Silaturahmi Kelompok Macapat Suko Wiromo Lestarikan Budaya Adiluhung

Ngaglik – Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, sekarang sedang menggerakkan pembangunan di segala bidang, tak hanya bidang agama seperti Festival Takbir Keliling yang baru-baru ini dilaksanakan, tetapi juga menggerakkan bidang budaya melalui Program Silaturahmi melalui Kelompok Macapat Suko Wiromo yang dilaksanakan Senin (4/9) di Dukuh Josari, Dusun Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan apabila tidak ada yang ngunduh maka kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo,

Kelompok ini diharapkan nantinya menjadi lembaga yang resmi dalam bidang budaya sehingga dibentuklah kepengurusan kelompok yang diketuai oleh Subadi dari Dusun Mendiro Sukoharjo, Ngaglik.

Kelompok ini pun terbilang cukup aktif berkiprah seperti sering tampil di lingkungan masyarakat baik dalam hajatan maupun peringatan hari penting. Bahkan, pernah tampil di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Peserta dari kegiatan silaturahmi macapat ini adalah dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau, mampu serta mempunyai bakat untuk mengembangkan seni budaya macapat ini.

Kepala Dukuh Josari, M Jamin mengatakan bahwa masyarakat dan seluruh warga Josari Tanjungsari menyambut baik dan antusias. Menurutnya, warga sangat bagus dan semangat untuk hadir menonton kegiatan ini.

Jamin berharap kegiatan silaturahmi ini tetap bisa dilaksanakan dengan berkesinambungan untuk melestarikan budaya adiluhung melalui macapat ini.

 




Macapat Sambut Sumpah Pemuda

macapatSleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman gelar Lomba Macapat untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda di Rumah Dinas Bupati, Senin (12/10). Lomba Macapat diikuti oleh perwakilan dari masing – masing kecamatan se Kabupaten Sleman. Macapat adalah tembang (lagu) atau puisi tradisional jawa. Setiap Kecamatan di Kabupaten Sleman mengirimkan 4 peserta, dua laki – laki dan dua perempuan.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Budpar Sleman Ir. AA. Ayu Laksmidew, MM menyampaikan Lomba Macapat sebagai sarana rasa memiliki terhadap budaya jawa, sarana membudayakan dan mengembangkan seni sastra terutama macapat di Kabupaten Sleman, dan mengenalkan budaya macapat kepada generasi muda.

Sedangkan dalam sambutannya, Sekretaris Daerah de. Sunartono, menyampaikan bahwa Lomba Macapat sebagai upaya pelestarian budaya jawa yang adiluhung. Disampaikan pula bahwa Lomba Macapat dapat dijadikan sebagai sarana tolak ukur sejauh mana kemampuan dalam seni macapat.

Materi dalam Lomba Macapat tersebut meliputi tembang wajib (lagu wajib) untuk laki – laki dengan judul Dhandanggula Majsih Slendro Manyuro, dan tembang pilihan (lagu pilihan) Putra dengan judul Mijil Kingkin Pelog Barang atau Kinanthi Sekargadhung Pelog Nem. Sedang tembang wajib untuk Putri dengan judul Senom Kentar Slendro Manyuro dan tembang wajib putri Asmaradana Slobog Pelog Barang atau Pangkur Dhudakasmaran pelog Bem.

Adapun juaranya adalah juara I putra Wagiyana dari Depok, juara II putra Parjiman dari Ngemplak, juara III putra Haryana dari Cangkringan, juara harapan I putra Sukirwanta dari Ngaglik, dan juara harapan II putra Temureja dari Pakem. Sedangkan juara I putri diraih oleh Supinah dari Cangkringan, juara II putri Suhemiharti dari Pakem, juara III putri Annisa Meiliasari dari Pakem, juara harapan I putri Wartutik dari Sleman, serta Suratmi dari Ngemplak berhak atas juara harapan II.

Bertindak sebagai dewan Juri  Dra. Ciptarini, Projosuwasono dan Dwijo Cipto Wandowo. Para juara mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan, maasing-masing : juara I Rp. ,- juara II Rp. ,-. Juara III Rp. ,-. Juara harapan I Rp. ,- dan juara harapan II Rp. ,-.***