OIahraga Bantu Jaga Fisik dan Nonfisik

Turi – Turi melaksanakan upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke-34 pada Senin (11/09) di Halaman Kecamatan Turi. Dalam sambutannya, Camat Turi, Siti Anggraeni selaku pembina upacara membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI.       

Siti memberi keterangan bahwa peserta upacara ada 500 orang yang terdiri dari siswa SMP, SMA, SMK, Sekretaris Camat dan seluruh pegawai Kecamatan Turi, para lansia, guru, dan lain sebagainya.

Selesai upacara dilanjutkan dengan senam massal aerobik dan Maumere. Menurut Siti, olahraga kini telah menjadi sebuah kebutuhan. Ini diamini oleh salah satu peserta senam massal, Tamsir dari Kendal Bangunkerto bahwa setelah tua olahraga sangat dibutuhkan, baik untuk menjaga fisik maupun nonfisik.

Tamsir hingga kini di usianya yang sudah menginjak 79 tahun bahkan masih aktif gerak jalan setiap pagi.

Acara diakhiri dengan hiburan organ tunggal dan pembagian door prize.




Perpustakaan Desa Sukoharjo Wakili DIY ke Tingkat Nasional

Ngaglik – Waktu yang sudah hampir 2 bulan ditunggu akhirnya tiba. Setelah beberapa kali melakukan seleksi Perpustakaan Desa, Desa Sukoharjo dinyatakan Juara I tingkat DIY dan berhak maju tingkat Nasional di Jakarta.

Lomba sedianya akan berlangsung dari Senin (11/9) hingga Rabu (13/9) di Jakarta. Dengan kesiapan yang mantap, Tim Lomba Perpustakaan Desa Desa Sukoharjo yang sudah masuk 10 besar nasional, tampil menyampaikan abstraksi apa yang dilaksanakan Perpustakaan Desa Sukoharjo secara menyeluruh selama 10 menit.

Disampaikan Ketua Tim Lomba Perpustakaan Desa, Dwi Ari, hal ini sudah disiapkan secara maksimal dan sudah diuji berkali-kali agar bisa menyajikan tepat waktu dan menyeluruh mengenai berbagai kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa untuk meraih juara I tingkat DIY, Desa Sukoharjo telah melalui perjuangan yang tidak kenal lelah dan luar biasa sehingga saat sudah masuk tingkat nasional maka perlu berjuang lebih keras lagi.

Hadi rencananya akan mendampingi Tim Desa Sukoharjo untuk memberi dukungan dan semangat agar bisa tampil secara maksimal dalam lomba tingkat nasional.

Camat Ngaglik, H. Anggoro Aji Sunaryono, pun mengungkapkan kebanggaannya kepada putra-putri terbaik Kecamatan Ngaglik karena bisa membawa harum Kecamatan Ngaglik umumnya dan Desa Sukoharjo khususnya. “Karena perpustakaan desanya masuk ke tingkat nasional berarti Ngaglik sangat potensi dan maju dalam perpustakaan desa,” ujar Aji. Untuk itu Aji sangat senang dan mendoakan agar Perpustakaan Desa Sukoharjo menjadi juara nasional.

Tak hanya itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo juga menyampaikan ucapan selamat kepada Desa Sukoharjo yang telah meraih Juara I tingkat DIY. “Tinggal selangkah lagi juara ke tingkat nasional, saya selaku Bupati Sleman, ikut mendoakan dan memberikan semangat kepada peserta lomba dan Pak Kepala Desa mendampingi secara langsung lomba di Jakarta. Semoga berhasil sukses dalam acara ini,” tutur Sri.




Merti Dusun Biru Tampilkan Seni Tari Juga Musik

Gamping – Merti Dusun Biru, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping tahun 2017 dibuka pada Sabtu (9/9) pukul WIB di Lapangan Trihanggo. Camat Gamping Abu Bakar, ., membuka acara Merti Dusun dengan memukul gamelan (bendhe-red).

Pembukaan ini dihadiri oleh 500 orang warga Padukuhan Biru, Camat Gamping, jajaran Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17 Gamping, para tokoh masyarakat, pemuka agama, perangkat Desa Trihanggo, dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda.

Di hari pertama ini, pertunjukan diisi oleh tari-tarian dan B-Plus Band yang mendendangkan lagu-lagu group band legendaris Koes Plus. Ditampilkan juga sendratari (seni drama, dan tari-red) dari Sanggar Tari Biru Manunggal RW 30 berjudul Tetenger yang mengisahkan tentang asal-usul berdirinya Padukuhan Biru. Sendratari ini disutradarai oleh Barep Supriyanto.

Pertunjukan seni malam ini diakhiri dengan tampilnya Gejog Lesung dan Ketoprak Lesung “Sri Rejeki” pimpinan Susanto Raharjo yang tahun 2017 ini meraih juara 1 Lomba Gejog Lesung se-Provinsi DIY yang dilaksanakan di Pajangan Bantul.

Bertemakan “Menuju Kampung Wisata Seni dan Budaya”, agenda Merti Dusun Biru ini akan dilaksanakan hingga 7 Oktober 2017.




Masyarakat Perlu Terlibat Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Gamping – Dalam rangka mengetahui situasi Kamtibmas di Kabupaten Sleman, Pemerintah Kecamatan Gamping dalam hal ini Seksi Ketentraman dan Ketertiban mengadakan Penyuluhan Ketentraman dan Ketertiban, Senin (4/9) pukul WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 orang yang terdiri dari unsur pelajar, organisasi kemasyarakatan, kepolisian, TNI, satlinmas, dan aparat pemerintah desa. Sebagai narasumber Komandan Rayon Militer 17 Gamping Mayor (Inf) Sri Wiyanto, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, dan Satuan Binmas Polres Sleman.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan sambutan dari Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi yang memberikan himbauan kepada peserta untuk selalu waspada terhadap kasus-kasus rawan konflik yang terjadi di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Danramil 17 Gamping menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan yang menyangkut esensi nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara, dari Sat Binmas Polres Sleman memaparkan materi yang berisi tentang Kamtibmas, penyakit masyarakat, pencegahan kejahatan dan peran masyarakat yang dapat dilakukan. Sebagai penutup kegiatan penyuluhan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman menyampaikan tentang perlunya peran aktif warga masyarakat untuk menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban di lingkungan masing-masing.




Silaturahmi Kelompok Macapat Suko Wiromo Lestarikan Budaya Adiluhung

Ngaglik – Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, sekarang sedang menggerakkan pembangunan di segala bidang, tak hanya bidang agama seperti Festival Takbir Keliling yang baru-baru ini dilaksanakan, tetapi juga menggerakkan bidang budaya melalui Program Silaturahmi melalui Kelompok Macapat Suko Wiromo yang dilaksanakan Senin (4/9) di Dukuh Josari, Dusun Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan apabila tidak ada yang ngunduh maka kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo,

Kelompok ini diharapkan nantinya menjadi lembaga yang resmi dalam bidang budaya sehingga dibentuklah kepengurusan kelompok yang diketuai oleh Subadi dari Dusun Mendiro Sukoharjo, Ngaglik.

Kelompok ini pun terbilang cukup aktif berkiprah seperti sering tampil di lingkungan masyarakat baik dalam hajatan maupun peringatan hari penting. Bahkan, pernah tampil di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Peserta dari kegiatan silaturahmi macapat ini adalah dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau, mampu serta mempunyai bakat untuk mengembangkan seni budaya macapat ini.

Kepala Dukuh Josari, M Jamin mengatakan bahwa masyarakat dan seluruh warga Josari Tanjungsari menyambut baik dan antusias. Menurutnya, warga sangat bagus dan semangat untuk hadir menonton kegiatan ini.

Jamin berharap kegiatan silaturahmi ini tetap bisa dilaksanakan dengan berkesinambungan untuk melestarikan budaya adiluhung melalui macapat ini.