Jelang Lebaran Permintaan Kue Naik 50 Persen
Sleman – Sejak awal Ramadan sampai jelang lebaran sekarang ini, permintaan kue terutama kue kering melonjak hingga 50 persen. Namun kenaikan pesanan ini juga diimbangi dengan naiknya harga sebagai dampak kenaikan harga bahan baku.
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Adenium di Dusun Somodaran Desa Banyuraden Kecamatan Gamping Sleman ikut merasakan naiknya permintaan kue. Produksi kue kelompok yang beranggotakan ibu-ibu di dusun ini kewalahan melayani pesanan baik untuk oleh-oleh maupun untuk hidangan lebaran.
Ketua UPPKS Adenium Ny Umi Sartini mengaku kenaikan pesanan kue produksi kelompoknya mencapai 50 persen. Dengan produksi andalan egg roll mocaf, donat dan pastel, kelompok ini terus berupaya memenuhi pesanan.
“Produk UPPKS Adenium memang baru dikenal ‘door to door’ atau lewat pameran, belum masuk toko atau supermarket. Sebab kami masih takut kalau tidak mampu melayani pesanan dalam jumlah banyak untuk toko atau super market,” kata Ny Umi, Selasa (28/6).
Khusus untuk lebaran kali ini, harga kue produksi UPPKS Adenium juga naik. Tetapi kenaikan ini menurut Ny Umi bukan karena ‘aji mumpung’ karena banyak pesanan, melainkan faktor bahan baku yang lebih dulu naik. Untuk hasil produk kue anggota UUPKS Adenium, Ny Umi menjamin kwalitasnya baik itu rasa maupun kemasannya.
“Untuk egg rol” memang baru sebatas pemesanan, pemasarannya. Sebab egg roll dengan kwalitas yang bagus pembuatannya butuh proses lama dan dikerjakan secara manual,” tutur Ny Umi.
Karena itu produksi baru melayani pesanan. Satu kaleng egg roll isi 30 biji dijual Rp 37 ribu. Pemasaran biasanya untuk oleh-oleh ke Jakarta dan luar daerah. Sementara donat dan pastel pemasaran disekitar Kecamatan Gamping.