pemkab Sleman menaruh harapan besar kepada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta sebagai salah satu universitas di wilayah Kabupaten Sleman atas kontribusinya dalam pembangunan di Kabupaten Sleman.

“Semoga pertemuan ini, menjadi momentum peningkatan pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta kedepan,” kata Gatot.

Sedang Rektor UPN Sari Bahagiarti menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemkab Sleman dan UPN sudah berlangsung sejak lama, sehingga diharapkan dengan adanya penandatanganan kerja sama (MoU) ini dapat menjadi payung hukum bagi pelaksanaan kerja sama yang telah, sedang dan akan dilakukan.

Beliau juga menyampaikan bahwa UPN “Veteran” bertempat di Kabupaten Sleman sehingga UPN “Veteran” akan berkontribusi dalam  pembangunan Kabupaten Sleman sesuai kemampuan dan ranah/porsinya sesuai dengan tata aturan yang berlaku.




Pemkab Kerjasama Dengan BI Berdayakan UMKM Komoditas Sapi

Sleman – Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi daerah di wilayah kerja kantor perwakilan BI DIY, KP BI DIY telah berperan aktif dalam mengembangkan program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui pengembangan komoditi/produk/jasa usaha (KPJU) yang memiliki prospek untuk berkembang dan sesuai dengan potensi sumberdaya alam/ lingkungan dan ketrampilan masyarakat di wilayah tersebut.

Bertempat di Kantor BI Perwakilan DIY dilakukan penandatanganan MOU antara BI dan Pemkab Sleman. Dalam sambutannya, Direktur BI Kantor Perwakilan DIY, Arief Budi Santoso menyampaikan, bentuk kegiatan yang dilakukan oleh BI, meliputi bantuan teknis, penguatan kelembagaan, dan bantuan fisik, bank Indonesia bersama-sama dengan stakeholdes di daerah menjalin sinergi dalam upaya meningkatkan produks, kapasitas usaha, nilai tambah ekonomi masyarakat serta meningkatkan profesionalitas kelompok masyarakat dalam menjalankan usahanya.

BI juga telah melakukan upaya nyata di Kabupaten Sleman berupa program pengembangan UMKM dalam rangka mendorong kegiatan UMKM menjadi lebih baik, antara lain program pengembangan klaster kelompok pembudidaya ikan air tawar mina kepis Dusun Burikan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati Sleman dan fasilitasi pengembangan produk kripik salak pondoh KSU BMT Sejahtera di Kecamatan Turi, Sleman.

Saat ini kedua kelompok usaha tersebut sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Oleh karena itu, sebagai komitmen kami, untuk menjaga keberlanjutan kerja sama pengembangan UMKM dengan Pemda, khususnya pemkab Sleman, dan BI juga akan melakukan pembinaan terhadap UMKM, yang dalam tahun ini, komoditas yang dipilih menjadi mitra binaan adalah komoditas sapi perah kelompok sedyo mulyo yang berada di Boyong, Pakem, Sleman.

BI berharap agar kerja sama yang dibangun dengan Pemkab Sleman dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaku usaha UMKM dan kedepannya dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga mampu menghasilkan karya yamh nyata, bermanfaat dan memberikan nilai tambah serta daya saing bagi pelaku UMKM khususnya komoditas sapi perah Sleman.

Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang hadir dalam penandatanganan MOU tersebut, menyampaikan bahwa bantuan pengembangan klaster sapi perah ini merupakan salah satu upaya untuk melakukan penataan lokasi peternakan. Klastering in juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi susu sapi di Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data tahun 2013, di Kabupaten Sleman terdapat 751 kelompok tani ternak dan 511 kelompok ternak sapi. Jumlah populasi ternak sapi perah sebanyak ekor. Dengan produksi susu sebanyak ,85 ton. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan produksi tahun 2013 yaitu ,54 ton.

Potensi produksi susu dari lereng Merapi tersebut memang menjadi salah satu unggulan dari Kecamatan Pakem. Terlebih lagi produksi susu di Pakem ini langsung dijual kepada konsumen.

“Oleh karena itu, ke depannya, saya berharap masyarakat Sleman dapat membudidayakan ternak sapi dengan lebih optimal. Jika masyarakat dapat memulai budidaya ternak sapi ini sejak awal, mulai dari pembibitan maka peternak sapi perah di Sleman dapat semakin meningkat kesejahteraannya,” kata Sri Purnomo.

Hal ini sangat mendesak dilakukan mengingat di kenyataan di lapangan membuktikan bahwa sangat sulit untuk mencari bibit sapi perah yang berkualitas dan juga harga yang relatif tinggi. Bupati Sleman juga memberikan apresiasi kepada BI atas kegiatan ini, dan berharap agar dikemudian hari kerja sama antara BI dan Pemkab Sleman dapat lebih ditingkatkan.




Sleman Dan Pakanbaru Lakukan Kerjasama Tourism Friendship

Sleman – Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS)  menjalin kerjasama dengan Riau Tourism Board (RTB). Kerjasama ini didasarkan pertemanan (Tourism Friendship) untuk mengembangkan pariwisata di daerah masing masing.

Salah satu realisasi kegiatan tersebut adalah peresmian  rumah wisata Sleman di obyek wisata Alam Mayang, yang ditandai dengan pembukaan selubung Prasasti oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dengan Sekda Kota Pekanbaru.

Acara peresmian rumah pariwisata di alam Mayang Pakanbaru dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2014, yang dihadiri oleh Sekda Kota PakanBaru, Wakil Ketua Riau Tourism Board, Pemilik Alam Mayang Suparmi  Badiyun, Paguyuban Kawula Ngayogjakarta, Kadinas pariwisata Kota Pekanbaru,  Kadinas Pariwisata  Dinas Pariwisata Siak dan Kadinas Pariwisata  Palalawan dan pemilik Bono Surving. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan tarian dari Didi Nini Thowok.

Kerjasama yang  diawali oleh  BPPS dan RTB dalam promosi wisata perlu ditindak lanjuti kerjasama  antar Pemerintah Daerah agar  kerjasama langgeng dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Malam sebelumnya, ketika jamuan makan malam Bupati Sleman Sri Purnomo  bertemu langsung dengan walikota Pekanbaru, Firdaus, ST, MT membahas lebih lanjut  kelanjutan kerjasama tersebut.

Walikota Pekanbaru H. Firdaus ST, MT menyampaikan bahwa Kota Pekanbaru dan Kabupaten Sleman memiliki potensi serupa. Sumber utama perekonomian daerah sama sama berasal dari sektor jasa, demikian juga latar belakang masyarakat yang juga sama-sama heterogin, yang membedakan adalah potensi sumber daya alam.

Selama 2 tahun terakhir , investasi Kota Pekanbaru yang berkembang adalah sector Pariwisata dan pertumbuhan perekonomian daerah 6 tahun terakhir di atas 9 persen. Bahkan Walikota Pekanbaru, juga langsung  memerintahkan  kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru untuk melakukan penjajagan lingkup kerjasama.

Jika Pekanbaru memiliki sumber daya alam yang luas, Pemkab Sleman memiliki sumber daya manusia yang besar dan juga keanekaragaman obyek wisata dan infrastuktur  kepariwisataan.

Ketika bertemu Walikota Pekanbaru Sri Purnama menyampaikan bahwa kerjasama pariwisata yang terjalin dalam bentuk pertemanan (friendship of Tourism) diharapkan sarana untuk saling mengenal potensi wilayah dan saling mengisi, saling mengnjungi dan saling memperoleh manfaat d idalam mengembangkan kepariwisataan.  Bahkan kerjasama yang dijalin mampu mengajak masyarakat  berkunjung ke obyek obyek wisata nusantara, sebelum berwista ke Negara tetangga. Obyek obyek wisata Nusantara tidak  kalah menariknya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman meyampaikan bahwa  dengan terdapatnya 35 desa wisata, yang 8 di antaranya dalam stastus desa wisata mandiri dan terdapatnya berbagai infrastruktur wisata   siap bekerjasama  menerima mahasiswa maupun masyarakat  yang  ingin magang di desa wisata maupun institusi perhotelan. Mengingat  Pakanbaru  memiliki potensi untuk pengembanan desa wisata.

Lebih lanjut  Sri Purnomo menjelaskan bahwa didalam penembangan desa wisata, pemkab Sleman memiliki kebijakan bahwa pengembangan dan pengelolaan desa wisata harus dilakukan oleh masyarakat  Sleman sendiri. Investor dari luar Kabupaten Sleman apalagi Asing tidak diperbolehkan mengelola dan mengembangkan  desa wisata.

Kerjasama  BPPS dengan tourism Board Riau yang diawali dengan  peresmian rumah wisata Sleman di obyek wisata Alam Mayang, yang juga merupakan embrional untuk pendirian rumah-rumah wisata daerah lain, diharapkan mampu memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat Pakanbaru dan Riau tentang  Kabupaten  Sleman secara khusus dan Daerah Istimewa Jogjakarta secara umum, bahkan juga mengenalkan berbaai produk ukm Sleman. Alam Mayang  adalah obyek wisata alam yang menjadi destinasi utama masyarakat  Kota Pekanbaru. Setiap hari dikunjungi lebih dari orang dan ketika hari libur lebih dari penunjung .

Terkait dengan dilaksanakan kerjasama yang dilandaskan pertemanan,  Ketua BPPS Jono Lesmana mengemukakan bahwa  dengan landasan pertemanan kerjasama  tidak didasarkan pertimbangan untung dan rugi, tetapi pertimbangan untung  semua pihak. Pariwisata akan berkembang jika ada pertemanan yang saling memberikan manfaat. Rumah Pariwisata merupakan langkah nyata wujudkan kerjasama didalam membangun pariwisata nasional yang lebih baik.

Sementara itu Wakil Ketua Tourism Board Riau, Riyono Badiun mengatakan bahwa  DIY dengan Riau memiliki hubungan yang istimewa,  peresmian rumah pariwisata hanya sebuah moment  untuk kembangkan program pariwisata bersama.

Dengan kerjasama ini  Riau dapat membantu menjual  Sleman dan diharapkan  kedepan Sleman juga dapat menjual potensi Riau. Dengan kebersamaan didalam mempromosikan potensi wisata diharapkan  masyarakat  Riau dan DIY dapat saling mengunjungi.