Sukoharjo Siapkan Pemimpin Bangsa Masa Depan

Ngaglik – 1 Muharam 1439 Hijrah merupakan babak baru dalam pendidikan agama Islam. Menyambut tahun baru Hijriah ini, masyarakat Desa Sukoharjo khususnya Dusun Karanglo mendapat kabar gembira dengan peresmian Pondok Pesantren Bayt Alquran.

Pondok pesantren yang digagas oleh KH M. Muhaimin dari Kotagede Yogyakarta ini dibangun dengan menempati rumah dan tanah Sulasmi bin Hadisutjipto yang luasnya hampir m2.

Pondok tersebut diresmikan oleh Sri Muslimatun, Wakil Bupati Sleman, Kamis (21/9). Dalam sambutannya mewakili Bupati Sleman, Sri mengatakan bahwa Pemkab Sleman menyambut dengan antusias berdirinya pesantren yang diharapkan bisa menyiapkan pemimpin bangsa masa depan dan sebagai benteng dari pengaruh negatif kondisi sekarang ini.

Selain itu, Sri juga mengharapkan pondok ini mampu menghasilkan cendekiawan muslim sejati yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Sebab, penghafal-penghafal Alquran sekarang ini sangat dibutuhkan di hampir semua stakeholder di masyarakat baik di pemerintahan maupun di perusahaan.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Nandang Sutrisno, yang juga mengungkapkan dukungannya atas berdirinya pondok ini. Nandang mewakili civitas akademika UII juga menyampaikan kesiapannya bekerja sama dengan pihak pesantren.  “Banyak yang bisa dikerjasamakan misalnya FAI bisa melalui PKL atau KKN serta membantu pembelajaran yang dibutuhkan pondok ini, saya selaku Rektor UII Yogyakarta sangat menyambut baik adanya pondok ini,” ungkap Nandang.

Nandang menambahkan, selama ini Fakultas Agama Islam (FAI) UII, sudah kerjasama dengan IPHI Sukoharjo dan Masjid Masjid Sukoharjo dalam bidang keagamaan. Ke depannya, ia berharap bisa dikembangkan terus untuk membetengi pengaruh negatif arus globalisasi.

Dalam peresmian pondok ini, Muhammad Mahfud. MD juga berkesempatan memberikan bekal, bimbingan, serta gagasan tentang masa depan pondok. Diungkapkan Mahfud, pondok harus memiliki dua hal dalam mengembangkan kecerdasan, yakni melalui memberdayakan otak untuk berpikir cerdas tetapi juga memberdayakan hati yang diharapkan menghasilkan watak atau moral yang Islami yang baik sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.

Peresmian pondok ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai pihak, seperti Sudjarwadi SU mantan Rektor UGM, Pemerintah Kecamatan Ngaglik, Muspika, Kepala Desa Sukoharjo, Perangkat Desa Sukoharjo dan Dukuh Karanglo, para alim ulama, kyai pimpinan pondok, tokoh agama, serta masyarakat Desa Sukoharjo.




Turi Gelar Mubeng Dusun Saat Tahun Baru Hijriah

Turi –  Dalam rangka menyongsong Tahun Baru Hijriah, warga Kembangarum wetan kali mengadakan tirakatan dan mubeng (keliling-red) dusun yang dimulai dari pukul WIB, Kamis (21/9).

Malam tirakatan ini dihadiri Kepala Desa Donokerto, Kepala Dusun Turi 13, Babinkamtibmas Donokerto Aiptu Slamet, dan seluruh warga wetan kali. Jumlah yang datang ada 100 orang.

Usai tirakatan, acara dilanjutkan dengan tahlil kemudian upacara adat. Selesai upacara adat dilanjutkan dengan mubeng dusun, lalu kembali ke tempat semula dengan membagikan doorprize. Acara ditutup dengan doa.




Kartu Tani Mudahkan Petani Manfaatkan Subsidi

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyerahkan kartu tani sejumlah kepada petani di Kabupaten Sleman pada Selasa (19/9) di Halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Menurut Sri, kartu tani ini dibagiakan agar subsidi pemerintah pada sektor pertanian bisa tepat sasaran. “Kartu tani itu kan program nasional ya. Itu kan digunakan untuk para petani petani yang membutuhkan,” terang Sri saat ditemui di sela-sela peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37.

Sri menambahkan, kartu tani ini bisa digunakan para petani untuk membeli berbagai macam kebutuhan pertanian. “Kartu tani bisa dimanfaatkan macam-macam sehingga harapannya nanti mereka nanti bisa gunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya keperluan dari petani, misalnya pupuk segala macam itu,” tambah Sri.

Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suwandi Azis, menyampaikan pula bahwa pembagian kartu tani tahap pertama ini dapat memudahkan para petani dalam memanfaatkan subsidi pemerintah karena petani tidak perlu bersinggungan langsung dengan dana dari pemerintah. “Jadi subsidi itu sudah masuk dalam rekeningnya petani, tinggal petani tidak bersinggungan dengan uang tapi hanya dengan kartunya itu,” ungkap Azis.

Dituturkan Azis, dana yang diberikan kepada setiap petani memiliki jumlah yang berbeda, salah satunya tergantung dari luas lahan petani. “Luas lahannya berapa nanti kan ketemu jumlah kebutuhan pupuknya berapa, nanti disubsidi berapa kemudian yang harus dibayar oleh petani sendiri berapa,” jelas Azis.

Azis mengaku bahwa pembagian kartu tani ini masih dalam proses berjalan, mengingat jumlah petani yang terdaftar di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mencapai petani. Karenanya, Azis memperkirakan bahwa penggunaan kartu ini baru bisa maksimal pada tahun mendatang.




Kudapan Ini Andalkan Manfaat Baik Tanaman Kelor

Sleman – Setiap tahun Kabupaten Sleman memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober. Untuk tahun ini Hari Pangan Sedunia ke-37 digelar oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman pada Selasa (19/9) di Halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Ada beberapa agenda yang dirancang Dinas Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dalam rangka memeriahkan Hari Pangan Sedunia ini, seperti mengadakan pameran, bazar, dan aneka lomba olahan makanan. Salah satu olahan kudapan yang menjadi perbincangan pokok adalah yang berbahan dasar tanaman kelor.

Menu, Ketua Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Pa-Ri Merapi Sembada, Kecamatan Pakem menuturkan bahwa acara ini diikutinya secara rutin setiap tahun.

“Untuk olahan daun kelor sendiri, dipelopori oleh Dinas Pertanian. Nah, karena itu saya mengajak teman-teman untuk mengolah daun kelor. Ini juga baru mulai sekitar 5 bulan yang lalu, untuk olahannya sendiri ada cendol kelor, puding kelor, dan juga pepes kelor,” terang Menu

Untuk olahan lain yang dapat diolah dari daun kelor, yakni botok, pasta kelor ayam, kue tar kelor, permen kelor, nugget, stik daun kelor, puding, pepes, dan kue bawang kelor.

Menu mengakui bersemangat dalam melakukan inovasi produknya karena mengetahui bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat baik. Hal ini juga diamini oleh Prof. Dr. Nurfina Aznam. SU. Apt, yang di kesempatan yang sama berlaku sebagai narasumber dalam Sarasehan Manfaat Daun Kelor.

“Manfaat daun kelor begitu banyak, bahkan di luar negeri pun membuat obat dengan bahan kelor tersebut, dan kita dengan bangganya malah membeli dengan harga yang mahal. Ya maka dari itu sebisa mungkin kita mengolah tanaman ini dengan baik lagi,” ungkap dosen Jurusan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Nurfina menuturkan bahwa selain daun kelor yang mempunyai banyak manfaat, bunga, maupun akar kelor pun bisa dijadikan obat-obatan dan vitamin. Tak hanya itu, tumbuhan kelor juga berguna antara lain sebagai anti inflamasi, pencahar, pengobatan luka, obat sakit kepala, rubefacient, vesicant, penyakit mata, pencegah tumor, kanker maupun bisul, dan penyeimbang gula darah. Fungsi dari tumbuhan yang kaya akan vitamin C, D, B1, B2, B12 dan E pun juga ada kaitannya dengan perawatan kesuburan baik bagi pria maupun wanita.

Di event yang berlangsung sejak pukul WIB ini, olahan daun kelor milik KWT Sekar Melati maju sebagai juara setelah bertarung dengan 22 KWT lain yang ada di Kabupaten Sleman. Pemenang berhak mendapatkan hadiah dan trofi yang diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.




Turi Gelar Rapat Bahas Media Warga

Turi- BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Donokerto menyelenggarakan pertemuan pada Sabtu (16/9) pukul WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 12 peserta, yang terdiri dari Faskel (Fasilitator Kelurahan) 2 orang, anggota UPK (Unit Pengelola Kegiatan), UPL, dan UPS. Pertemuan dipimpin oleh Koordinator, Bapak Sagi.

Pertemuan ini membahas beberapa hal, seperti laporan UPK tentang perkembangan keuangan, laporan UPS tentang perkembangan kambing, laporan dari UPL dilanjutkan pembahasan tindak lanjut, laporan peserta pelatihan tentang penangan lokasi yang kumuh, dan pemilihan BKM periode 2018 dari tata tertib, teknik pemilihan, hingga pelaksanaannya.

Selain itu, Ibu Efi dari Faskel menjelaskan tentang terkait media warga yang ada di Donokerto, yaitu buletin yang terbit 4 kali selama setahun dikoordinatori Ibu Haryani. Kemudian media warga lainnya adalah foto novela, foto lokasi kumuh, dan banner.

Pertemuan berakhir pada pukul WIB dan ditutup dengan doa.