Kiprah Aktif Para Kader BKS Ngaglik

Ngaglik – Sebanyak 25 orang kader BKS (Bina Keluarga Sejahtera) yang terdiri dari 15 orang kader BKL (Bina Keluarga Lansia) dan 10 Kader BKB (Bina Keluarga Balita) se-Kecamatan Ngaglik, mengadakan pertemuan koordinasi membahas pengembangan program BKS tingkat Kecamatan Ngaglik, Kamis (28/9).

Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Camat Ngaglik, H. Anggoro Aji Sunaryono, SH, MH. Dalam sambutannya, Aji memberikan motivasi kepada kader BKS untuk melaksanakan kegiatan secara rutin dan berkesinambungan serta dapat mengaplikasikan kepada masyarakat di wilayahnya.

Di samping itu, untuk anggaran kegiatan BKS bisa diajukan melalui dana desa atau ADD agar kelompok BKB, BKL dan BKR bisa mendapatkan dana pembinaan di lini lapangan.

Sementara itu, Koordinator PKB Kecamatan Ngaglik, Dra Abidah mengatakan dalam pembinaan para kader BKS ini membahas tentang cara pengisian Kartu Kembang Anak (KKA) yang bermanfaat untuk mengetahui tumbuh kembang anak atau balitanya, sesuai perkembangan umur anak balita.

Pun untuk mengaktifkan kembali para kader supaya dapat partisipasi menggerakkan program BKS. Utamanya merajut keterpaduan BKB, Posyandu dan PAUD atau Kelompok Bermain yang sasarannya hampir sama.

Untuk kegiatan BKL, agar bisa aktif kembali dengan diadakannya Posyandu Lansia dan diisi dengan senam lansia, pengajian lansia, serta sosialisasi 7 dimensi lansia tangguh. Selain itu, memberikan gagasan kreativitas para lansia antara lain melalui kegiatan senam lansia, senam otak para lansia, dan keterampilan lainnya sesuai potensi para lansia yang dimiliki.




Mengolah Ikan dengan Cara yang Benar

Sleman – Pelatihan keterampilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman kembali dilaksanakan pada Selasa (26/9) hingga Rabu (27/9) mulai pukul WIB. Pelatihan yang diikuti oleh 30 anggota dan pengurus DWP Kabupaten Sleman ini digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Pelatihan dilaksanakan dengan mengusung tema pengolahan ikan. Tema ini diusung dikarenakan ikan memiliki banyak manfaat, hal ini dituturkan oleh Noor Lisnani Arif Haryono selaku Ketua Bidang Pendidikan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dalam sambutannya.

Pelatihan ini diselenggarakan agar para anggota dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada khususnya ikan, menciptakan kreativitas pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, dan juga meningkatkan ekonomi keluarga sesuai dengan isi Panca Dharma Wanita yang ke-4, yakni wanita sebagai pencari nafkah tambahan.

Endang Untoro Budiharjo selaku Wakil Ketua DWP Kabupaten Sleman menambahkan tujuan dari dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk menambah ilmu dari para peserta terkait cara mengolah ikan. “Ibu-ibu Dharma Wanita yang rawuh (hadir-red) hari ini bisa menyerap semua ilmu dari cara memasak ikan yang benar dan yang bergizi,” jelasnya saat diwawancarai di sela-sela pelatihan.

Dalam pelatihan memasak olahan ikan ini, selain para peserta melihat bagaimana pengisi materi Yati Pratiwi perwakilan dari ASPPIN (Asosiasi Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan) melakukan demo, peserta juga diajak terjun langsung mepraktekan proses pembuatan adonan nugget dan siomay ikan tuna.

Dengan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, Endang menaruh harapan agar pelatihan kali ini dapat memberi manfaat positif bagi ibu-ibu DWP Kabupaten Sleman. “Harapannya bagi ibu ibu yang sudah mempunyai background di bidang memasak ikan itu bisa nanti meningkatkan usahanya di bidang yang digeluti tadi,” tutur Endang.

 




Sleman Rumuskan Komponen Perencanaan Pembangunan Smart City

Sleman – Menurut Citiasia Inc, membangun smart city/regency membutuhkan beberapa kesiapan, seperti kesiapan infrastruktur, TIK, dan sosial, kesiapan SDM, kemampuan birokrasi, dan anggaran, kesiapan kebijakan, kelembagaan, dan pelaksanaan, serta kesiapan masyarakat.

Kesiapan-kesiapan ini tengah dimatangkan kembali oleh Pemkab Sleman dalam upaya mewujudkan Sleman Smart Regency melalui Bimbingan Teknis Tahap III Penyusunan Masterplan Smart City, Senin (25/9) di Ruang Rapat Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi, menyampaikan bahwa bimbingan teknis yang ketiga ini merupakan sebuah komitmen dari Kabupaten Sleman dalam rangka untuk mewujudkan visi-misi Kabupaten Sleman tahun 2016-2021. “Visi-misi Pemerintah Kabupaten Sleman ini adalah bagaimana kita memanfaatkan IT tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat Sleman,” terang Sumadi.

Tujuan itu menurut Sumadi, sudah selaras dengan gerakan menuju 100 smart city, yaitu mewujudkan kota yang berbasis teknologi informasi dengan didukung pemerintahan yang cerdas  (smart government), peningkatan daya saing daerah yang cerdas (smart branding), sinergi pembangunan ekonomi secara cerdas (smart economy), dukungan pengelolaan ekosistem tempat hidup yang cerdas (smart living), partisipasi cerdas masyarakat (smart society), serta pengolahan sumber daya alam dan lingkungan yang cerdas (smart environment).

Sumadi menambahkan bahwa output dari penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Pusat dengan pemimpin daerah pada Mei lalu adalah terwujudnya masterplan pengembangan smart city pada masing-masing daerah. Untuk mewujudkan masterplan ini menurut Sumadi, Sleman harus merumuskan perencanaan pembangunan berdasarkan elemen dan subelemen.  “Kita harus memahami komponen-komponen smart city apa saja supaya kita dapat merumuskan bersama secara sistematis,” tutur Sumadi.

Karenanya, bimbingan teknis dengan didampingi staf ahli ini tutur Sumadi sangat membantu Sleman dalam proses perumusan masterplan tersebut. Ke depannya, masterplan pengembangan smart city dari Kabupaten Sleman ini akan disahkan dalam bentuk regulasi peraturan bupati. “Sehingga mengikat kita semua untuk menjalankannya dan itu menjadi dasar kita untuk mengembangkan smart city,” jelas Sumadi.




Blotan Cari Ketua Rukun Warga dari 3 Calon

Ngemplak – Dusun Blotan RW 40 Wedomartani, Ngemplak, Sleman melaksanakan coblosan pemilihan ketua RW 40 periode tahun 2017-2022, Minggu (24/9) di Rumah Margono, Kepala Dusun Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Ketua Panitia, Eko Saputro, menyampaikan bahwa calon yang diusung adalah perwakilan dari masing-masing RT, Supriyanti dari RT 01, Hari Iswanto dari RT 02, dan Suyanto dari RT 03.

Eko menuturkan bagi yang terpilih, rencananya nanti SK (Surat Keputusan-red) akan diserahterimakan dari Desa Wedomartani bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Sabtu (28/10). SK inilah yang menandai mulainya tugas sebagai ketua RW terpilih periode tahun 2017-2022.




Sukoharjo Sambut Kedatangan 17 Jemaah Haji

Ngaglik – Dalam acara penerimaan jemaah haji se-Desa Sukoharjo, sejumlah 17 orang jemaah haji telah kembali dalam kondisi yang sehat dan menceritakan pengalaman pelaksanaan haji di tanah suci pada Minggu (24/9) di Balai Desa Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sukoharjo yang diwakili Sekretaris Desa Sukoharjo, Yuliani, menyampaikan terima kasih atas kedatangan para jemaah haji di Balai Desa Sukoharjo. Yuliani juga mengucapkan selamat datang dan selamat kembali ke rumah masing masing. Pun, mendoakan para jemaah haji, semoga menjadi haji mabrur sehingga bisa menjaga kemabruran haji sepanjang hayat sesuai dengan slogan IPHI.

Sementara itu, Ketua IPHI Ranting Sukoharjo, mengharapkan untuk menjaga kemabruran haji, para jemaah haji dapat masuk menjadi anggota IPHI Ranting Sukoharjo dan bisa aktif dalam kajian bulanan setiap Minggu kedua.

Untuk lebih lengkapnya, silaturahmi penerimaan haji ini diisi tausiah oleh Ustaz Drs. H. Kholisin yang menekankan kepada penjagaan kemabruran ibadah haji dengan terus menerus menggali ilmu agama secara rutin. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan sehingga setelah kembali dari haji, ibadahnya tetap bisa dipertahankan dan ditingkatkan kualitas.

Akhir acara, dilaksanakan pembacaan doa yang dilafalkan oleh 4 jemaah haji sebagai perwakilan.