Masyarakat Perlu Terlibat Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Gamping – Dalam rangka mengetahui situasi Kamtibmas di Kabupaten Sleman, Pemerintah Kecamatan Gamping dalam hal ini Seksi Ketentraman dan Ketertiban mengadakan Penyuluhan Ketentraman dan Ketertiban, Senin (4/9) pukul WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 orang yang terdiri dari unsur pelajar, organisasi kemasyarakatan, kepolisian, TNI, satlinmas, dan aparat pemerintah desa. Sebagai narasumber Komandan Rayon Militer 17 Gamping Mayor (Inf) Sri Wiyanto, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, dan Satuan Binmas Polres Sleman.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan sambutan dari Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi yang memberikan himbauan kepada peserta untuk selalu waspada terhadap kasus-kasus rawan konflik yang terjadi di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Danramil 17 Gamping menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan yang menyangkut esensi nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara, dari Sat Binmas Polres Sleman memaparkan materi yang berisi tentang Kamtibmas, penyakit masyarakat, pencegahan kejahatan dan peran masyarakat yang dapat dilakukan. Sebagai penutup kegiatan penyuluhan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman menyampaikan tentang perlunya peran aktif warga masyarakat untuk menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban di lingkungan masing-masing.




Warga Sukoharjo Belajar Keiklasan dan Ketakwaan dari Nabi Ibrahim AS

Ngaglik – Sejak Jumat (1/9) pagi, kurang lebih jemaah Salat Idul Adha 1438 H telah memadati Lapangan Klidon Sukoharjo untuk Salat Id berjemaah. Adapun khatib dan imam dari Salat Id adalah Ustaz Abu Umar Ibrahim LC dari Pondok Pesantren Al-Anshor Wonosalam, Yogyakarta.

Dalam uraian khutbah usai Salat Id, Ustaz Abu Umar Ibrahim menyampaikan bagaimana keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS meski telah menerima beberapa cobaan dan ujian keimanan ketakwaan dari Allah SWT.

Nabi Ibrahim antara lain dalam berdakwah mengingatkan ayahnya dengan santun agar beriman kepada Allah SWT. Meski demikian, ayahnya tetap menyembah berhala karenanya Nabi Ibrahim AS terus mendoakan ayahnya.

Kedua, Nabi Ibrahim AS dibakar dengan api karena ketakwaanya Nabi Ibrahim AS tidak terbakar dan tetap sehat. Terakhir, Nabi Ibrahim AS diuji untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS namun karena keikhlasan, ketakwaan, dan kesabarannya maka Ismail tidak disembelih tetapi diganti dengan seekor domba besar sebagai kurbannya.

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula informasi sementara kurban di lingkungan Klidon Sukoharjo berjumlah 14 sapi dan 10 kambing. Jumlah ini bisa bertambah mengingat hari berikutnya yakni Sabtu (2/9) masih akan dilaksanakan penyembelihan hewan kurban.




Lebaran Ajang Jaling Silaturahmi dan Kebersamaan

Sleman – Sholat Idul Fitri 1438 H di lapangan Denggung Sleman terasa lebih menarik karena menghadirkan Imam dan Khotib yakni Hakim Agung dari Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Ahmad Muktiarto, SH,, Minggu (25/6).

Hadir dalam Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung, antara lain Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Msi beserta istri Hj. Kustini Sri Purnomo, dan para pejabat Pemkab Sleman.

Dalam khotbahnya, Ahmad Muktiarto menyampaikan, dua larangan Allah SWT yang sampai saat ini masih sering dilakukan manusia, yaitu berjudi dan meminum khamr (minuman keras).

Kedua larangan tersebut dilarang karena dapat mengakibatkan permusuhan dan kebencian, lupa mengingat Allah dan mengerjakan sembahyang, kehilangan fungsi akal yang merusak generasi muda, bahkan kematian.

Segala bentuk perjudian telah menjadikan korban banyak umat manusia, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Rakyat yang tadinya kaya menjadi bangkrut, rakyat yang sudah miskin menjadi semakin hanyut dalam kemiskinan, rumah tangga yang tadinya rukun menjadi hancur berantakan.

Untuk itulah Ahmad Muktiarto mengajak pemerintah, cendekiawan, alim ulama, mubaligh, dan segenap komponen bangsa bersatu memberantas perjudian.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo saat dijumpai usai melakukan Sholat Idul Fitri menyampaikan harapannya kepada Allah SWT, semoga amal ibadah yang telah dilaksanakan dapat diterima Allah SWT, dan kita dapat kembali ke fitrah dengan menjalin tali silaturahmi dan kebersamaan.

Usai melaksanakan Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung Sleman Bupati Sleman beserta Ibu, Wakil Bupati Sleman, dan Sekda Sleman secara bersamaan melakukan Open House di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman untuk melakukan silaturahmi dengan saling memaafkan dengan Ketua DPRD, Muspida, Kapolres Sleman, Kepala SKPD, Camat, serta masyarakat.




Setelah Lebaran Permohonan Administrasi Kependudukan Meningkat

Sleman – Permohon administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman mengalami peningkatan cukup signifikan setelah lebaran.‬ ‪Kepala Disdukcapil Kabupaten Sleman, Supardi SH mengatakan permohonan administrasi kependudukan pasca lebaran naik 100 persen lebih per hari.‬

‪”Pada hari-hari biasa rata-rata hanya 200 pemohon per hari, namun setelah lebaran ini bisa sampai 500 pemohon per hari,” kata Supardi, Jumat (15/7).‬

‪Menurut Supardi, permohonan administrasi kependudukan meliputi pembuatan kartu keluarga (KK), rekam data elektronik, pembuatan akta kelahiran sampai dengan pembuatan e-KTP.‬

‪”Terjadinya lonjakan permohonan ini hampir pasti terjadi setiap habis lebaran, karena pada masa libur lebaran masyarakat lebih memilih menunda mengurus administrasi kependudukan,” katanya.‬

‪Supardi menambahkan, membludaknya pemohon, sudah diantisipasi sebelumnya. Keberadaan blangko, tinta kertas dan petugas sudah disiapkan.‬

‪”Bahkan petugas, pada hari pertama setelah cuti bersama lebaran sudah penuh melayani permohonan adiministrasi kependudukan. Petugas tidak ada yang izin. Sementara blangko kami sudah stok 26 ribu,” katanya.‬

‪Sementara itu terkait dengan tahun ajaran baru, Disdukcapil Kabupaten Sleman belum melihat adanya lonjakan dari pelajar ataupun mahasiswa luar daerah yang mengajukan surat keterangan tinggal sementara (SKTS).‬

‪”Jumlah pemohon SKTS terbilang cukup minim yakni 200 pemohon setiap bulan. Setiap tahun angkanya menurun,” kata Kepala Seksi Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Kabupaten Sleman Endang Mulatsih.‬

‪Menurut dia, pada 2014 jumlah pelayanan SKTS sebanyak sedangkan pada 2015 turun menjadi pemohon.‬

‪”Kami mengalami kendala untuk mendata penduduk sementara. Sebab kebanyakan penduduk sementara di Sleman berasal dari kalangan mahasiswa yang mobilitasnya cukup tinggi. Bisa saja tiga bulan sekali pindah indekos. Jadi sulit juga mendatanya,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, guna mengatasi kendala tersebut, pihaknya berusaha menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi di wilayah setempat untuk melakukan pendataan mahasiswa luar Sleman.‬

‪”Saat ini kami baru mengetahui data di UGM saja. Selama tiga tahun ini jumlah mahasiswa luar Sleman di UGM berjumlah 60 ribu orang,” katanya.




Jelang Lebaran Harga Kebutuhan Pokok Naik

DSC_0821Sleman – Menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1437 H harga kebutuhan pokok mengalami perubahan, perubahan tersebut cenderung naik, meskipun ada kecenderungan menurun namun relatif kecil. Seperti yang terjadi di Pasar tradisional Godean beberapa komoditi kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti pemantauan dilakukan oleh  Biro Administrasi, Perekonomian dan SDA Setda DIY dan Bagian Perekonomian Setda kabupaten Sleman, Selasa (28/6).

Ikut memantau di pasar Godean tersebut antara lain Kepala Biro Adminsitrasi Paerekonomian daan SDA Setda DIY, Drs Tri Mulyono MM, Kepala Bagian Perekonomian Setda  Sleman Ir CC Ambarwati MM.

Menurut Tri Mulyono bahwa pemantauan harga tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data tentang harga dan kondisi ketersediaan stok  komoditi bahaan pokok di beberap pasar tradisional di wilayah DIY yang nantinya bisa diinformasikan kepada masyarakat.

Disampaikan Tri Mulyono bahwa yang dipantau adalah komoditas yang dibutuhkan masyarakat , namun saat dilakukan pemantauan khusus di pasar Beringharjo dan Godean beberapa komoditi mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi ada sebagian komoditi yang justru mengalami penurunan. Yang jelas tambah Tri Mulyono pemantauan harga tersebut sebagai upaya  tindak lanjut akan adanya fluktuasi harga.

Menyinggung stok barang, masyarakat tidak perlu kawatir karena stok sampai lebaraan bahkan usai lebaran nanti cukup, memang diakui  beberapa komoditi barang kebutuhan harganya masih cukup tinggi, seperti daging sapi, dan daging ayam, termasuk gula pasir.

Setelah dilakukan pemantauan beberapa komoditi seperti daging sapi kw 1 minggu lalu harganya Rp dan hari Selasa tetap, daging kw 2 harga minggu lalu Rp dan hari Selasa tetap, daging ayam potong minggu laalu harganya Rp. dan saat dilakukan pemantauan di pasar godean harganya  naik menjadi Rp. , sementara daging ayam kampung harganya masih sama yaitu Rp. .

Sementara untuk gula pasir harganya masih sama Rp , telur ayam ras (broiler) Rp , bawang merah naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp .

Bawang putih cincau harganya masih sama yaitu Rp dan bawang putih kating harganya Rp , tepung segitiga biru harganya masih sama yaitu Rp 8000, tepung Cakra harganya masih sama yaitu Rp , Cabe merah besar naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp , cabe merah keriting naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp .

Sedangkan, Cabe rawit hijau harganya masih sama yaitu Rp , cabe rawit merah naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp , lele harganya masih sama yaitu Rp , nila hitam dan nila merah harganya masih sama yaitu Rp , udang putih harganya masih sama yaitu Rp , kembung harganya masih sama yaitu Rp .

Selain itu, gurami harganya masih sama yaitu Rp , bawal tawar harganya masih sama yaitu Rp , bandeng harganya masih sama yaitu Rp , minyak goreng curah barko harganya masih sama yaitu Rp. , minyak goreng curah sawit harganya masih sama yaitu Rp , minyak goreng bimoli harganya masih sama yaitu Rp .