Karang Taruna Bangunkerto Bantu 2 Korban Banjir di Bantul

Turi – Karang Taruna Desa Bangunkerto pada Minggu (10/12) mengadakan kegiatan sosial berupa Bantuan sosial (Bansos) ke daerah terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu.

Adapun wilayah yang dituju yaitu Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul. Rombongan Karang Taruna Bangunkerto Turi dengan menggunakan 3 mobil tiba di Kantor Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul sebagai posko bencana dan diterima langsung oleh Kepala Desa Selopamioro, Himawan.

Dalam sambutannya, Himawan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Karang Taruna Desa Bangunkerto dan berharap Bansos ini dapat bermanfaat serta bisa meringankan beban untuk korban banjir.

Jenis bantuan yang diberikan ada beragam, seperti pakaian pantas pakai, sembako, dan sejumlah uang tunai.

Setelah diterima di Kantor Desa Selopamioro, rombongan langsung diantar oleh Tagana DIY dan Kabupaten Bantul ke Dusun Lemah Rubuh dengan berjalan kaki dengan membawa barang bantuan untuk bertemu langsung dengan warga yang terkena musibah tanah longsor, yaitu ke rumah Wagiyah dan Klumpok.

Kedua warga lansia ini, rumahnya hancur terkena tebing yang longsor sehingga membutuhkan bantuan. Keduanya untuk sementara dibuatkan rumah tinggal di tanah milik Kepala Dukuh Lemah Rubuh yang tempatnya lebih aman.

Bantuan untuk kedua korban diberikan langsung oleh Ketua Karang Taruna Desa Bangunkerto Turi dan diterima dengan senang hati. (Harman)




Dua Hari Longsor dan Angin Kencang Terjadi di Sleman

IMG-20161202-WA0009Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman sejak Kamis hingga Jumat (1-2/12) pagi mengakibatkan tebing di dua lokasi longsor. Kedua lokasi yang longsor tersebut adalah wilayah Kecamatan Gamping dan Kecamatan Godean.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan mengatakan longsor terjadi di Dusun Trini RT04/RW16 Trihanggo Gamping Sleman.

“Kejadiannya rumpun bambu ori longsor (panjang 10 m, tinggi 10 m, lebar 3 m) menimpa 2 rumah, memutus jaringan listrik dan material rumpun bambu menutup alur Sungai Denggung. Tidak ada korban jiwa,” kata Makwan, Jumat (2/12).

Atas kejadian tersebut pada Jumat pagi warga dan relawan melakukan kerja bakti pembersihan rumpun bambu yg menyumbat aliran sungai Denggung.

“Untuk menutupi tebing yang longsor sementara direkomendasikan akan ditutup dengan terpal,” kata Makwan.

Sementara rumah yang rusak akibat longsornya rumpun bambu tersebut adalah rumah milik Guno Prayitno (74) yang tinggal  2 KK, 6 jiwa, 1 balita Laki-laki.

Dampak rumah tertimpa rumpun bambu bagian dampur dan kamar mandi rusak. Kedua adalah rumah milik  Iwan (46) yang terdiri dari 1 KK, 4 jiwa, 2 balita laki-laki. Rumah tertimpa rumpun bambu bagian dapur.

Sementara rumah warga yang terancam longsor milik Eko Wantoro (32) dengan 2 KK, 5 jiwa, balita 1 laki-laki dan 1 perempuan. Rumah terancam longsor bagian dapur. Kemudian rumah Ngatijo (60) terdiri 2KK, 6 jiwa. Rumah terancam longsor bagian dapur. Rumah milik Dulhadi (65) terdiri dari 1KK, 3 jiwa. Rumah kondisi pondasinya paling dekat dengan bibir pereng kurang dari 1 meter.

Dikatakan Makwan, laporan selanjutnya adalah talut jalan ambrol di Padukuhan Kwagon RT 03 RW 02 Sidorejo Godean.

“Kejadian pukul 23 00 WIB tanggal 1 desember 2016. Dimensi  longsor panjang 15 m, lebar 1.5 m dan tinggi 3 m. Longsor akibat banjir dan upaya masyarakat jalan ditutup untuk kendaraan roda 4,” kata Makwan.

Menurut Makwan, kejadian longsor di dua lokasi ini dipicu hujan hari Kamis (1/12) siang dan malam kemudian hujan Jumat (2/12) pagi. Hingga Jumat siang masyarakat masih melakukan kerja bakti mengevakuasi rumpun bambu yang menutup alur sungai Denggung.

Sementara lanjut Makwan kejadian bencana angin kencang dan longsong pada hari Kamis (1/12) melanda di 7 titik lokasi dan kejadian Longsor di 1 titik lokasi. Angin kencang terjadi di Karanganjir RT 01 Sumberarum Kecamatan Moyudan, dahan pohon johar  diameter  15cm patah menutup akses jalan.

Di Dukuh Butuh, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman (utara Pasar Butuh), pohon tumbang menimpa dan memutus jaringan listrik dan menutup akses jalan. Penanganan oleh Komrel dan TRC Sleman, dan di Bronggang RT 03/ RW 28, Argomulyo, Cangkringan pohon tumbang menimpa pekarangn rumah Pardi‬.

Masih di Bronggang RT 03/ RW 28, Argomulyo, Cangkringan, pohon tumbang menimpa rumah bagian atap kamar dan dapur (200 genting pecah) rumah milik Rahmad. Penanganan oleh komrel Agromulyo  dan bantuan BPBD Sleman berupa terpal menutup atap yang rusak.‬

‪Selanjutnya di  Jl Boyong, Kaliurang Barat RT 4/RW 18 Hargobinangun, Pakem, pohon Akasia diameter 15 cm tumbang menutup akses jalan dan menimpa   jaringan listrik.

Penanganan pohon oleh relawan   dan warga serta pembenahan jaringan listrik oleh PLN‬. Di Wonokerso, RT 2/RW33 Cangkringan 2 Pohon tumbang menimpa rumah (pohon mindi diameter 40 cm dan pohon  akasia diameter 30 cm)  Sugiyo (54 th) 1 KK 4 jiwa (bapak, ibu, 2 anak putri remaja)

“Penanganan oleh warga, FPRB Argomulyo dan TRC BPBD, dibantu terpal‬,” kata Makwan.

Kemudian di Dusun Brongkol RT 4/RW 20 Argomulyo, Cangkringan pohon diameter 30 cm tumbang menimpa  Wito. Penanganan dikondisikan oleh Unitlak Argomulyo.

Sedang longsor di Dusun Kalitengah Kidul RT 4/RW 18 Glagahrjo, Cangkringan berupa tebing longsor panjang 5 m, lebar 1,5 m, tinggi 4 m dan rumpun bambu longsor menutup akses jalan. Semuanya sudah dikondisikan oleh warga sekitar dan TRC‬ BPBD Sleman.




Hujan Deras Akibatkan Longsor Di Prambanan

IMG-20161129-WA0007 (1)Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan  Kecamatan Prambanan pada hari Senin (28/11) sore mengakibatkan tebing perbukitan longsor disejumlah titik di wilayah Desa Wukirharjo dan Gayamharjo.

“Ada 18 titik yang terjadi longsor di Desa Gayamharjo Prambanan dan mengakibatkan 11 rumah warga terkena dampak longsor tersebut,” kata Makwan, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Sleman, Selasa (29/11).

Menurut Makwan, tebing longsor di  18 dusun di Gayamharjo tersebut mengakibatkan rumah 11 warga rusak dan juga mengakibatkan menutup jalan Kabupaten dan jalan kampung.

Adapun rumah yang terdampak longsor tersebut adalah milik Hardi Jiman (warga dusun Lemahbang), Wagimin (Klumprit 1), Witodimejo (Candisari), Wagiran (Losari), Parman (Pakel), Sagimin (Dayakan), Lasiyo (Kalingongko Kidul), Wagiman (Kalinongko Kidul), Arjo Sugito (Kalinongko Lor), Yatno Miharjo (Kalinongko Lor) dan Adirejo (Kalinongko Kidul).

Sementara longsor yang mengakibatkan akses jalan kabupaten tertutup terjadi di dusun Kalinongko Lor, longsor di dusun Jali mengakibatkan akses jalan kampung tertutup. Selain itu ada longsong yang menutup badan jalan dan menutup jalan di dusun yaotu di Jalan Wukirharjo dan Kalinongko Lor.

Dikatakan Makwan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan warga juga tidak ada yang diungsikan. Pada Selasa (29/11) pagi masyarakat dibantu relawan dan aparat di Prambanan melakukan gotong royong membersihkan tanah longsor yang menutup jalan.

“Karena diperkirakan intensitas hujan masih tinggi masyarakat yang tinggal di perbukitan Prambanan diminta terus meningkatkan kewaspadaannya bila terjadi hujan deras dalam waktu yang cukup lama,” kata Makwan.

Ditambahkan Makwan, dalam mengantisipasi longsor di Prambanan ini Pemerintah Kabupaten sudah melakukan beberapa tindakan dengan memasang sedikitnya 30 Early Warning Sitem (EWS) di sejumlah titik. Selain itu juga telah melakukan mitigasi bencana pada masyarakat di Perbukitan Prambanan.

Diungkapkan Makwan, berdasarkan surat dari BMKG DIY kondisi dinamika atmosfir laut beberapa hari ke depan meliputi peningkatan suhu permukaan laut diperairan Selatan Jawa 1-2 derajat Celcius dari kondisi normalnya. Kandungan uap air diatan wilayah Jogja relatif lembab, adanya belokan dan pertemuan angin disekitar pulau Jawa akibat munculnya pusat tekanan rendah disekitar ekuator Indonesia.

Kondisi tersebut dijelaskan Makwan dapat menyebabkan peningkatan potensi hujan lebat di wilayah DIY dengan curah hujan diatas 50 mm/hari disertai petir dan angin kencang dan dapat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Prediksi curah hujan 1 minggu ke depan 29 November hingga 5 Desember 2016, kategori tinggi dan berpotensi terjadi di Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Depok, Berbah dan Prambanan.




Hujan Deras Akibatkan Banjir dan Longsor di Sleman‬

Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman sejak Rabu (23/11) malam hingga Kamis (24/11) dini hari menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Godean dan Gamping Sleman.‬

‪”Bahkan akibat hujan deras terrsebur di wilayah Kecamatan Gamping sebuah tanggul ikut longsor,” kata Makwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Kamis (24/11) siang.‬

‪Menurut Makwan, tanggul yang longsor digerus air hujan terjadi di Perumahan Green Madani, Jitengan Desa Balecatur Kecamatan Gamping.‬ Tanah lonsor yang menyertai jebolnya tanggul terjadi pada Rabu (23/11) malam, sekitar pukul WIB.‬

‪Tanah longsor tersebut dikatakan Makwan mengakibatkan satu rumah warga milik Surahman (52) rusak parah, sehingga keluarga yang terdiri dari lima jiwa yakni empat dewasa dan satu balita diungsikan untuk sementara waktu sambil menunggu perbaikan rumah yang rusak.‬

‪Sedang panjang tanggul yang longsor sekitar 50 meter dengan ketinggian tiga meter. Selain itu, satu tiang pal listrik ikut roboh.




Dua Hari Longsor di Prambanan Mengancam 2 Rumah Warga

Petugas Tinjau Tanah LongsorSleman – Selama dua hari yaitu hari Jumat dan Sabtu (5-6/2) di Dusun Jali Desa Gayamharjo Kecamatan Prambanan Sleman telah terjadi longsor. Longsor hari Jumat (5/2) terjadi pukul WIB menimpa rumah warga Salimin yang terdiri dari 2 KK dengan 8 jiwa. Akibat longsor tersebut keluarga Salimin sempat diungsikan ke keluarganya.

Sedang longsong hari Sabtu (6/2) terjadi pukul WIB juga di Dusun Jali Gayamharjo Prambanan mengancam rumah Purwono dengan jumlah 1 KK terdiri dari 4 jiwa.
Camat Prambanan, Drs Abu Bakar ketika dikonfirmasi, Senin (8/9) membenarkan kejadian tersebut.

“Atas kejadian ini semuanya sudah dikondisikan bersama oleh aparat kecamatan, Tim SAR dan masyarakat setempat dengan melakukan gotong royong,” kata Abu Bakar.

Dikatakan Abu Bakar dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Selanjutnya masyarakat diminta waspada bila terjadi hujan deras terus menerus. Menurut Abu Bakar, di wilayah Kecamatan Prambanan khususnya bagian atas memang ada beberapa desa yang tercatat cukup rawan terhadap tanah longsor.

“Ada 6 desa di Prambanan yang masuk rawan longsor,” tutur Abu Bakar.

Keenam desa rawan longsor tersebut tersebar di Desa Gayamharjo, Wukirharjo, Madurejo, Sambirejo, Bokoharjo, dan Sumberharjo. Untuk mengantisipasinya, dari Pemerintah Kecamatan sudah melakukan kegiatan sosialisasi, himbauan cegah deteksi dini, persiapan kantong plastik, senso, juga menyiapkan desa tanggap bencana dan lainnya.