Silaturahmi Kelompok Macapat Suko Wiromo Lestarikan Budaya Adiluhung

Ngaglik – Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, sekarang sedang menggerakkan pembangunan di segala bidang, tak hanya bidang agama seperti Festival Takbir Keliling yang baru-baru ini dilaksanakan, tetapi juga menggerakkan bidang budaya melalui Program Silaturahmi melalui Kelompok Macapat Suko Wiromo yang dilaksanakan Senin (4/9) di Dukuh Josari, Dusun Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan apabila tidak ada yang ngunduh maka kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo,

Kelompok ini diharapkan nantinya menjadi lembaga yang resmi dalam bidang budaya sehingga dibentuklah kepengurusan kelompok yang diketuai oleh Subadi dari Dusun Mendiro Sukoharjo, Ngaglik.

Kelompok ini pun terbilang cukup aktif berkiprah seperti sering tampil di lingkungan masyarakat baik dalam hajatan maupun peringatan hari penting. Bahkan, pernah tampil di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Peserta dari kegiatan silaturahmi macapat ini adalah dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau, mampu serta mempunyai bakat untuk mengembangkan seni budaya macapat ini.

Kepala Dukuh Josari, M Jamin mengatakan bahwa masyarakat dan seluruh warga Josari Tanjungsari menyambut baik dan antusias. Menurutnya, warga sangat bagus dan semangat untuk hadir menonton kegiatan ini.

Jamin berharap kegiatan silaturahmi ini tetap bisa dilaksanakan dengan berkesinambungan untuk melestarikan budaya adiluhung melalui macapat ini.

 




Sukoharjo Bangun Jalan Provinsi Guna Kurangi Kepadatan Arus

Ngaglik – Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang sarana dan prasarana jalan, Sabtu (2/9) dilakukan pengecekan tahap awal lokasi rencana perluasan dan peningkatan jalan provinsi di Dusun Sawahan, Wedomartani, Ngemplak yang terhubung dengan Dusun Karanglo Desa Sukoharjo, Ngaglik.

Jalan ini merupakan jalan alternatif menuju Kota Yogyakarta untuk mengurangi arus kepadatan Jalan Kaliurang. Di samping itu juga untuk percepatan evakuasi apabila ada bencana Gunung Merapi serta sebagai jalan alternatif untuk pengungsian di Stadion Maguwoharjo.

Pengecekan ini dihadiri langsung Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto beserta perangkat desa terkait serta masyarakat yang terkena dampak pembangunan. Ini agar masyarakat baik Karanglo dan juga Sawahan dapat melihat langsung sekaligus tersosialisasi terhadap pembangunan ini.

Kepala Desa Sukoharjo mengharapkan keikhlasan dan kesadaran masyarakat untuk ikut memberikan dukungan dan partisipasi dalam pembangunan jalan ini. Diharapkan pula apabila jalan telah selesai dibangun dapat lebih memperlancar pembangunan, meningkatkan perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat,

Hadi juga menuturkan, apabila ada masyarakat yang terkena dampak pembangunan ini namun masih belum jelas, bisa berkonsultasi kepada pihak Desa Sukoharjo untuk memberikan penjelasan seluas-luasnya demi kelancaran pelaksanaan pembangunan jalan ini.

Sementara itu, Dukuh Karanglo, Dikabetus Rahardian, menyambut baik diperluasnya jalan ini sehingga masyarakat Dusun Karanglo nantinya bisa menikmati dan merasakan kelancaran jalan dengan harapan bisa meningkatkan ekonomi rakyat untuk menuju keluarga yang sejahtera.

Setelah pengukuran ini selesai, pembangunan akan segera dilaksanakan di tahun 2017 ini.




Karnaval Takbir Sukoharjo Junjung Netralitas Penilaian

Ngaglik – Sejak sore telah terpampang maskot para peserta Karnaval Takbir “Gema Takbir Sukoharjo 3” yang membuat masyarakat desa Sukoharjo dan sekitarnya datang untuk melihat penampilan para peserta Karnaval Takbir Desa Sukoharjo. Karnaval Takbir “Gema Takbir Sukoharjo 3” ini dilaksanakan pada Sabtu (2/9) malam di Lapangan Klidon Sukoharjo, Ngaglik.

Diawali dengan sambutan Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto yang mengatakan bahwa lomba takbir keliling ini betul-betul fair dan semua perangkat desa netral. Tim juri yang tidak tahu siapa juri lainnya merupakan pertanda bahwa pelaksanaan lomba ini sangat netral dan bersih,

Sementara itu, Camat Ngaglik, Anggoro Aji Sunaryono, mewakili Bupati Sleman dalam sambutannya menyambut baik atas dilaksanakan Karnaval Takbir “Gema Takbir Sukoharjo 3” dan meminta kepada tim penilai lomba ini untuk seobyektif mungkin.

Pada akhir sambutannya, Camat Ngaglik menginformasikan bahwa akhir September 2017, Desa Sukoharjo akan maju ke tingkat nasional dalam Lomba Perpustakaan Desa. Aji berharap, Desa Sukoharjo bisa mendapatkan nilai terbaik tingkat nasional.

Tak lupa, Aji juga menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi para peserta karnaval takbir dan secara resmi membuka Karnaval Takbir “Gema Takbir Sukoharjo 3”.

Karnaval takbir yang memperebutkan trofi dari Kepala Desa Sukoharjo ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari Desa Sukoharjo 10 peserta dan 5 peserta dari luar Desa Sukoharjo antara lain dari Desa Minomartani 2 peserta, 1 peserta dari Desa Sardonoharjo, 1 peserta dari Sinduharjo, dan 1 peserta dari Kecamatan Berbah Sleman.




Depok Genjot Upaya Pelestarian Budaya Jawa

Depok – Seiring dengan peradaban baru di era globalisasi, ada kecenderungan dilupakanya kebudayaan Jawa yang sarat dengan makna filosofi dan ajaran budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk mulai ditinggalkannya bahasa ibu yaitu bahasa Jawa dan pakaian adat Jawa. Tidak hanya kalangan muda, usia tua pun sudah tidak tahu bahasa Jawa bahkan tidak memiliki pakaian adat Jawa.

Kondisi yang demikian sangatlah memprihatinkan dan mengkhawatirkan mengingat akan semakin hilangnya budaya adiluhung yang merupakan warisan leluhur ini.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Depok mengadakan Pelatihan Pranatacara Bahasa Jawa selama dua hari, yakni pada Sabtu-Minggu, 2-3 September 2017 di Gedung Sasana Anglocitatama Kecamatan Depok. Peserta yang terdiri dari PKK, Guru PAUD, RT, RW dan Dukuh ini mendapat materi sesorah (pidato-red), tatacara MC, serta cara berbusana Jawa Gagrak Mataram Ngayogyakarta.

Narasumber dari pelatihan ini adalah Andi Wisnu Wicaksono dan Faisal Nur Singgih yang berasal dari Jogja TV. Keduanya tak hanya memberikan materi teori kepada para peserta tetapi juga membimbing untuk proses praktik.




Warga Sukoharjo Belajar Keiklasan dan Ketakwaan dari Nabi Ibrahim AS

Ngaglik – Sejak Jumat (1/9) pagi, kurang lebih jemaah Salat Idul Adha 1438 H telah memadati Lapangan Klidon Sukoharjo untuk Salat Id berjemaah. Adapun khatib dan imam dari Salat Id adalah Ustaz Abu Umar Ibrahim LC dari Pondok Pesantren Al-Anshor Wonosalam, Yogyakarta.

Dalam uraian khutbah usai Salat Id, Ustaz Abu Umar Ibrahim menyampaikan bagaimana keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS meski telah menerima beberapa cobaan dan ujian keimanan ketakwaan dari Allah SWT.

Nabi Ibrahim antara lain dalam berdakwah mengingatkan ayahnya dengan santun agar beriman kepada Allah SWT. Meski demikian, ayahnya tetap menyembah berhala karenanya Nabi Ibrahim AS terus mendoakan ayahnya.

Kedua, Nabi Ibrahim AS dibakar dengan api karena ketakwaanya Nabi Ibrahim AS tidak terbakar dan tetap sehat. Terakhir, Nabi Ibrahim AS diuji untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS namun karena keikhlasan, ketakwaan, dan kesabarannya maka Ismail tidak disembelih tetapi diganti dengan seekor domba besar sebagai kurbannya.

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula informasi sementara kurban di lingkungan Klidon Sukoharjo berjumlah 14 sapi dan 10 kambing. Jumlah ini bisa bertambah mengingat hari berikutnya yakni Sabtu (2/9) masih akan dilaksanakan penyembelihan hewan kurban.