Gamping Kukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran

Gamping – Selasa (19/12) pukul WIB di Kantor Desa Ambarketawang berlangsung acara pengukuhan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dan Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Kecamatan Gamping periode 2017-2020 serta pembinaan kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ).

Pengukuhan dihadiri oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) H. Jaenudin, Camat Gamping Abu Bakar dan Ketua LPTQ yang baru Surahmat, serta orang tua peserta MTQ yang akan mewakili Kabupaten Sleman maju ke tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Camat Gamping Abu Bakar menyampaikan bahwa Kecamatan Gamping akan menyediakan anggaran untuk kegiatan MTQ melalui Kasi Kesejahteraan Masyarakat, serta menanyakan kapan Gamping menjadi tuan rumah penyelenggara MTQ dan berharap sukses penyelenggaraan dan menjadi juara umum nantinya.

Di akhir sambutannya Camat Gamping menitipkan pesan kepada ulama-ulama bahwa tahun 2018-2019 yang merupakan tahun politik, untuk itu LPTQ dan LP2A bisa sebagai perisai dan penangkal berita hoax.

Setelah itu, Camat Gamping mengukuhkan pengurus LPTQ dan LP2A periode 2017-2020 serta pelepasan kafilah MTQ sebagai persiapan maju ke tingkat Provinsi DIY. Kafilah tersebut adalah Jo Anom Sunjaya (Juara I cabang tartil anak putra tingkat Kabupaten) siswa SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 dan Rofi Adi Usman (Juara I Tilawah dewasa putra tingkat kabupaten) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Adnan Nurtjahjo)




MTQ Tidak Hanya Sebatas Mencari Qori dan Qoriah

Sleman – Bertempat  di Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (30/4) diselenggarakan pembukaan MTQ tingkat Kecamatan. Hadir pada acara tersebut  Bupati Sleman, Kepala Kementrian Agama Sleman.

Dalam laporan Panitia MTQ tingkat Kecamatan yang disampaikan oleh Drs H Heri Sutopo MM MSi yang juga Kepala Bagian Kesra bahwa tujuan dari diselenggarakan MTQ ini untuk menyeleksi Qori-Qiriah serta Penghafal Al Quran di tingkat Kecamatan sekaligus untuk menyukseskan Hari Jadi Sleman Ke-99.

Dalam sambutannya Bupati Sleman,  Drs H Sri Purnomo MSI  menyampaikan bahwa  peserta Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ)dari seluruh Kecamatan dan  MTQ ini merupakan salah satu ben­tuk pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah umat Islam khususnya generasi muda, dalam membaca, memahami dan menghayati Kitab Suci Al Qur’an’.

Sri Purnomo juga  berharap agar pelaksanaan MTQ tidak berhenti hanya sebatas sebagai proses seleksi qori-qoriah, lebih dari itu MTQ ini dapat dijadikan ajang pengembangan kepribadian dan karakter sebagai generasi Qurani. Penyelenggaraan MTQ ini penting maknanya, disaat banyak sorotan dan keprihatinan, perilaku dan akhlak generasi muda.

“Kita melihat di berbagai media massa, tindakan kriminal yang melibatkan remaja pria maupun perempuan, anarkisme, seks bebas, sampai dengan penyelahgunaan narkoba. Dari berbagai kejadian-kejadian tersebut, tentunya menggugah kesadaran kita semua untuk menekankan kembali ajaran Al Quran terutama di kalangan generai muda,” kata Sri Purnomo.

Untuk itu  nilai-nilai Al Qur’an diharapkan bisa menjadi dasar pembangunan karakter generasi muda  dalam membentuk akhlak yang mulia dan  diharapkan dapat menjadi sarana internalisasi nilai-nilai luhur Al Qur’an di kalangan generasi muda.

Para peserta tidak hanya dituntut dapat berprestasi di ajang MTQ tetapi yang terpenting, harus berperan mensosialisasikan nilai-nilai luhur Al Quran tersebut di  lingkungannya.

Dalam Al Quran terkandung nilai-nilai akhlaqul karimah yang seharusnya menjadi perilaku setiap muslim. Terlebih lagi Al-Qur’an merupakan sumber utama syariat Islam. Yang  me­muat aturan  hubungan manusia dengan Allah, hubungan dengan sesamanya dan hubungan antar manusia dengan alam dan lingkungannya.

“Jadikanlah MTQ ini sebagai sarana pembelajaran dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Al Qur’an,” kata Sri Purnomo.




Prambanan Juara Umum MTQ Kabupaten Sleman

MTQ

Sleman, InfoPublik – Kafilah Prambanan berhasil meraih kejuaraan terbanyak, yakni 8 kategori berhasil menjadi juarai I, disusul Kecamatan Ngaglik 6 kategori dan Kecamatan Kalasan 4 kategori. Ini merupakan hasil penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Sleman, yang digelar Sabtu, 1 Juni 2013, di Desa Sidoarum Kecamatan Godean.

Menurut Drs. H. Kuntadi selaku penyelenggara MTQ, kegiatan ini melibatkan peserta kafilah dari 17 kecamatan, berjumlah 310 orang yang terbagi dalam 10 cabang, meliputi cabang Tilawah Dewasa 23 orang, cabang M2KQ 8 orang, cabang Tahfidz 1–5 Juz 32 orang, cabang Tilawah Remaja 33 orang. Kemudian, cabang Tilawah Anak 33 orang, cabang Fahmil Qur’an 33 orang, cabang Tartil 31 orang, Cabang Syahril Qur’an 36 orang, cabang Tahfiz 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juzcabang Kaligrafi dan  hot 50 orang.

Dikatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya kembali kepada ajaran Al Quran, dan harapannya nilai-nilai Al Qur’an diharapkan bisa menjadi dasar pembangunan karakter generasi muda. Kegiatan ini, katanya, juga dimaksudkan sebagai wahana mencari wakil duta Kabupaten Sleman mengikuti MTQ Tingkat DIY, sekaligus untuk memberikan motivasi kepada peserta untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam menghafal dan memahami isi Al Qur’an, meningkatkan ukuwah antar kafilah dan untuk mengembangkan bakat kafilah.

Kejuaraan MTQ dibuka oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI pada pagi hari dan pada sore harinya ditutup oleh Sekda dr. Sunartono, , sekaligus memberikan hadiah berupa trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Bupati Sleman dalam sambutan pembukaan sangat mengapresiasi generasi muda yang ikut serta dalam kompetisi ini, karena melalui MTQ inilah dapat semakin mendekatkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Yang perlu diperhatikan, yaitu bahwa dengan membaca dan memahami Al qur’an semakin sering, maka diharapkan generasi muda juga dapat semakin menjadi manusia yang memiliki akhlaqul karimah,” katanya.

Ditambahkan, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kondisi keimanan dan akhlaq generasi muda semakin memprihatinkan, seperti tindakan kriminal  yang  melibatkan remaja, anarkisme, seks bebas, hingga kasus narkoba. “Tidak hanya di perkotaan, saat ini kasus-kasus tersebut juga makin sering terjadi di pedesaan. Hal tersebut sudah barang tentu menjadi perhatian dan memerlukan penanganan segera,” katanya.