Mudik Lebaran Kartu JKN-KIS Tetap Bisa Dipakai

Sleman – Selama mudik lebaran, pemegang kartu Jaminan Kesehtan Nasional (JKN) maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetap akan mendapatkan pelayanan kesehatan, meski tidak terdaftar di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Sleman dan Kulonprogo. Para peserta bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di FKTP yang ada di Sleman dan sejumlah rumah sakit yang ditunjuk mulai dari H-7 hingga H+7 lebaran.

Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan (MPKR)BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sleman, Ika Eri Haryani menjelaskan, peserta JKN-KIS yang sedang mudik dapat berobat di luar wilayah tanpa harus melapor ke KC BPJS Kesehatan.

Untuk pelayanan emergency, pemudik bisa mendapatkan pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan. Sedangkan untuk pelayanan non emergcy, para pemudik bisa cek kesahatan di puskesmas maupun enam rumah sakit yang sudah ditunjuk.

Keenam rumah sakit tersebut antara lain RS Panti Nugroho jl Kaliurang Sleman, RS Islam Yogyakarta PDHI Kalasan Sleman, RS At Turots Al Islamy Seyegan Sleman, RS PKU Muh Gamping, RS Rizki Amalia Brosot Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo Kulonprogo.

”Maka dari itu pemudik wajib membawa kartu JKN-KIS selama mudik. Karena ini sangat penting untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dimana saja,” kata Ika di Sleman, Rabu (29/6).

Berbagai kerawanan yang terjadi saat mudik seperti kecelakaan lalu lintas dan kejadian luar biasa lainnya, menjadi alasan BPJS Kesehatan mengambil kebijakan mempermudah prosedur  pelayanan kesehatan.  Para peserta yang dapat pelayanan, yakni mereka para peserta aktif yang tidak menunggak iuaran BPJS.

”Semasa libur mudik, para peserta tetap bisa melakukan pembayaran BPJS Kesehatan dimana saja,” terangnya.

Sementara itu Kasi Kesehatan Dasar Rujukan Dinas Kesehatan Sleman, Tunggul Birowo menjelaskan selama libur lebaran seluruh puskesma di Sleman siaga 24 jam. Kesiagaan Puskesmas untuk menangani berbagai kejadian selama libur lebaran baik yang bersifat emergncy maupun non emergency.

”Bila perlu rujukan, nanti akan dirujuk ke rumah sakit yang sudah menjadi mitra BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Tunggul menyebutkan berbagai kejadian seperti kecelakaan, keracunan makanan dan diare kerap kali terjadi saat masa arus mudik dan balik. Karena itu Tunggul meminta kepada masyarakat untuk menyiapkan administrasi, agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

”Selain kartu kesehatan juga identitas perlu dibawa saat  mudik,” jelasnya.

Sementara jumlah peserta BPJS Kesehatan di Sleman mencapai peserta, Kulonprogo peserta. Sedang dari perwakilan 6 rumah sakit yang ditunjuk BPJS Kesehatan Sleman semuanya menyatakan kesiapannya untuk membantu pasien selama mudik lebaran.

Seperti disampaikan Arif Riyanto dari RS PKU Muh Gamping siap dukung mudik nyaman bersama BPJS. Hal ini dibuktikan dengan tetap dibukanya UGD selama 24 jam dan fasilitas pendukung lainnya selama libur lebaran.




Wabup Pantau Kesiapan Pos Mudik Lebaran

Pantau LalinSleman – Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Dr Yuni Satia Rahayu SS MHum bersama Kapolres, Dandim, Kepala Dishubkominfo Drs Agoes Soesilo Endiarto serta SKPD terkait melihat langsung Kesiapan pos pengamanan dan kesiapan petugas dari Polisi dan TNI, PMI, Pos Kesehatan, Puskesmas,  Jasa Raharja, Pos Pramuka dan para Relawan yang membantu untuk kelancaran arus mudik lebaran, Senin (13/7).

Pos Arus mudik lebaran yang ditinjau Wabup  bersama Tim gabungan yaitu Pos Gamping Jalur Selatan,  Pos Jombor dan terminal, dan  Pos Tempel utara perbatasan dengan Jateng sudah mulai tampak ada peningkatan jumlah kendaraan pada beberapa ruas jalan utama di Kabupaten Sleman. Tim Kabupaten Sleman dan SKPD terkait terus siaga untuk memperlancar arus lalulintas. Hal ini diupayakan agar arus perjalanan para pemudik lancar dan selamat sampai tujuan,  karena Kabupten Sleman merupakan  bagian tengah wilayah DIY yang menjadi kantong Wisata dan pemudik dari luar Daerah.

Menurut Yuni, untuk mengatisipasi beberapa ruas jalan yang dimungkinkan akan mengalami kemacetan harus dipecah, seperti di perempatan Tempel  jalan Magelang  kendaraan dari arah Magelang tujuan Jogja/Solo diarahkan melalui jalur alternatip. Misalnya kendaraan tujuan Solo/ Jawa Timur diarahkan melalui jalur alternatif, yaitu melewati Turi, Pakem selanjutnya kearah Cangkringan dan nantinya tembus Prambanan. Sebaliknya yang tujuan selatan bisa diarahkan ke jalur Tempel selatan – Seyegan dan nantinya tembus perempatan Gedongan Moyudan, hingga arus kendaraan tidak terlalu padat.

Dikatakan Yuni bahwa dengan padatnya arus kendaraan beberapa instansi terkait harus bahu membahu memberikan pelayanan terbaik pada pengguna jalan serta koordinasi dengan tim arus mudik Lebaran Kabupaten dan Kota. Yuni juga menghimbau kepada para pemudik dan pengguna jalan  agar mentaati rambu lalu lintas dan arahan petugas pos di lapangan,  karena hal ini akan memudahkan semuanya bisa berjalan lancar dan tertib serta menjaga kondisi kesehatan bagi petugas dan para sopir.

Dijelaskan Yuni bahwa arus mudik saat ini belum terlalu padat, meskipun demikian aparat petugas harus tetap siap dalam menghadapi ramainya arus lalu lintas. Diprediksi kepadatan arus lalu lintas mulai Rabu tanggal 15 Juli 2015. Diharapkan pada awak angkutan untuk selalu menjaga kondisi dan kesehatan.

“Jika merasa capek bahkan mengantuk, awak kendaraan/sopir harus beristirahat dulu meskipun hanya sebentar, tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan, karena keselamatan penumpang jauh lebih penting,” kata Yuni.




Damkar Sleman Tingkatkan Kewaspadaan Selama Mudik Lebaran

Sleman – Sebagai langkah kesiapsiagaan menjelang mudik Lebaran 2015, UPT Damkar Sleman menyiagakan semua armada dan personil yang ada. Peningkatan kesiapsiaagan dilakukan mulai 10 Juli hingga 25 Juli 2015 mendatang.

“Petugas kami siagakan selama 24 jam penuh. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, silahkan menghubungi pos induk Damkar di nomor 868351,” kata Kepala UPT Damkar, Ismu Ahmad Widodo, Kamis (9/7).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Julisetiono Dwi Wasito mengatakan Ismu juga menghimbau guna menghindari terjadi kebakaran saat mudik lebaran nanti, masyarakat diminta melakukan beberapa antisipasi. Di antaranya dengan mencabut semua peralatan elektronik yang ada di rumah saat ditinggal bepergian dalam jangka waktu yang lama.

“Hal ini dilakukan agar tidak ada konseleting yang dapat menimbulkan kebakaran. Terlebih rumah dalam keadaan kosong,” katanya.

Selain itu saat ditinggal mudik, masyarakat juga dihimbau tidak lupa melepas regulator pada tabung gas. Serta dipastikan tidak adanya kebocoran gas elpiji. Sebab jika terjadi kelalaian dapat berujung fatal. Himbauan sudah diberikan kepada masyarakat agar tidak lupa mematikan sumber api saat sudah tidak dimanfaatkan, jangan dibiarkan begitu saja.