Koperasi Jadi Besar Jika Banyak Anggota Aktif

koperasiSleman – Suatu koperasi akan menjadi besar jika memiliki ang­gota aktif yang relatif banyak dan mampu membuat terobosan-terobosan baru guna mendayagunakan dan men­se­jahterakan anggotanya.

“Untuk itu diharapkan agar Koperasi Pegawai Pemerintah Kabupaten Sleman (KP2KS)  semakin kreatif dan inovatif da­lam setiap program-programnya dengan senan­tiasa ber­o­rientasi pada kesejahteraan anggota dan bukannya terjebak pada upaya untuk meraih keuntungan bagi pengurusnya,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI disela-sela RAT KP2KS di gedung Serbaguna Sleman, Senin (22/2).

Menurut Sri Purnomo, jika koperasi tidak terjebak mencari keuntungan bagi pengurusnya maka koperasi akan dapat  dapat ber­saing secara sehat dengan koperasi atau lembaga keuangan lainnya.

“Agar dapat bersaing koperasi perlu menetapkan bunga pinjaman yang kompetitif bahkan lebih rendah dibanding koperasi atau lembaga keuangan lainnya,” kata Sri Purnomo.

Demikian pula dengan penentuan harga di bidang pertokoan yang idealnya lebih murah dibanding harga-harga di luar. Kalau ini terwujud lanjut Sri Purnomo, tentunya akan semakin banyak anggota yang tertarik untuk memanfaatkan jasa pinjaman dan berbelanja di pertokoan KP2KS.

Disisi lain pengurus juga diingatkan harus mampu melakukan terobosan agar PNS Sleman tertarik untuk menjadi anggota. Dengan anggota yang semakin banyak maka modal dasar koperasi juga akan bertambah. Modal dasar ini hendaknya dapat dikelola dengan sebaik-baiknya agar dapat semakin bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Sedang Sulistyo SE selaku Ketua KP2KS  menyampaikan pada tahun 2015 jumlah anggota sebanyak , anggota baru 127 orang dan anggota keluar 192 orang. Sementara untuk kondisi keuangan pada tahun 2015 yakni modal sendiri Rp 8,874 miliar, simpanan sukarela Rp 1,290 miliar, modal luar Rp 656 juta, target pendapatan Rp 2 miliar dan dapat terealisasi Rp 2,4 miliar.

Untuk THR dan kesejahteraan mencapai Rp 981 juta dan SHU Rp 51,283 juta. Untuk bidang sosial pada tahun 2015 KP2KS telah menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp 44,5 juta untuk santunan anggota yang meninggal dunia sebanyak 11 orang  dan keluarga meninggal dunia sebanyak 5 orang serta pemberian beasiswa sebanyak Rp 20 juta untuk putra-putri anggota yang berprestasi sebanyak 40 orang.

Bidang usaha yang dijalankan koperasi saat ini yakni usaha simpan pinjam dengan maksimal pinjaman mencapai Rp 50 juta, arisan sepeda motor sampai dengan gelombang 10, pengadaan kapling  tanah di 3 lokasi dan usaha pertokoan.




Koperasi Di Sleman Tunjukkan Trend Peningkatan

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tetap mendorong aktivitas koperasi untuk menyangga kegiatan ekonomi masyarakat, dalam upayanya menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

Perkembangan perkoperasian di Kabupaten Sleman terlihat dari jumlah koperasi yang ada, menunjukkan trend yang semakin meningkat, yaitu 598 koperasi pada tahun 2010 menjadi 623 koperasi pada tahun 2013.

“Jumlah koperasi aktif, juga meningkat dari 526 koperasi pada tahun 2010 menjadi 573 pada tahun 2013. Jumlah anggota semakin meningkat dari orang pada tahun 2010 menjadi orang pada tahun 2013,” kata Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di Sleman, Senin (24/3).

Menurut Sri Purnomo dari hasil usaha koperasi juga mengalami peningkatan. Dilihat dari jumlah modal sendiri mengalami peningkatan, yaitu dari Rp142,56 miliar pada tahun 2010 menjadi Rp 255,38 miliar pada tahun 2013.

Jumlah volume usaha sebesar Rp20,09 miliar pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp972,77 miliar pada tahun 2013. Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar  Rp15,89 miliar pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp22,14 miliar pada tahun 2013.