Jembatan Saren Masih Dibiarkan ‘Menganga’

Sleman, – Setelah tiga bulan lebih ambrol, jembatan Saren yang menghubungkan Dusun Saren dengan Dusun Babadan Desa Wedomartani Kecamatan Ngaglik Sleman ini belum diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman sempat menjanjikan akan memperbaiki setelah Idul Fitri kemarin, namun hingga kini lubang berdiameter 1 meter itu dibiarkan menganga begitu saja.
Menurut penuturan warga sekitar, Subur (52), jembatan Saren yang dibuat pada 1978 itu konstruksinya belum menggunakan besi dan hanya memakai semen, pasir dan batu merah saja. “Karena jembatan Saren tergolong sudah tua, maka kini tidak kuat lagi menahan beban truk muatan pasir yang setiap hari lewat jembatan ini,” kata Subur.
Untuk sementara, jembatan yang ambrol di satu sisi itu hanya ditutup dengan papan besi dari PU. Sedangkan satu jalurnya masih digunakan untuk lalu-lalang semua kendaraan termasuk truk muatan pasir. Karena itu, keretakan terus bertambah di seluruh sisi jembatan. Dikawatirkan, jika dibiarkan begitu saja maka jembatan Saren dapat putus.
“Meski sudah ada rambu-rambu pengalihan arus, tapi truk pasir yang kelebihan muatan ini masih nekat melintasi jembatan. Ditambah lagi janji perbaikan dari dinas terkait juga tak kunjung dimulai. Kalau kami dari warga tentu menginginkan jembatan Saren ini segera diperbaiki, jika tidak tentu akan berbahaya bagi pengguna jalan,” jelas Subur.