Gubernur Resmikan­ Lava Bantal

DSC_1662 (1)Sleman – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan obyek wisata Lava Bantal yang berada di Dusun Watuadeg Desa Jogotirto Berbah Sleman, Senin (30/5).

Penjabat Sekda Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno  menjelaskan bahwa Lava Bantal merupakan destinasi wisata baru di Sleman yang dikembangkan dari bantuan Pemerintah Provinsi DIY dan telah ditetapkan sebagai Geoheritage. Menurutnya objek wisata Lava Bantal nantinya akan menjadi menjadi kawasan wisata ilmu pengetahuan, wisata alam, dan wisata budaya.

”Kami berharap, kehadiran Gubernur, dapat memotivasi masyarakat Sleman, khususnya masyarakat Berbah untuk senantiasa memelihara, dan menjaga dengan baik, kawasan lava bantal sebagai warisan budaya, warisan geologi, warisan ilmu pengetahuan, yang telah ditetapkan menjadi geoheritage ini,” jelas Iswoyo.

Sementara  Sri Sultan HB X mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Lava Bantal rencananya tahun ini pihak pemerintah akan mengupayakan akses jalan langsung yang menghubungkan Gunungkidul melalui Kecamatan Pathuk dari Obyek Wisata Nglanggeran langsung menuju Lava Bantal.

”Tujuan akses langsung menghubungkan antar obyek wisata ini agar mobilitas wisatawan di Jogja lebih lama sehingga pariwisata di Jogja dapat merata yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” ungkap Sri Sultan.

Sri Sultan juga menghimbau pada masyarakat agar tidak merusak endapan lava yang sudah membatu baik mencungkil maupun melakukan corat-coret karena obyek wisata ini menurutnya memiliki nilai sejarah geologis yang tinggi.

Sementara Iswoyo menambahkan bahwa untuk pengembangan destinasi obyek wisata Sleman antara lain telah dilakukan melalui festival seni di berbagai obyek wisata, pemberdayaan dan pembinaan pelaku wisata, sosialisasi sadar wisata pada masyarakat sekitar obyek wisata, termasuk salah satunya masyarakat di sekitar kawasan Lava Bantal  serta pelatihan manajemen desa wisata.

”Berbagai program dan kegiatan yang telah kami laksanakan tersebut, telah berhasil meningkatkan jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman sebesar 20,65% dari orang lebih, pada tahun 2014 menjadi orang lebih, pada tahun 2015,” tambah Iswoyo.




Sultan Berharap Lava Bantal Jadi Daya Tarik Wisata yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

Sleman – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berharap keberadaan lava bantal di wilayah Kecamatan Berbah Sleman dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu Sri Sultan mengarahkan masyarakat untuk mengembangkan lava bantal sebagai daya tarik wisata. Hal ini disampaikan Sultan saat meninjau lokasi lava bantal di Berbah, Sabtu (30/5). Lava bantal yang berada di perbatasan dua desa yaitu Desa Kalitirto dan Desa Jogotirto Kecamatan Berbah Sleman ini diharapkan bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya terutama dua desa yang mengapit situs tersebut.

Untuk itu Sultan  menyarankan agar keberadaan lava bantal dapat disatukan dengan daya tarik wisata yang ada di sekitarnya sehingga menjadi suatu kawasan wisata. Dalam kesempatan tersebut Sultan juga melakukan dialog dengan masyarakat dan memberikan gambaran kepada masyarakat dalam pengembangan wisata salah satunya bisa dikembangkan sebagai desa wisata.

Namun demikian Sultan juga mengatakan pengembangan lava bantal menjadi daya tarik wisata ini bergantung pada inisiatif dari masyarakat termasuk dalam pengelolaan nantinya. Sementara itu pemerintah memiliki fungsi sebagai fasilitator dari inisiatif masyarakat tersebut.

Sultan juga berpesan agar masyarakat dapat menjaga situs geoheritage tersebut. “Mohon masyarakat dapat menjaga jangan sampai situs menjadi rusak seperti dicongkel, dikotori dan dicorat-coret,” tutur Sultan di hadapan warga. Pesan Sultan,  agar masyarakat juga melestarikan jembatan yang berada di atas situs lava bantal yang konon katanya dibangun oleh Sri Sultan HB IX.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang mendampingi Gubernur, bahwa masyarakat diharapkan bisa menjaga lava bantal karena situs ini merupakan peninggalan jaman dahulu dan termasuk langka. Sri Purnomo juga berharap masyarakat dapat mengambil manfaat dari keberadaan lava bantal dengan mengembangkan sebagai daya tarik wisata namun dengan tetap menjaga kelestariannya.

Sementara Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogja, Drs Subandrio mengatakan lava bantal ini sangat menarik karena proses terjadinya tidak dijumpai di setiap tempat. Lava bantal diperkirakan muncul pada masa tersier yaitu lebih dari 2 juta tahun yang lalu. Lava Bantal menurut Subandrio terbentuk dari adanya terobosan magma di lingkungan air.

Karena berada di lingkungan air terobosan magma ini tidak membentuk gunung api tetapi menjadi batu yang memiliki tekstur yang khas. Subandrio mengatakan lava bantal sebaiknya dikembangkan menjadi tujuan wisata yang bersifat edukatif supaya masyarakat tahu nilai ilmu pengetahuan dan paham proses.