PDAM Sleman Tangani Dampak Meletusnya Gunung Kelud

Sleman – Sebagai akibat hujan abu vulkanik dari Gunung Kelud di Jawa Timur, yang sampai di DIY, ternyata membawa imbas terganggunya pelayanan PDAM Kabupaten Sleman kepada pelanggannya. Dari total pelanggan sambungan, hampir 20% terganggu alirannya.

Sebagian wilayah yang terganggu pelayanannya, adalahu wilayah Perum Gama Asri Turi, Banyurejo, Tempel, Ngemplak, perum Nglempong Sari, Jalan Kaliurang, sebagian Jalan Magelang, sebagian Tridadi, Perum Jati Mas Gamping, sebagian Nogotirto, Depok, dan Sleman Timur.

Terganggunya pelayanan tersebut terjadi akibat banyaknya pemakaian pelanggan yang over atau melebihi pemakaian beban puncak secara merata dengan rentang waktu secara bersamaan untuk membersihkan debu dari Gunung Kelud, demikian pihak PDAM Sleman menjelaskan, Senin (17/2).

Pemakaian beban puncak biasanya berkisar 1,5 dari pemakaian normal, ternyata mulai Jumat (14/2) sampai saat ini pemakanain meningkat tajam menjadi berkisar 1,7 s/d 2 kali pemakaian normal. Hal tersebut lah yang mengakibatkan pelayanan terganggu baik kuantitas maupun kontinuitasnya.

Dari debit produksi yang tersedia saat ini, 280 liter/detik yang menghasilkan rata-rata produksi m3, memang agak sulit untuk memberikan pelayanan pada beban puncak secara bersama-sama dengan tingkat kuantitas dan kontinuitas yang sama.

Untuk itu, upaya yang dilakukan sementara dengan terbatasnya debit air yang ada, PDAM Sleman menambah jam produksi dan menambah tenaga genset untuk mengoptimalkan produksi serta terpaksa juga melakukan penggiliran terhadap daerah terrtentu yang lokasinya sulit atau yang posisi di wilayah tinggi.

Selanjutnya untuk mengantisipasi pelayanan terhadap pelanggan yang saat ini sudah ada maupun untuk mengembangkan, Pemkab Sleman dan PDAM telah membahas rencana penambahan air baku bersama dinas/instansi terkait untuk pemanfaatan sumber air baku yang ada di Kabupaten Sleman maupun melalui program regionalisasi DIY.




Sleman Pun Diguyur Hujan Abu Akibat Gunung Kelud Meletus

211_20140214012331

Sleman – Akibat erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada Kamis (13/2) malam sekitar pukul WIB, sejumlah material dari perut gunung seperti abu dan pasir tidak hanya menutupi daerah sekitar gunung seperti Kediri, namun telah mencapai Yogyakarta dan sekitarnya.

Hujan abu terlihat masih turun dan membentuk lapisan yang cukup tebal di wilayah Kabupaten Sleman.

“Sejak semalam sekitar pukul letusan, saya kira itu anak-anak yang iseng bermain petasan. Tapi setelah saya keluar rumah, abu tebal terlihat di atas jok motor dan jalanan pun terlihat memutih,” kata Arya Trisnanto, warga Gamping, Sleman, saat dihubungi pukul WIB, Jumat (14/2).

Dilansir Mitigasi BPBD Kediri, Jumat (14/2), sebaran abu yang dikeluarkan dari perut gunung telah mencapai pantai selatan di Pulau Jawa. Kawasan di Yogyakarta, Pacitan, Blitar dan sekitarnya juga dihujani abu vulkanik.