270 Stand Siap Ramaikan Pameran Potensi Daerah Sleman

Sleman – Sebanyak 270 stand dari UMKM, komunitas, perusahaan, dan instansi pemerintah siap meramaikan Pameran Potensi Daerah Kabupaten Sleman tahun 2018 yang akan berlangsung di Lapangan Denggung dan Gedung Serbaguna Sleman mulai tanggal 12 sampai 21 Juli 2018.

Selama 10 hari, Pameran Potensi Daerah tahun 2018 akan dibuka dari pukul hingga WIB. Demikian disampaikan Tri Endah Yitnani, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, selaku penyelenggara Pameran Potensi Daerah Sleman kepada wartawan di Ruang Rapat Setda Sleman, Selasa (10/7).

Dikatakan Endah, acara ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan berbagai potensi daerah   dan budaya yang terdapat di 17 kecamatan, produk unggulan UKM, dan kinerja serta prestasi dan inovasi yang telah diraih   oleh kalangan pelaku usaha, pemerintah   dan   masyarakat     di   wilayah    Kabupaten   Sleman. “Kita mengangkat tema yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu Sleman Kreatif menuju Smart Regency, di sini akan ditampilkan produk-produk UMKM Sleman dan produk seni atau budaya yang kreatif.  Produk-produk UMKM yang tidak hanya kreatif dalam hal desain, tetapi juga kreatif kemasannya, metode pemasarannya, dan proses produksinya,” jabar Endah.

Menurut Endah, dari 270 stand itu terdiri dari berbagai unsur yakni pendidikan, pertanian, kuliner, dan lainnya. Pameran akan dibuka pada Kamis (12/7) pukul WIB yang diawali dengan Sleman IKM Carnival (SIC) pada pukul WIB dimulai dari Lapangan Desa Sendangadi,   Mlati dan berakhir di Lapangan Denggung.  Karnaval akan diikuti oleh sekitar 18 sentra IKM Sleman, 8 asosiasi dan komunitas IKM Sleman, UNY serta marching band AMY dengan jumlah penampil lebih dari orang.

Selain karnaval, Endah menyampaikan akan ada berbagai acara pendukung Pameran Potensi Daerah kali ini. “Ada talkshow kesehatan dan tari cuci tangan dari RSUD Sleman, lomba mewarnai untuk anak, lomba aglonema, Gelar Seni   Budaya   17  Kecamatan,   mulai  dari  wayang   orang,    sholawatan, macapat, seni gedruk,  hadroh, musik akustik, dan seni badui, serta Kuliner Fair dan Com Fest,” terang Endah.

Di lingkungan pameran juga disediakan fasilitas Wi-fi gratis bagi para pengunjung. Salah satu pojok yang akan dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi adalah pojok kuliner. “Jadi setelah pengunjung berkeliling melihat stand-stand di area pameran, sambil menikmati sajian kuliner,  pengunjung dapat beristirahat melepas lelah sekaligus dapat mengakses Wi-Fi gratis untuk meng-upload foto-foto di sosial media mereka,” harap Endah.

Tak hanya itu, Pemkab Sleman juga memberikan fasilitas mobil radio, yang dapat dimanfaatkan oleh peserta pameran untuk memperkenalkan produknya atau menyampaikan informasi terkait program promo yang disediakan di stand pameran kali ini.




Iringan Bregada Meriahkan Hari Jadi Desa Donokerto

Turi – Kamis (19/4) di Desa Donokerto telah dilangsungkan peringatan berdirinya Desa Donokerto yang dulunya terdiri atas 4 kalurahan, yaitu Kembangarun, Kenaruhan, Karanganyar, dan Dukuh.

Peringatan yang dihadiri Kepala Bidang Peninggalan Nilai Budaya dan Tradisi Dinas Kebudayaan Sleman, Sumarjono ini dimeriahkan dengan iringan bregada dan pertujukan seni dari masing-masing padukuhan.

Sumarjono dalam sambutannya mengucapkan apresiasi kepada seluruh warga dan perangkatnya yang masih melestarikan budaya dan kesenian.

“Semoga Desa Donokerto lebih maju serta rakyatnya lebih makmur. Ini akan lebih mempercepat menuju Sleman Smart Regency,” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan pembagian piala dari rangkaian kegiatan HUT Desa Donokerto ke-70, antara lain untuk bidang olahraga tenis meja, bulutangkis, dan catur. Penyerahan hadiah disampaikan oleh Camat Turi, Abdul Haris Sunaryo, Aris Suranto anggota DPRD Kabupaten Sleman, Kades Donokerto Waluyo Jati, dan Danramil Turi.

Acara ditutup dengan pertunjukan kesenian Jatilan. (Suharno)




Sambut Libur Imlek, Wisata Kaliurang Pentaskan Seni Topeng Ireng

 Turi – Dalam rangka menyambut liburan Imlek sekaligus liburan panjang, obyek Wisata Kaliurang menyelenggarakan pentas berbagai macam kesenian tradisional maupun modern di Kabupaten Sleman. Hal ini dilakukan untuk menarik pengunjung di obyek Wisata Kaliurang yang mana merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang Kabupaten Sleman dan merupakan penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman yang cukup besar.

Salah satu kesenian yang ditampilkan pada Jumat (16/2) di Tlogo Putri Kaliurang adalah Seni Topeng Ireng Arka kawedar yang beralamat di Dusun Kadiluwih Margorejo Tempel. Seni topeng ini merupakan binaan dari Kesenian Topeng Ireng Siswo Kawedar Wonosari, Bangunkerto, Turi.

Pementasan seni topeng yang dimulai dari pukul WIB sampai pukul WIB ini berjalan lancar dan cukup meriah dikarenakan cuaca cukup cerah sehingga penonton antusias untuk melihat pementasannya.

Pementasan ini ternyata tidak hanya diadakan saat liburan hari raya tetapi setiap hari Minggu dan juga setiap Sabtu malam. Ini untuk menambah destinasi wisata seni tradisional yang ada di Obyek Wisata Kaliurang serta untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di Kabupaten Sleman. (Harman)




Rayakan Tahun Baru di Beberapa Destinasi Wisata Sleman

Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2018, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan berbagai kegiatan di seputar Taman Wisata Kaliurang, Minggu (31/12).

Kegiatan ini merupakan bentuk perayaan datangnya tahun baru 2018. Sesuai dengan tema untuk perayaan tahun baru kali ini, yakni “Kaliurang Menyanyi dan Menari”, terdapat tiga panggung di Kaliurang yang disiapkan. Pertama, Panggung Tlogo Putri yang menampilkan berbagai orkes Melayu dan Dangdut. Kemudian di seputaran Wisma Sembada atau depan Panggung Udang, diselenggarakan Koespolus-an dan tarian Poco-Poco. Semnetara, panggung utama berada di Gor Kaliurang yang mementaskan grup band Letto.

Sebelum acara dimulai Dinas Pariwisata Sleman menyerahkan berbagai hadiah kejuaraan untuk Lomba Pejor, Lomba Lampion, dan Lomba Fotografi yang diikuti oleh masyarakat lokal Kaliurang dengan tema “Flora dan Fauna Lereng Merapi”.

Menurut Surdaningsih, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, salah satu tujuan diselenggarakannya berbagai acara dengan terkonsentrasi di beberapa destinasi wisata ini yaitu agar bisa menyongsong tahun baru dengan baik, aman, dan terkendali tanpa ada kemacetan lalu lintas.

Sudarningsih menyampaikan bahwa target wisatawan untuk perayaan tahun baru kali ini telah tercapai bahkan lebih dari target awal.

“Kita targetkan terdapat 6 juta wisatawan, dan ini melebihi target awal sampai wisatawan. Sekarang kelebihannya sekitar 7 juta dan menyeluruh di berbagai destinasi di Sleman seperti Tebing Breksi dan Taman Kuliner Condong Catur, dan 3 spot di Kaliurang.”

Selain di Kaliurang, Dinas Pariwisata juga menyelenggarakan perayaan tahun baru di Tebing Breksi dan di Taman Kulinet Condong Catur. Kedua tempat ini menyajikan beberapa hiburan seperti pentas band, angklung, dan permainan tradisional. “Sehingga di beberapa tempat memang kita selenggarakan sehingga massa tidak terkonsentrasi di suatu tempat tapi menyebar,” ungkap Surdaningsih.

Di tahun yang baru ini, Surdaningsih berharap akan ada lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Sleman, baik itu wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Karena kita sudah menyiapkan event internasional yang bisa diikuti nantinya. Ada Sleman Temporan, Jogjakarta Internasional Heritage Work, kemudian kita mengagendakan event Sleman Fashion Festival, serta tour ke Prambanan dan Merapi,” tambah Surdaningsih.

Selain itu, Sudarningsih juga menyampaikan bahwa Sleman akan mengadakan pembenahan-pembenahan di berbagai destinasi. “Kita buat instalasi instalasi dengan harapan para wisatawan bisa merasa lebih aman dan nyaman sehingga bisa lebih ramai,” terangnya.




Saparan Bekakak, Daya Tarik Wisata Gamping

Gamping – Jumat (3/11) pukul WIB bertempat di Lapangan Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping digelar Upacara Adat Saparan Bekakak Gamping.

Prosesi diawali dengan laporan Wiro Manggolo Tri Ongko kepada Wiro Pangarso Ki Demang (Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto) bahwa upacara sesaji bekakak telah siap diberangkatkan. Dilanjutkan pemecahan kendhi tirto dono jati dan pelepasan sepasang burung merpati putih oleh Camat Gamping, Abu Bakar, yang sekaligus melepas peserta kirab menuju petilasan Gunung Gamping tempat penyembelihan bekakak.

Dalam kesempatan ini, hadir Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil 17/Gamping Kapten Chb. Suwardi, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, H.Y. Aji Wulantara, Sekretaris Camat Gamping, Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, serta ribuan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan.

Pengaturan lalu lintas peserta kirab dilakukan jajaran Polsek Gamping dibantu Ormas TRC, Argoseto, dan Linmas.

Rute yang ditempuh yaitu dari Lapangan Ambarketawang – Jalan Wates Ringroad Selatan – Jalan Tegalwangi – berakhir di Petilasan Gunung Gamping Tlogo. Pukul WIB, penyembelihan bekakak I dilakukan oleh Dukuh Gamping Kidul, Bambang Cahyono di Gamping Kidul. Sedangkan penyembelihan bekakak II, dilakukan Camat Gamping dan Sekretaris Camat Gamping pukul WIB di Petilasan Gunung Gamping Tlogo.

Ritual Adat Saparan Bekakak hingga sekarang masih rutin berlangsung. Bagi masyarakat setempat, ritual ini dulu sebagai hipnoterapi atas musibah runtuhnya Gunung Gamping. Saat ini telah terintegrasi pada mitos sejarah dan legenda lokal yang tetap dijaga secara konsisten oleh masyarakat setempat lebih dari sebuah ritual budaya, namun sebagai komoditi daya tarik wisata lokal maupun mancanegara (Adnan Nurtjahjo)