Masjid Tak Sekadar Sebagai Tempat Ibadah

Gamping – Sabtu (14/7/2018) pukul WIB, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya renovasi Masjid Al Mukarrom di Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Hadir dalam peresmian renovasi antara lain anggota DPD-RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Bupati Sleman Sri Purnomo, Muspika Gamping, Kepala Desa dan perangkat desa Trihanggo, Badan Permusyawaratan Desa, kepala padukuhan, serta jamaah dan takmir Masjid Al Mukarrom.

Dalam sambutannya, Sri Sultan HB X berpesan bahwa renovasi Masjid Al Mukarrom yang dibangun dengan swadaya dan semangat gotong royong keluarga muslim atas dasar ketakwaan ini, dapat tetap menunjang peran masjid yang ideal meski semua sarana dan fasilitasnya cukup sederhana.

Selain sebagai tempat salat, diungkapkan Gunernur Yogyakarta ini masjid dapat dijadikan tempat pertemuan, perpustakaan, kegiatan sosial, pusat perekonomian, dan pendidikan bagi umat Islam.

“Jangan sampai masjid hanya sebagai persinggahan sementara untuk melepas lelah dari beragam aktivitas di tempat kerja belaka, karena tidak berfungsi apa-apa ketika ada masalah yang timbul di masyarakat,” tandas Sri Sultan HB X.

Oleh karena itu, tolok ukur kemakmuran masjid dikatakan HB X bukan pada bangunan fisik yang megah tetapi maraknya salat berjamaah dan ramainya kegiatan syiar Islam yang bisa menjadikan masjid sebagai majelis ilmu amaliah serta memberi manfaat bagi jemaah dan masyarakat sekitar. (Adnan Nurtjahjo)




Renovasi Tingkatkan Fungsi Masjid Sebagai Tempat Ibadah

Gamping – Rabu (11/4) pukul WIB, warga Padukuhan Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping melakukan persiapan pengecoran pilar-pilar penopang bangunan lantai 2 Masjid Al Huda yang berlokasi di rt 05 rw 25 Bedog.

Warga merenovasi masjid bertujuan untuk meningkatkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pembinaan mental umat islam khususnya warga Dusun Bedog dan Kecamatan Gamping pada umumnya. Utamanya, menambah daya tampung dalam melaksanakan ibadah salat berjemaah dan syiar keagamaan semakin menggema.

Menurut Ketua Pelaksana Renovasi, Imam Suwardi, masjid yang didirikan di atas tanah wakaf keluarga Murni Harjo seluas 320 m2 ini nantinya memiliki dua lantai. Bangunan lantai I seluas 196 m2 sedangkan bangunan lantai II seluas 256 m2. Perkiraan biaya yang diperlukan untuk merenovasi masjid sebanyak Rp ,00.

Adapun susunan panitia renovasi Masjid Al Huda Bedog, yakni Pelindung Sumarso selaku Kepala Dusun Bedog, Penasehat H. Sukur Djazuli, Ketua Pelaksana Imam Suwardi, Sekretaris Muhammad Amir, Bendahara Djumadi, dilengkapi seksi keamanan, seksi pembangunan, seksi usaha, seksi humas, seksi konsumsi, dan seksi pembantu umum.

Pembangunan masjid yang diarsiteki Roy Desimoko serta Perencana Struktur Lava, sampai saat ini baru mencapai 40 persen pengerjaannya dan masih membutuhkan bantuan dari para donatur. Diharapkan masjid bisa digunakan untuk salat berjemaah saat bulan ramadan 2018 nanti. (Adnan Nurtjahjo)




Inovasi Mengajar Tingkatkan Ketertarikan Anak Belajar

Turi – Selasa (12/12) bertempat di Gedung Pertemuan Desa Bangunkerto, Pemerintah Desa Bangunkerto melalui Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat, Reny Kusumawati, mengadakan siraman rohani dan pembinaan rohis (rohani Islam) serta pengurus TPA se-Desa Bangunkerto. Kegiatan ini dimulai dari pukul WIB.

Adapun Desa Bangunkerto memiliki 16 rohis dan 17 TPA yang tersebar di 12 padukuhan dan 26 dusun. Rohis sendiri bertugas untuk mengelola masjid dan memakmurkan Jemaah sedangkan untuk pengurus Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) bertugas mengajar anak-anak tentang agama Islam di dusun masing-masing.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, Kepala Desa Bangunkerto, Anas Ma’ruf berharap bisa menambah ilmu keagamaan dan sebagai ajang silaturahmi antara rohis dan pengurus TPA. Pun, sebagai ajang diskusi untuk tukar pikiran demi kemajuan TPA dan kemakmuran jemaah masjid di masing-masing dusun.

Dalam kesempatan ini, hadir Ketua KUA Kecamatan Turi, Suisdiawan. Dalam sambutannya, Suisdiawan berpesan kepada para rohis untuk selalu mengajak masyarakat muslim memakmurkan masjid dengan cara membiasakan anak-anak ke masjid. Cara membiasakan anak-anak yaitu dengan mengadakan TPA di masjid dan mengadakan kegiatan di masjid sehingga anak-anak terbiasa pergi ke masjid sejak dini.

Selain itu, pengurus TPA perlu membuat inovasi dalam mengajar supaya anak lebih tertarik sehingga masjid bisa menjadi ramai dengan kegiatan keagamaan. (Harman)




Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Gamping

Gamping – Jumat (24/11) pukul WIB bertempat di Balai Desa Ambarketawang berlangsung pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Gamping periode tahun 2017-2022. Pengukuhan dilakukan oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sleman, Busyro Al-Karim.

Dalam kesempatan ini hadir pula, Camat Gamping, Abu Bakar, Sekretaris Camat Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Gamping, Kartinah Eko Herawati, Kepala KUA Gamping, Zainudin, Babinsa Pelda, Sumarjo, dan aparat Polsek Gamping, beserta para undangan serta 22 orang pengurus terpilih.

Adapun Surat Keputusan pengangkatan berdasarkan hasil musyawarah cabang MUI Kecamatan Gamping tanggal 24 November 2017 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Sleman, Ma’mun Muhamad Mura’i dan Sekretaris Umum, Sukirman.

Kepengurusan yang baru ini mempunyai beberapa program kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing antara lain Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Bangsa yaitu mengadakan silaturahim antar ulama dan tokoh masyarakat, mensosialisasikan fatwa MUI di atasnya, pendataan ulama, dan temu ulama se-Kecamatan Gamping, dan sosialisasi penyembelihan secara syar’i.

Komisi Dakwah dan Pendidikan yaitu pendataan dai/daiyah, pondok pesantren, dan masjid/mushola se-Kecamatan Gamping. Komisi Fatwa dan Hukum yaitu mengadakan Bahtsul Matsail permasalahan agama yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, seperti konflik intern dan antar umat beragama serta pemerintah.

Di akhir acara, Ketua Dewan Pengurus Harian MUI Kecamatan Gamping menyampaikan misi terciptanya kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang baik, memeroleh ridho dan ampunan Allah SWT menuju masyarakat berkualitas demi terwujudnya kejayaan Islam dan kaum muslimin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai manifestasi dari rahmat bagi seluruh alam. (Adnan Nurtjahjo)




Bupati Himbau PNS Tetap Jamaah di Masjid Pasca Ramadan‬

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengajak Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Komplek Pemda Sleman untuk tetap berjamaah di Masjid Agung Sleman meski bulan suci Ramadan telah berlalu. Demikian disampaikan Sri Purnomo usai sholat dzuhur di Masjid Agung dr Wahidin Sudirohusodo, Senin (15/8).‬

‪Sri Purnomo mengatakan meskipun bulan Ramadan telah berlalu, hendaknya kegiatan-kegiatan beribadah tetap berlanjut seterusnya.

“Ketika bulan Ramadan masjid terlihat selalu penuh maka diharapkan di bulan-bulan lain juga sama penuhnya. Misalnya bulan Ramadan lalu ada 6 shaf terisi, maka sekarang 5 shaf juga bagus. Yang sisanya 1 shaf semoga sedang mengisi masjid yang lain. Mari kita upayakan untuk Dzuhur dan Ashar ataupun shalat yang lain untuk selalu berjamaah di Masjid Agung ini,” kata Sri Purnomo.‬

‪Sri Purnomo juga menekankan pentingnya membaca Al-Quran.

“Sekarang eranya teknologi. Dengan smartphone kita bisa terhubung dengan orang di belahan dunia manapun setiap saat. Dan kita juga bisa memasang aplikasi apapun di smartphone, termasuk juga membaca Al-Quran dan sejenisnya. Sehingga kita bisa membacanya di mana saja. Dengan mendengarkan orang Al-Quran saja sudah membawa kebaikan, apalagi apabila kita sendiri yang membacanya,” pungkasnya.‬

‪Masjid Agung dr Wahidin Sudirohusodo yang terletak di kompleks perkantoran Pemkab Sleman di Beran, Tridadi, Sleman mengagendakan tausiyah singkat sesudah shalat Dzuhur berjamaah.

Tausiyah sesudah shalat berjamaah ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa ketika Ramadan lalu, dan sempat terhenti sesudah Lebaran dan sekarang diawali lagi. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan secara teratur setiap Senin dan Rabu dan untuk jadwal berikutnya akan diisi bergantian oleh tokoh-tokoh dari berbagai kalangan.