Manfaatkan Bahan Lokal Jadi Olahan Bergizi

Gamping – Minggu (15/4) pukul WIB, Pemerintah Kecamatan Gamping mengadakan lomba memasak berbahan dasar labu kuning di Pendopo Kecamatan Gamping. Lomba ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-102 tahun.

Lomba yang digelar secara serentak di lima desa se-Kecamatan Gamping ini mewajibkan masing-masing peserta memasak dua macam olahan yaitu olahan basah (sus, kue talam, puding) dan olahan kering (kukis, egg roll).

Juara pertama dari setiap desa mewakili desanya untuk maju ke tingkat kecamatan. Juara satu dan juara dua di tingkat kecamatan akan mewakili Kecamatan Gamping maju ke tingkat kabupaten.

Lomba memasak yang dipantau oleh tim dari kabupaten dan kecamatan ini mengundang juri, antara lain Ahli Gizi Puskesmas Gamping I, Slamet Haryanto, Guru SMKN 4 Yogyakarta, Ninik Harwiyani dan Praktisi Kuliner Yogyakarta, Umi. Penilaian berdasarkan pada cita rasa, kreativitas, kebersihan, komposisi dan harga. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi peserta adalah pemanfaatan bahan lokal (labu kuning) serta maksimal tambahan bahan berupa tepung terigu maksimal 50%.

Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri didapat juara 1 olahan basah yaitu Sri Widiarti dari Desa Ambarketawang dan Juara 1 olahan kering yakni Endah Pramesti dari Desa Nogotirto. Selanjutnya, kedua pemenang berhak mengikuti lomba memasak tingkat kabupaten. (Adnan Nurtjahjo)




Kurangi Ketergantungan Gandum, TP PKK Gelar Lomba Masak Berbahan Singkong

Ketua Tim Penggerak PKK Cicipi MasakkanSleman – Tak disangka singkong yang selama ini dipandang sebelah mata sebagai bahan pangan yang trendnya kalah saing dengan gandum ternyata bisa diolah berbagai bentuk olahan makanan.

Hal tersebut dibuktikan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman dengan menggelar ‘Lomba Masak Pangan Lokal Berbahan Dasar Singkong’ dalam rangka peringatan 1 abad Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (3/5).

Ketua Pelaksana lomba, Dra Eni Harjito mengatakan bahwa lomba yang diikuti 102 peserta tersebut mampu menghasilkan beragam olahan pangan baik olahan basah maupun kering.

Menurutnya kegiatan lomba ini bertujuan memasyarakatkan pangan lokal dengan memanfaatkan bahan disekitar menjadi olahan pangan yang bergengsi dan berdaya saing dengan olahan pangan berbahan gandum serta mengurangi ketergantungan pada gandum. Sedangkan kriteria penilaian lomba ini berdasara pada kreatifitas, citarasa, packing, higienitas, dan penampilan.

“Pada event lomba ini para peserta diwajibkan menciptakan olahan pangan dengan menggunakan bahan dasar singkong minimal 50%, dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena bahan bakunya dari singkong maka diharapkan lomba ini mampu menumbuhkan kreatifitas para peserta yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Eni.

Sementara Kabag Pemerintahan Desa Drs Mardiyana MSi mengungkapkan bahwa selain mudah didapat dengan mengkonsumsi singkong dapat menawarkan manfaat kesehatan karena kandungan vitamin, mineral dan serat di dalamnya. Terlebih singkong juga bebas gluten sehingga dapat dikonsumsi bagi pasien penyakit celiac.

Singkong juga merupakan sumber utama mineral penting bagi tubuh seperi magnesium, tembaga, besi, mangan dan kalium yang dapat membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah.

“Kegiatan ini sangat baik untuk melakukan inovasi pangan, namun tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjadikan potensi produk pangan lokal ini dapat diolah secara benar menurut kesehatan, menarik minat konsumen dan aman untuk dikonsumsi,” kata Mardiyana.




Pejabat Sleman Ikut Lomba Masak Nasi Goreng

Lomba MasakSleman – Suasana Rumah Dinas Bupati Sleman terlihat berbeda dengan hari biasanya. Karena dilakukan lomba masak nasi goreng antara pejabat eselon III dan IV dari SKPD  Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka HUT Korpri ke 44 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (19/11). 

Jumlah peserta lomba memasak sebanyak 30 orang terdiri dari perwakilan dari setiap SKPD, turut serta memasak nasi goreng Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, Pj Sekda Drs Iswoyo Hadiwarno dan  Asisten Sekda Bidang Administrasi Djoko Handoyo, dan pejabat lainnya.

Menurut laporan Panitia Lomba Drs Pustopo bahwa  lomba memasak nasi goreng oleh bapak-bapak pejabat  yang akan dinilai dari cita rasa, kreatifitas, penyajian, penampilan serta alokasi waktu yang memenuhi selama 20 menit. Dalam lomba memasak nasi goreng ini masing-masing peserta diberikan kebebasan untuk dapat memilih bumbu – bumbu yang telah disediakan oleh panitia di meja depan.

Dalam sambutannya Gatot Saptadi  mengatakan lomba memasak ini merupakan peringatan HUT Korpri Ke 44 Kabupaten Sleman. Gatot juga  sangat  mengapresiasi kegiatan lomba masak nasi goreng yang diselenggarakan tiap tahun sebagai ajang refresing karena setiap hari sudah disibukan dengan kegiatan dinas dan pelayanan.

“Lomba masak ini dapat memupuk bakat serta hobi memasak bapak-bapak, agar bisa mengantikan ibu di rumah apabila sedang berhalangan, untuk dapat memasakan anak-anaknya,” tutur Gatot.

Lomba ditandai dengan penyematan celemek kepada salah satu peserta sebagai tanda dimulainnya lomba memasak oleh Penjabat Bupati Sleman. Dan hasil dari lomba memasak nasi goreng ialah Juara I dari  Perwakilan Unit Korpri Setda,  Juara 2 unit Korpri  Badan Kepegawaian Daerah, Juara III dari RSUD Prambanan, Juara Harapan I Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Juara Harapan II dari unit Korpri  Kecamatan Mlati.




Lomba Masak Bahan Salak

DSC_2992bernasSleman – Salak ternyata bisa diolah menjadi beraneka macam olahan baik olahan basah maupun kering. Seperti halnya dalam lomba masak berbahan dasar salak dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan Peringatan Hari Jadi Ke 99 yang dilaksanakan  di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (8/5). Pizza salak dan sate salak merupakan olahan basah yang menarik perhatian dan merupakan terobosan baru dalam olahan berbahan dasar salak. Selain itu juga dodol salak, tart salak, puding salak, nastar salak, brownis salak,geplak salak dan lainnya.

Lomba dilaksanakan oleh panitia Hari Jadi Sleman ke 99 bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman. Menurut Ny Hj Kustini Sri Purnomo Ketua Tim Penggerak PKK Sleman dipilihnya bahan dasar salak karena buah salak merupakan buah khas Sleman yang cukup melimpah di Sleman dan pada saat panen raya harga salak anjlok. Untuk mengatasi masalah itu dengan mengolah salak menjadi aneka macam produk yang tidak hanya dinikmati buahnya yang segar saja namun diolah jadi berbagai macam olahan basah maupun kering.

Dengan diolah menjadi berbagai olahan akan meningkatkan nilai ekonomis salak. Lomba dilaksanakan bertahap mulai dari tingkat desa yang diikuti oleh seluruh padukuhan di Sleman sejumlah 1212 padukuhan kemudian tingkat Kecamatan dan juara I dan II di tingkat Kecamatan berhak mengikuti lomba di tingkat Kabupaten yakni sejumlah 34 kelompok olahan basah dan 34 olahan kering.

Bertindak sebagai juri dari Pusat kajian makanan tradisional UGM Zaki Utama  dan Prof DR Ir Sri Anggraini, Agus Lidwines dari Rumah Pastry dan Culinary Wahyu Austin, Fl Nurwahyuni dari Tarakanita Collage, Chef Suswanto dari Jogjakarta Plaza Hotel, Ir Sumirah dari Poltekes DIY.

Setelah melalui penjurian yang ketat akhirnya yang terpilih untuk jenis olahan kering sebagai juara I Kecamatan Semple salak Naningsih Pakem, Juara II Cokies Daging Kelapa Nanik Maryani dari Ngemplak, Juara III Nastar salak Yuniasih dari Godean, juara IV Puff kering salak Tri Asri Astiani dar Seyegan dan Juara V oleh Tatik dari Kalsan.

Sementara untuk olahan basah juara I Cup cake salak Nur Kumarawati dari Gamping,  juara II Sate Salak Hj. Rofiah dari Mlati dan Juara III Mafin Salak Oleh Hasanah sofi dari Moyudan, Juara IV Jenang Salak Ny Sukarjo Seyegan dan Juara V Klapertaart Roti oleh Nanik Sri Palupi dari Sleman. Para juara masing masing menerima tropy, piagam dan uang pembinaan. Hadiah diserahkan oleh Ketua Tim  Penggerak PKK dan Ketua Hari Jadi Sleman Sukarno SH.