Sulitnya Melakukan Pemasaran Media Cetak

Gamping – Dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2017, Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan Lokakarya Jurnalistik, Selasa (24/10) di Lantai 2 Gedung Balai Bahasa DIY Kotabaru.

Acara yang dimulai pada pukul WIB ini menampilkan narasumber Redaktur Pelaksana Minggu Pagi Latief Noor Rochmans. Lokakarya diikuti oleh KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Kecamatan Gamping beserta 80 orang dengan latar belakang guru, dosen, pelajar, dan mahasiswa.

Latief Noor Rochmans memaparkan bahwa membuat media cetak itu tidaklah sulit, justru yang sulit adalah bagaimana menjualnya.

Untuk membuat media cetak dipaparkan Latief perlu melakukan beberapa langkah seperti harus menentukan segmentasi, kemudian menentukan format (tabloid, koran, buletin, majalah). Selanjutnya membuat perencanaan liputan, yang meliputi apa, dimana, siapa, kapan dan bagaimana pelaksanaan liputannya (kaidahnya harus memenuhi 5W1H + save). Setelah itu, melakukan pendaftaran ke internet. Langkah lanjutannya adalah hunting berita, menulis berita, editing, dan membuat lay out serta pencetakan.

Diakui Latief langkah paling sulit dilakukan setelah media cetak jadi adalah pemasaran, baik medianya maupun menjual iklannya.

Di akhir paparan materinya Latief menyampaikan bahwa menulis adalah bakat. Selain itu, untuk dapat menulis seseorang perlu banyak membaca. (Adnan Nurtjahjo)




Buletin Rangkum Informasi Pembangunan Desa Sardonoharjo

Ngaglik – Kepala Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, SE menerima KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Kecamatan Ngaglik dalam acara Anjangsana ke Desa Sardonoharjo, Selasa (10/10). 

Harjuno menyambut baik atas kunjungan KIM Kecamatan Ngaglik, yang bertujuan untuk melihat dari dekat Kiprah KIM Desa Sardonoharjo yang telah terbentuk beberapa bulan yang lalu.

Sekarang ini, KIM Desa Sardonoharjo sudah mulai aktif dengan keahlian para generasi muda di Desa Sardonoharjo. Hal ini dibuktikan dengan Desa Sardonoharjo yang sudah mempunyai website, Instagram, serta media lainnya.

Menariknya lagi, KIM Desa Sardonoharjo mulai membuat buletin 2 bulanan dengan nama Warta Sardonoharjo dengan ikon berita warga Desa Sardonoharjo.

Informasi apapun yang sifatnya pembangunan dan kemasyarakatan bisa dimuat di buletin ini. Biaya pencetakan buletin ini pun mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sardonoharjo dan pihak sponsorship.

Dalam kesempatan ini, Suripto selaku perwakilan KIM Kecamatan Ngaglik mengharapkan KIM Desa Sardonoharjo dapat terus dikembangkan. “Apalagi sudah ada modal dasar tenaga dari remaja karang taruna yang semangat dan handal dengan berbagai media yang telah ada, tinggal terus mengaktifkan semua potensi yang ada di Desa Sardonoharjo,” tambah Suripto.

Wakil Ketua KIM Desa Sardonoharjo, Eka Sastra, menyampaikan kesiapannya untuk memajukan KIM Desa Sardonoharjo yang merupakan bagian dari KIM Kecamatan Ngaglik ini. (Suripto)