Sleman – Keberadaan forum desa tangguh bencana diharapkan mampu mensosialisasikan dan lebih mengenalkan mengenai pentingnya mitigasi bencana kepada masyarakat, serta mampu menjadi motivator dan penggerak masyarakat Sleman dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai pengurangan resiko bencana.
Hal tersebut disampaikan Asekda Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih MPdi saat pengukuhan forum Desa Tangguh Bencana dan gladi lapang penanggulangan bencana erupsi Merapi di Balai Desa Trimulyo Sleman, Sabtu (20/8).
Disampaikan Suyamsih bahwa Kabupaten Sleman merupakan daerah yang diberi anugerah Tuhan dengan berbagai potensi yang dimiliki. Namun, di balik itu, dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, Kabupaten Sleman menyimpan potensi bencana baik akibat faktor alam maupun non alam.
Untuk itu, formulasi yang tepat dalam menghadapi kondisi wilayah tersebut adalah dengan memastikan bahwa masyarakat memiliki kemampuan dalam mitigasi bencana baik bagi wilayah terdampak maupun bagi wilayah penyangga.
Diharapkan melalui pembentukan desa tangguh bencana di wilayah Kabupaten Sleman dapat menjadi upaya penguatan kelembagaan masyarakat yang mengantarkan seluruh masyarakat Kabupaten Sleman memiliki kemampuan mitigasi bencana. Mengingat masyarakat merupakan subyek, obyek, sekaligus sumber pokok dalam usaha pengurangan resiko bencana.
Upaya pemenuhan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana menjadi poin penting dan tidak terpisahkan bagi keberhasilan upaya mitigasi bencana secara keseluruhan. Pemerintah tidak dapat sukses mewujudkan upaya tersebut jika tidak didukung oleh masyarakat dan tim relawan.
Agar mitigasi bencana dapat memberi manfaat secara optimal, maka mitigasi harus mengadopsi dan memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal yang terproyeksi dalam semangat gotong royong dan kebersamaan. Hal inilah yang diwujudkan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui keberadaan Desa Trimulyo, Sleman yang merupakan desa penyangga bagi Desa Girikerto, Turi.
Desa penyangga memiliki peran yang sangat penting dalam mitigasi bencana mengingat keberadaannya menjadi tempat menampung pengungsi erupsi Gunung Merapi dari desa terdampak.
“Pelaksanaan gladi lapang tersebut merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan kesiapsiagaan dan keterampilan warga masyarakat desa Trimulyo sebagai desa penyangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” tambah Suyamsih.
Diharapkan dengan adanya gladi lapang tersebut seluruh masyarakat Desa Trimulyo memiliki kemampuan dan kesiapan dalam penanganan terhadap pengungsian seperti mempersiapkan tempat, penerangan, logistik, barak dan lainnya, sehingga warga tertangani dengan baik hingga merasa aman dan nyaman.
Gladi lapang ini menjadi sarana yang efektif untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mensikapi kondisi darurat. Dengan bekal tersebut, diharapkan seluruh warga masyarakat menjadi paham langkah-langkah yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada kondisi bencana.
Oleh karena itu, diharapkan seluruh masyarakat yang hadir dan terlibat dalam kegiatan gladi lapang tersebut dapat benar-benar mengikuti setiap rangkaian gladi lapang dengan sungguh-sungguh. Disamping itu, diharapkan pula melalui gladi lapang tersebut pemahaman, pengetahuan dan keterampilan masyarakat akan mitigasi bencana semakin meningkat, serta semakin siap dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Dalam gladi lapang tersebut digambarkan terjadi erupsi Merapi hingga masyarakat 6 dusun dari Desa Girikerto Turi harus mengungsi, dan sebagai desa penyangga adalaah Desa Trimulyo Sleman. Akibat erupsi merapi tersebut terjadi banyak korban, terutama sesak napas dan beberapa mengalami luka baik berat maupun ringan, hingga harus dirujuk ke Rumah sakit.
Sementara itu plt BPBD Sleman Ir. Kunto Riyadi menyampaikan bahwa gladi lapang tersebut bertujuan agar masyarakat lebih siap daan paham apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana erupsi merapi, meskipun itu tidak diharapkan. Namun demikian kalau masyarakat sudah siap dan tahu apa yang harus dilakukan, bisa miminimalisir korban.