KIM Jadi Agen Informasi Pemerintah

Gamping – Selasa (24/4) pukul WIB, Dinas Kominfo DIY mengadakan Bimbingan Teknis Internet Sehat bertempat di Kembangarum, Turi, Sleman. Peserta bimtek yakni perwakilan pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Sleman, salah satunya KIM Gamping.

Sebagai narasumber, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo DIY Bayu Februarino Putro. Dengan mengambil tema “Pentingnya Monitoring Evaluasi Kegiatan KIM DIY.” Dalam hal ini, Bayu berharap agar KIM lebih berdaya guna untuk menyejahterakan anggotanya, bisa membangun perekonomian kelompok untuk lebih maju, serta menjadi agen informasi pemerintah. “Karena KIM memiliki potensi pengerahan massa untuk itu KIM harus berhati hati,” pesan Bayu.

Kegiatan ini juga menerima masukan dari seluruh peserta sebagai acuan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Sleman membuat rencana kerja.

Pemateri kedua yaitu Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Dinas Kominfo Kabupaten Sleman Cecilia Lusiani yang membahas tentang literasi media yakni kemampuan untuk menyaring, memilah, memilih, dan memproduksi pesan-pesan yang terdapat dalam media massa, seperti media cetak, media penyiaran, media online, dan media sosial.

Kompetensi di bidang komunikasi mencakup kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dalam beragam bentuk. Lusi juga berpesan kepada peserta bimtek untuk berhati-hati dalam bermedia sosial, misalnya Facebook. “Perlu pemahaman bahwa konsekuensi pesan dalam media bersifat personal sekaligus publik. Selain itu perlu meningkatkan kesadaran untuk memanfaatkan kebebasan informasi secara baik, serta menyadari pentingnya beretika di media jejaring sosial,” terang Lusi. (Adnan Nurtjahjo)




Sebarluaskan Potensi Desa Melalui KIM

 Ngaglik – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sinduharjo resmi dibentuk, Rabu (11/4) di Aula Balai Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Terpilih sebagai Ketua KIM Desa Sinduharjo adalah Astadi, warga Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik.

Pembentukan KIM Desa Sinduharjo ini dibarengi dengan sosialisasi KIM oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.  Di sela-sela acara, Ketua KIM Kecamatan Ngaglik, Suripto, menyampaikan bahwa sejak terbentuknya KIM Kecamatan Ngaglik 3 Oktober 2016 lalu ternyata KIM Kecamatan Ngaglik belum bisa memasyarakata KIM itu sendiri.

“Untuk itu sejak awal tahun 2017 diadakan audensi ke beberapa kepala desa di Kecamatan Ngaglik agar dibentuk KIM desa sehingga sampai saat ini telah dibentuk KIM di Desa Sardonoharjo, Sukoharjo dan kali ini Desa Sinduharjo,” tutur Suripto.

Menurut Suripto, tujuan dibentuknya KIM desa ini agar program KIM bisa diterima masyarakat sehingga potensi yang ada di desa dan dusun bisa terangkat, diketahui, dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja, menyambut baik pembentukan KIM Desa Sinduharjo ini.

“Dengan terbentuknya KIM, bisa segera berkiprah dan eksis menginformasikan potensi-potensi yang ada di tingkat bawah, seperti rt, padukuhan, hingga desa,” tukas Sudarja. Sudarja menambahkan sebelum ada KIM, potensi-potensi yanga da di Desa Sinduharjo belum terlihat dan terinformasikan. “Semoga ke depan potensi yang jadi unggulan Desa Sinduharjo bisa terlihat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Ngaglik, Bambang Etri Martejo, menyampaikan apresiasinya mengingat di Kecamatan Ngaglik sudah terbentuk 3 KIM desa. “Artinya saya mempunyai jaringan sampai tingkat dusun bahkan sampai RT dan melalui KIM inilah kegiatan masyarakat bisa didata, diolah, dan didokumentasikan yang akhirnya bisa disebarluaskan kepada masyarakat,” tutur Bambang. Menurutnya, ini menjadi kesempatan baik bagi desa-desa yang ingin maju dan berkembang, yaitu dengan membentuk KIM desa ini.

Cicilia Lusiani, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman menambahkan dalam paparan sosialisasinya bahwa ada 4 bidang garapan yang harus dilakukan KIM desa antara lain mengumpulkan data potensi di desa dan dusun, mengolah hasil pendataan potensi itu menjadi bahan informasi, mendokumentasikan hasil olahan data secara rapi, dan menyebarluaskan informasi kepada khalayak. (Suripto).




Kembangkan KIM dengan Inovasi Program Kerja

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) menggelar Sosialisasi Program Kerja Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2018, Rabu (7/3) di Ruang Rapat Lantai 2 Dinas Kominfo Sleman.

Sosialisasi yang diikuti oleh anggota KIM dan Pembina KIM Kecamatan ini, bertujuan untuk menginformasikan berbagai program kerja KIM di tahun 2018. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani menyampaikan bahwa ada beberapa program baru di tahun 2018 untuk KIM yang belum dilakukan di tahun kemarin. “Ada Perbup 51 tahun 2017 yang tahun ini mau kita lihat sejauh mana implementasinya di tingkat desa tentunya,” tutur Ida.

Ida melanjutkan, di tahun 2018, pendataan KIM juga menjadi hal prioritas. Data-data KIM yang sudah ada pun akan kembali dilengkapi secara lebih detail. “Sejauh ini baru kita tahu jumlahnya berapa dan rekapitulasinya berapa, jadi nanti kita akan data profil dari masing-masing KIM, dari pengurusnya, lokasinya, basis kegiatannya, potensinya apa, dan juga prestasinya apa,” ungkap Ida.

Tak hanya itu, bidang IKP juga akan memperluas sebaran informasi mengenai KIM dengan leaflet, buku saku, dan profil KIM. “Seluruh informasi terkait KIM yang sudah didata tadi akan kita tuangkan di sini jadi kalau sewaktu-waktu ada yang ingin tahu soal KIM seperti saat ada kunjungan atau studi banding bisa memeroleh informasi dari sini,” lanjut Ida.

Pembuatan Buletin KIM ditambahkan Ida juga menjadi program kerja untuk KIM di tahun ini. “Kemarin kan kita juga belum ada buletin, ini nantinya berisi materi berita terpilih yang sebelumnya sudah disalurkan di website media center Sleman,” bebernya. Buletin ini nantinya akan dicetak sebanyak 2 ribu eksemplar dan dibagikan kepada KIM kecamatan dan desa.

Pun, Ida menambahkan bahwa untuk menarik minat masyarakat membentuk KIM, Dinas Kominfo Sleman tahun ini akan menyelenggarakan lomba kreativitas KIM. Lomba kreativitas KIM ini rencananya akan diadakan pada bulan Agustus nanti.

Berbagai program kerja KIM ini, menurut Ida membutuhkan dukungan dari pemerintah setempat, yang dalam hal ini adalah kecamatan. Ida mengakui dari sosialisasi yang baru saja berlangsung ini, ada beberapa kecamatan yang ternyata belum mengerti dan paham mengenai KIM. Padahal apabila pemerintah kecamatan sudah bersinergi dengan KIM maka pemerintah kecamatan dapat mensupport KIM di masing-masing daerahnya lewat kegiatannya.

Ditambahkan Ida, sosialisasi ini selain memberitahukan program kerja juga merupakan ajang bertukar pikiran anggota KIM dengan pemerintah kecamatannya, terutama terkait kesulitan yang dihadapi KIM selama ini. “Mereka harus bersinergi agar dapat menyatukan pandangan sehingga bisa saling dukung dan klik artinya kecamatan itu benar-benar bisa support sehingga perkembangan KIM bisa selalu ada,” ucap Ida.




KIM Kertomandiri Turi Rancang Agenda Tahun 2018

Turi – KIM Kertomandiri Kecamatan Turi mengadakan kegiatan Perdana di tahun 2018 pada Sabtu (20/1) di rumah Irawati, salah satu anggota KIM Turi dari Desa Donokerto. Kegiatan ini dihadiri anggota KIM Kecamatan Turi sebanyak 35 orang.

Dalam kegiatan ini berlangsung evaluasi kunjungan KIM Perak Malaysia, Desember lalu.  Pun, melaksanakan sosialisasi Perbup nomor 51 tahun 2018 tentang Kelompok Informasi Masyarakat di Kabupaten Sleman yang disampaikan oleh Suharno.

Selanjutnya, disampaikan rencana kegiatan bulan Februari 2018 dan dilanjutkan oleh pengurus KSP Kertomandiri Sejahtera.

Bidang administrasi koperasi, juga akan melaksanakan pembuatan profil dan pelatihan yang bekerjasama dengan UKDW Yogyakarta. (Suharno)




Linmas dan KIM Desa Bangunkerto Bantu Kelancaran Lalu Lintas

Turi – Minggu (31/12), Linmas dan KIM Bangunkerto membantu kelancaran lalu lintas di Perempatan Lampu Merah Ngablak Bangunkerto.

Hal ini dirasa perlu dilakukan karena selama liburan lalu lintas sangat ramai di mana perempatan Ngablak merupakan jantung kota Desa Bangunkerto, Turi. Di kanan kiri jalan daerah ini terdapat minimarket, toko, pasar tradisional, juga pedagang kaki lima sehingga sering terjadi kemacetan terutama dari Tempel menuju Pakem dan sebaliknya.

Sedangkan yang dari arah Murangan ke Balerante dan sebaliknya, kendaraan cukup lengang. Untuk itu perlu diadakan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan.

Kurang lebih 20 anggota Linmas dan KIM Bangunkerto berjaga secara bergantian di perempatan ngablak.

Tujuannya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan. Selain itu, untuk memberikan rasa aman kepada semua masyarakat yang melintas dan mengantisipasi tindak kriminal yang mungkin terjadi menjelang perayaan tahun baru. (Harman)