Linmas dan KIM Desa Bangunkerto Bantu Kelancaran Lalu Lintas

Turi – Minggu (31/12), Linmas dan KIM Bangunkerto membantu kelancaran lalu lintas di Perempatan Lampu Merah Ngablak Bangunkerto.

Hal ini dirasa perlu dilakukan karena selama liburan lalu lintas sangat ramai di mana perempatan Ngablak merupakan jantung kota Desa Bangunkerto, Turi. Di kanan kiri jalan daerah ini terdapat minimarket, toko, pasar tradisional, juga pedagang kaki lima sehingga sering terjadi kemacetan terutama dari Tempel menuju Pakem dan sebaliknya.

Sedangkan yang dari arah Murangan ke Balerante dan sebaliknya, kendaraan cukup lengang. Untuk itu perlu diadakan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan.

Kurang lebih 20 anggota Linmas dan KIM Bangunkerto berjaga secara bergantian di perempatan ngablak.

Tujuannya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan. Selain itu, untuk memberikan rasa aman kepada semua masyarakat yang melintas dan mengantisipasi tindak kriminal yang mungkin terjadi menjelang perayaan tahun baru. (Harman)




Turi Beri Pelatihan Bagi Hansip dan Linmas

Turi – Desa Bangunkerto, Turi menyelenggarakan pembinaan terhadap hansip atau linmas (Perlindungan Masyarakat) yang ada di Desa Bangunkerto, Kamis (16/11) di Gedung Serbaguna Bangunkerto. Dalam acara tersebut hadir pula Kapolsek Turi, Camat Turi, Kasi Trantip Kecamatan Turi, Lurah Desa Bangunkerto, dan seluruh hansip di Desa Bangunkerto.

Adapun tujuan dari pembinaan tersebut adalah untuk penyegaran dan menambah kemampuan hansip bila nanti terjun di lapangan,

Hansip adalah ujung tombak keamanan yang ada dimasyarakat dan setiap harinya bersinggungan langsung dengan masyarakat. Karenanya, hansip diharapkan selalu siap dan sigap jika menghadapi suatu kejadian.

Dalam pembinaan ini, diajarkan pula Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) oleh PMI Kabupaten Sleman. Sedangkan dari Trantip (Ketentraman dan Ketertiban) Kecamatan Turi memberikan pengetahuan mengenai hak dan kewajiban serta masa tugas hansip, di mana masa tugas hansip sampai umur 60 tahun.

Sedangkan kebanyakan anggota linnmas di Desa Bangunkerto sebagian besar sudah berumur lebih dari 60 tahun. Untuk itu perlu adanya peremajaan anggota hansip di Desa Bangunkerto. Sementara itu, di tahun 2018 direncanakan hansip di wilayah Turi akan mendapatkan jatah seragam baru. (Harman)




Atraksi Beladiri Tutup Upacara Peringatan HUT Satpol PP dan Linmas

Atraksi PolPP Kota DIYSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menjadi inspektur upacara dalam rangka HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-66 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-54 yang dipusatkan di lapangan Pemda Sleman, Kamis (24/3). 

Upacara juga  dihadiri  Kepala Satpol PP DIY, GBPH Yudhaningrat  serta peserta upacara dari perwakilan unsur Pol PP dan Linmas dari 5 Kabupaten/Kota, TNI/Polri, PNS, Paksikaton, Tagana, Satpam, Pramuka dan pelajar se DIY. Tema yang diangkat “Mewujudkan Pol PP DAN Linmas yang Humanis, Berwibawa, Disiplin, dan Tegas”.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri yang menyampaikan bahwa sikap humanis diperlukan karena objek pelayanan Pol PP adalah warga masyarakat, ‘3S’ yaitu salam, sapa, dan senyum diperlukan untuk menunjukkan Pol PP merupakan pribadi yang ramah dan tulus melayani masyarakat. Sebagai penegak peraturan perundang-undangan daerah maka sikap disiplin dan tegas juga harus ditunjukkan Pol PP  dalam menegakkan aturan.

Bupati juga menyampaikan bahwa rancangan peraturan pemerintah no. 6 tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja sedang dalam proses penyusunan. Keberadaan Pol PP merupakan salah satu potensi sumber daya aparatur yang sangat penting dalam pemerintah daerah karena kinerjanya berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga rentan terhadap gesekan kepentingan dan konflik.

Ketentuan-ketentuan yang sudah tidak sesuai dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi akan diselaraskan sehingga meminimalisasikan permasalahan.

Pada akhir upacara Satpol PP dan Linmas Kabupaten Sleman serta Satpol PP Kota Yogyakarta melakukan atraksi dengan unjuk keterampilan bela diri dan yel-yel dihadapan Bupati serta tamu undangan yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut Satpol PP Sleman melakukan atraksi mematahkan lempengan besi dan menghancurkan tumpukan genteng dengan tangan kosong.***




Keberadaan Linmas Miliki Peran Strategi

Sleman – Aktivitas perlindungan masyarakat (Linmas) memiliki tujuan untuk meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan rakor kasatgas Linmas merupakan momen yang sangat tepat untuk merefleksikan kembali sejauhmana upaya dalam meningkatkan perlindungan masyarakat. 

“Keberadaan Linmas memiliki peran strategis yang tidak hanya berorientasi menjaga kamtibmas, tetapi juga garda terdepan dalam memberikan bantuan keselamatan jika terjadi bencana di masyarakat,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika membuka pembinaan Satlinmas di Aula Bappeda, kemarin.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diupayakan bersama antara Pemerintah Daerah dan masyarakat. Terlebih lagi Sleman merupakan barometer keamanan di DIY.

“Tingginya tingkat heterogenitas di Kabupaten Sleman perlu kita sikapi dengan bijaksana karena heterogenitas ini merupaka bukti keistimewaan yang harus kita jaga agar tidak menjadi boomerang terhadap kondisi keamanan di wilayah kita,” kata Sri Purnomo.

Disampaikan pula bahwa upaya mewujudkan keamanan lingkungan harus dimulai dari lingkup yang terkecil yakni lingkungan tempat tinggal. Sri Purnomo juga mengajak seluruh masyarakat untuk menggalakkan kembali upaya pengamanan lingkungan melalui swadaya masyarakat di lingkungan masing-masing.

Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 88 Tahun 2014 tentang pencabutan Keputusan Presiden Tahun 1972 mengenai Hansip yang berlaku sejak 1 September 2014 memiliki tujuan bahwa kedudukan Linmas saat ini adalah lebih relevan sebagai fungsi perlindungan masyarakat bukan sebagai Hansip (Pertahanan Sipil).

Oleh karenanya, kewenangan Hansip sebagai organisasi pertahanan negara dicabut agar Dirjen Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri bisa melakukan pembinaan dan penataan organisasi sipil, sehingga keberadaannya di tengah masyarakat saat ini menjadi lebih efektif oleh karenanya dengan terbitnya Peraturan Presiden tahun 2014 itu bukan membubarkan organisasinya.

Menurut Sri Purnomo, Satlinmas juga memiliki peran penting sebagai mitra Polri dalam setiap pengamanan, oleh karena itu diharapkan Satlinmas dapat menjadi pelopor terciptanya keamanan, ketentraman, ketertiban di masyarakat serta meningkatkan fungsi siskamling dalam masyarakat.

“Saya juga mengingatkan Linmas Sleman untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan dan jalankan amanat tersebut dengan sebaik-baiknya,” kata Sri Purnomo.

Sedangkan Kepala Satpol PP kabupaten Sleman Drs Joko Supriyanto mengatakan maksud dan tujuan pembinaan Satlinmas tersebut untuk melakukan inventarisasi baik personal, kesiapsiagaan personal dalaam melaksanakan tugas maupun memberikan penyuluhan dan penyegaran dalam melaksanakan tugas bagi anggota Linmas KabupatenSleman.

Peserta dalam pembinaan tersebut adalah para Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban selaku Kasatgas Linmas Kecamataan dan 86 Bagian Pemerintahan selaku kasatgas Linmas Desa. Sementara itu materi dalam pembinaan tersebut antara lain Peran Satlinmas dalam mendukung terciptanya Kamtramtibmas dengan nara sumbnert dari Polres Sleman, Wawasan kebangsaan daan kewajiban bela negara khususnya bagi anggota Satlinmas dengan nara sumber Kodim 0732 Sleman.