Retribusi yang Dikelola Disbudpar Lampaui Target

Sleman – Selama tahun 2016 ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman memberikan sumbangan terhadap PAD sebesar Rp 5,82 miliar dari beberapa retribusi yang dikelola secara langsung. Angka tersebut melampaui dari target yang ditetapkan sebesar Rp 4,875 miliar atau pencapaiannya sebesar 119,50%.

Demikian dikatakan Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Jumat (30/12). Angka tersebut riilnya adalah yang terdiri atas fasilitas Kaliurang sebesar Rp 52,388 juta, Fasilitas Kios Kaliurang Rp 37,290 juta, retribusi tempat rekreasi dan hiburan Rp 5,09 miliar (terdiri atas parkir kawasan wisata Kaliurang Rp 3,01 miliar.

Dan, retribusi Museum Gunungapi Merapi Rp 1,10 miliar, Sinema MGM Rp 651,80 juta, Menara Pandang Rp 142,56 juta dan retribusi candi Rp 176,37 juta serta bagi hasil Candi Ratu Boko Rp 640,46 juta.

Sementara itu secara khusus selama libur akhir tahun sejak 18 hingga 29 Desember 2016 destinasi Kaliurang telah dikunjungi sebanyak wisatawan dengan pendapatan sebesar Rp 324,98 juta. Jumlah wisatawan libur akhir tahun akan dicatat tersendiri selama 16 hari mulai tanggal 18 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017 di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman.

Ayu mengharapkan berbagai atraksi wisata yang dikemas dipenghujung tahun 2016 akan dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Sleman.

Atraksi wisata tersebut diantaranya Festival of Light “Dragon Castle” yang diselenggarakan hingga 29 Januari 2017, Festival Lampion dan Penjor, gebyar malam tahun baru pada tanggal 31 Desember 2016 di Kaliurang dengan 3 titik atraksi dan pesta kembang api.

Ketiga titik tersebut adalah di Panggung Tlogoputri dengan atraksi Braves Boys Band, Niskala Band, Doubleman Band, Panggung Lap GOR Kaliurang Barat dengan atraksi Orkes Melayu Latansa Group.




Pengumpulan Dana PMI Sleman Lampaui Target

Sleman – Dalam rangka memupuk jiwa kesetiakawanan masyarakat, PMI mengadakan Bulan Dana yang dilaksanakan sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2016, yang kemudian diperpanjang hingga 31 Oktober 2016. Sampai saat ditutup, dana yang terkumpul sebesar Rp. 1,085 miliar melampaui target sebesar Rp 750 juta.

“Dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk mendukung pelayanan PMI dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat,” kata R Djoko Handoyo SH, Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2016, Kamis (10/11).

Djoko Handoyo juga berharap tahun depan capaian ini bisa lebih ditingkatkan.

“Kalau di Sleman wajar terkumpul sebesar itu. Semoga tahun depan masih bisa ditingkatkan karena ada sektor-sektor yang masih bisa dimaksimalkan. Perusahaan-perusahaan yang belum ikut kemarin, bisa ikut di tahun depan karena Bulan Dana ini diselenggarakan setiap tahun,” tutur Djoko Handoyo.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes pada saat penutupan bulan bakti PMI Sleman pada hari Rabu (9/11) sore menyatakan apresiasinya dengan dana yang terkumpul.

“Kita patut bersyukur pengumpulan dana ini berhasil melampaui target yang telah ditentukan. Suatu prestasi luar biasa dan patut diacungi jempol. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” kata Sri Muslimatun.