Puncak Peringatan Hari Keluarga DIY Akan Berlangsung di MGM

Sleman – Puncak Acara Hari Keluarga DIY akan berlangsung di Museum Gunungapi Merapi (MGM) hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016.

“Puncak acara Hari Keluarga DIY tersebut rencananya akan dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas dan GKR Bendoro,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Rabu (24/8).

Dalam puncak acara hari keluarga nanti kegiatannya berada pada dua titik di Omah Jawi dan MGM. Sedang kegiatan di Omah Jawi rombongan akan menyaksikan deklarasi dari GenRe (Generasi Remaja) yang terkait dengan pendewasaan Usia Perkawinan .

Usai peninjauan di Omah Jawi rombongan Gubernur dan Bupati Sleman langsung menuju MGM. Di MGM nanti berbagai kegiatan akan dilakukan antara lain  ekspose berupa gelar kegiatan BKS dan UPPKS berupa pameran berbagai produk dan kegiatan yang telah dilakukan dan rencana kedepan.

“Tidak ketinggalan pada kesempatan tersebut akan ditampilkan paduan suara  dan gelar kesenian Badui Kampung KB dari Dusun Malangrejo Wedomartani Ngemplak,” tutur Sri Winarti.

Bagi para juara dari berbagai lomba yang dilakukan baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten Sleman akan menerima hadiah, dan penyerahan bantuan/stimulan UPPKS tingkat DIY, serta pemberian hadiah Kesatuan Gerak PKK –KB Kesehatan Tingkat DIY.

Sedang untuk tingkat Kabupaten Sleman lomba yang dilakukan adalah lomba akseptor KB lestari 15 tahun. Lomba PIK-R jalur masyarakat, lomba pelayanan KB MKJP kataegori Puskesmas, lomba keluarga Harmonis sejahtera, lomba motivator KB pria dan lomba KB lestari 10 tahun.

Sementara di Kabupaten Sleman sendiri sampai saat ini telah terbentuk 17  Kampung KB di 17 Kecamatan yaitu  Dusun Temuwuh Kidul Balecatur Gamping, Pendulan Sumberagung Moyudan, Kisik I Sendangagung Minggir, Dongkelan Sidorejo Godean, Kregolan Margomulyo Seyegan, Toragan Tlogoadi Mlati, Banjeng Maguwoharjo Depok.

Dan, Baran Kalitirto Berbah, Sengir Sumberharjo Prambanan, Tundan Purwomartani Kalasan, Malangrejo Wedomartani Ngemplak, Tanjungsari Sukoharjo Ngaglik, Murangan VIII Triharjo Sleman, Bangunrejo Merdikorejo Tempel, Gondaang Donokerto Turi, Ngepring Purwobinangun Pakem, dan Bulaksalak Wukirsari Cangkringan.




MGM Bisa Jadi Alternatif Wisata Edukatif‬

Operator wisata Johor Bahru saat berfoto di depan Museum   Gunungapi Merapi (1024 x 684)Sleman – Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Dusun Banteng, Pakem Kabupaten Sleman dinilai dapat menjadi alternatif wisata edukatif untuk mengisi liburan sekolah seusai ujian nasional maupun ujian semester.‬

‪”Sekolah-sekolah di perkotaan dapat mengisi liburan dengan wisata edukatif di kawasan pinggiran seperti Museum Gunungapi Merapi (MGM) ini, tempat wisata ini mempunyai berbagai wahana kebencanaan. Dari gunungapi, hingga tsunami. Gunung api juga tidak hanya Merapi saja,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MGM Suharno, Rabu (18/5).‬

‪Menurut Suharno, MGM dapat menjadi sarana pembelajaran para siswa terkait gunungapi di Indonesia dan dunia.‬

‪”Bermacam-macam gunungapi yang ada di Indonesia dan dunia sekaligus karakternya dapat dipelajari di museum ini,” katanya.‬

‪Suharno mengatakan MGM juga menyimpan koleksi sisa-sisa benda yang sempat terkena lahar panas erupsi Merapi 2006 maupun erupsi besar 2010.‬

‪”Libur panjang sekolah kami harapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari kalangan pelajar,” katanya.‬

‪Suharno mengatakan, saat ini dirasa belum semua sekolah yang ada di DIY yang berkunjung ke MGM.‬

‪”Ada sekitar 900 sekolah tingkat SD dan SMP di DIY, namun baru sekitar 400 sekolah yang telah berkunjung ke MGM,” katanya.‬

‪Selain mengunjungi museum, tempat wisata edukasi lainnya kawasan Kaliurang yakni paket wisata, ke tiga tempat yakni pemerahan susu kambing etawa, rumah budaya, dan museum gempa.‬

‪”Biasanya study tour paketan di tiga tempat itu. Kami selalu terbuka untuk wisata pelajar. Pelajar di kota besar jarang yang mengetahui proses pembuatan susu kambing,” kata salah satu pelaku wisata pemerahan susu kambing etawa Kaliurang Ismu Jayono.




Jumlah Pemandu di MGM Belum Ideal‬

Operator wisata Johor Bahru saat berfoto di depan Museum   Gunungapi Merapi (1024 x 684)Sleman – Jumlah pemandu atau edukator Museum Gunungapi Merapi (MGM) Pakem, Kabupaten Sleman belum ideal sehingga terkadang tidak mencukupi untuk memandu wisatawan. Demikian diungkapkanKepala Unit Pelaksana Teknis MGM Sleman, Suharno, Selasa (26/4).

‪Menurut Suharno, meski sudah mendapatkan tambahan pemandu, jumlahnya masih belum ideal untuk MGM. Karena jumlah pengunjung yang semakin banyak datang setiap harinya ke kawasan wisata edukatif ini.‬

‪Diungkapkan pada tahun 2016 ini, pihaknya mendapatkan tambahan edukator atau pemandu dari Dinas Kebudayaan Provinsi DIY dua orang.‬

‪”Dengan begitu, jumlah total edukator yang dimiliki menjadi empat orang. Namun, meski sudah ada tambahan tetap saja masih belum ideal. Idealnya satu orang memandu 10 wisatawan. Tapi sekarang masih belum. Satu pemandu bisa lebih dari 25 orang,” katanya.‬

‪Suharno menambahkan jumlah pengunjung ke MGM saat ini terus meningkat. Satu harinya bisa mencapai 400 sampai 600 orang.‬

‪”Setiap tahunnya peningkatan pengunjung MGM terus signifikan,” kata Suharno.‬

‪Karena itu Suharno  optimistis target pengunjung pada 2016 bisa mencapai 250 ribu wisatawan.‬

‪”Tahun ini kami optimistis pengunjung bisa mencapai target sebanyak 250 ribu wisatawan, atau meningkat dibandingkan pada 2015,” katanya.‬

‪Ia mengatakan pada 2015 jumlah pengunjung MGM tercatat 213 ribu orang.‬

‪”Kalau melihat tren beberapa bulan terakhir ini pasti tercapai targetnya sampai 250 ribu. Jumlah pengunjung MGM pada 2016 terhitung dari Januari hingga Maret sudah dikunjungi 60 ribu wisatawan,” katanya.




Selama Libur Akhir Tahun Monjali dan MGM Banyak Diminati Wisatawan

DSCF0216 (1024 x 768)Sleman – Musim liburan yang bersamaan dengan libur Natal, libur sekolah dan libur akhir tahun sejumlah destinasi wisata di Sleman banyak dikunjungi wisatawan baik rombongan sekolah maupun wisatawan keluarga. Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan Museum Gunungapi Merapi adalah tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Menurut Kepala Bagian Operasional Monjali, Benny Sugita BSc, jumlah kunjungan wisatawan ke Monjali mulai tanggal 20 Desember 2015 hingga 2 Januari 2016 tercatat orang.

“Target kami hingga tanggal 3 Januari 2016 bersamaan dengan berakhirnya liburan akhir tahun dan liburan sekolah jumlah pengunjung Monjali bisa mencapai 37 ribu pengunjung,” kata Benny, Minggu (3/1).

Dikatakan Benny, para pengunjung tercatat ada rombongan sekolahan, namun pada akhir tahun kebanyakan pengunjung keluarga. Dan, untuk menyambut wisatawan sekolah dan libur akhir tahun pengelola Monjali memang telah melakukan perbaikan dan penambahan  koleksi.

“Kami menambah koleksi piring  dan cangkir yang pernah digunakan para pejuang. Kami mendapat koleksi itu dari para pelaku sejarah,” kata Benny.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Tehnis (UPT) MGM, Suharno mengakui selama libur baik libur Natal dan libur akhir tahun jumlah pengunjung MGM meningkat cukup signifikat.

Hal ini terlihat jumlah kunjungan hari Minggu (3/1) hingga pukul WIB tercatat sebanyak 800 orang. Sedang jumlah kunjungan terbanyak hari Jumat (1/1) sebanyak 2721 orang dan pada hari Sabtu sebanuak 2370 orang.

“Untuk tahun ini kami memang siap menyambut libur akhir tahun yang berbarengan dengan libur sekolah dengan  melakukan persiapan. Sejumlah fasilitas tambahan telah disiapkan. Seperti gazebo untuk kios makan dan minum hingga souvenir,” kata Suharno.

Dikatakan Suharno, MGM yang berlokasi di Hargobinagun Pakem Sleman dikunjungi wisatawan sejak pagi sampai sore. Obyek yang banyak diminati pengunjung di MGM, selain tentang  karakter  dan sejarah Gunung Berapi, juga  fasilitas Theater, peraga tsunami, kegempaan maupun infomasi wisata yang disajikan dengan perangkat tehnologi  informasi.




MGM Mulai Diserbu Wisatawan

Sleman – Menyambut libur akhir tahun yang berbarengan dengan libur sekolah, Museum Gunungapi Merapi (MGM) telah melakukan persiapan. Sejumlah fasilitas tambahan telah disiapkan. Seperti gazebo untuk kios makan dan minum hingga souvenir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MGM, Suharno mengatakan beberapa fasilitas yang rusak juga telah dibenahi. Diprediksi, selama liburan MGM akan didatangi antara pengunjung perhari.

“Hari-hari biasa, ada sekitar 600 pengunjung yang datang. Pengunjung akan bertambah ketika akhir pekan. Kami optimis liburan ini, bisa mencapai pengunjung per hari,” kata Suharno, Minggu (27/12).

Menurut Suharno sejak libur Maulud Nabi dan Natal hingga kemarin MGM mulai dibanjiri pengunjung. Wisatawan ke MGM ini diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun mendatang.

Dikatakan Suharno, MGM yang berlokasi di Hargobinagun Pakem Sleman dikunjungi wisatawan sejak pagi sampai sore. Terkait kondisi tersebut Suharno optimis jumlah pengunjung museum pada liburan Natal dan tahun baru, akan mencapai lebih sepuluh ribu orang.

Obyek yang banyak diminati pengunjung di MGM, selain tentang  karakter  dan sejarah Gunung Berapi, juga  fasilitas Theater, peraga tsunami, kegempaan maupun infomasi wisata yang disajikan dengan perangkat tehnologi  informasi.

Sementara soal keluhan pengunjung tentang minimnya jumlah pemandu, menurut Suharno, karena pemandu yang ada  baru berjumlah dua orang. Sehingga  belum mampu  melayani secara memadai rombongan pengunjung yang jumlahnya relative banyak.

“Untuk peningkatan pelayanan wisatawan, kedepan akan dilakukan penambahan. tenaga pemandu hingga lima orang,” kata Suharno.

Untuk para pengunjung MGM pada liburan Natal saat ini,  hampir seluruhnya  berasal dari luar kota. Terlihat dari plat nomor kendaraan yang diparkir rata-rata dengan plat nomor Jakarta, Surabaya, dan Bandung bahkan dari Sumatera serta Bali.***