Musrenbang Tampung Usulan Pembangunan Desa

Turi – Pemerintah Desa Bangunkerto menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2019, Rabu (6/12) di Gedung Serbaguna Bangunkerto Turi.

Hadir dalam acara tersebut dari Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Turi, Anik, Kepala Desa Bangunkerto, Anas Mar’uf, pendamping dana desa, dan semua lembaga desa al, BPD, karang taruna, PKK, LPMD, ketua desa budaya, dan perangkat desa.

Musrenbang dipimpin oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat, Sudiyono. Dalam sambutannya, Kepala Desa Bangunkerto berharap dengan Musrenbang ini bisa menampung semua usulan-usulan yang disampaikan untuk pembangunan maupun kegiatan yang ada di seluruh dusun di Desa Bangunkerto, untuk kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya, kegiatan perencanaan ini akan menjadi acuan RAPBdes Desa Bangunkerto di tahun 2019 dan akan dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan dan nantinya akan disahkan di tingkat kabupaten. (Harman)




Musrenbang Untuk Koordinasikan Rencana Pelaksanaan Pembangunan

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) merupakan momen yang sangat strategis  untuk mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan rencana pelaksanaan pembangunan khususnya dalam penetapan prioritas kegiatan pembangunan tahun 2016.

“Tahun 2015 adalah tahun terkhir untuk melaksanakan  RPJMD yang telah menjadi kesepakatan bersama,” kata Sri Purnomo ketika membuka musrenbang di aula Bappeda Sleman, Jumat (23/1).

Menurut Sri Purnomo tahun 2015 merupakan tahun penentu keberhasilan kinerja pemerintah dalam upaya mewujudkan visi misi yang telah ditetapkan. Penetapan prioritas kegiatan-kegiatan tahun 2016 hendaknya dapat terintegratif, serta mampu menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi masyarakat Sleman secara tepat dan strategis.

Maka dari itu penetapan kegiatan tersebut harus didasarkan pada skala prioritas. Musrenbang hendaknya bukan hanya sebuah rutinitas tahapan dalam proses pembangunan, tetapi benar-benar dapat menjadi sebuah proses yang merepresentasikan perencanaan yang bersifat bottom up.

Oleh karena itu Sri Purnomo berharap  seluruh peserta musrenbang kembali melakukan perencanaan dan kegiatan pembangunan dengan lebih cermat, taktis dan antisipatif di segala aspek. Tidak hanya pada aspek fisik semata, namun juga perlu memperhatikan aspek sosial, serta dampak lingkungan.

Aspek sosial dan dampak lingkungan seringkali muncul akibat dampak dari kegiatan pembangunan yang lain. Permasalahan sosial  dan lingkungan tidak muncul tiba-tiba, oleh karena itu setiap melakukan perencanaan ekonomi , fisik dan sebagainya harus dimasukan pertimbangan antisipasi  permasalahan yang mungkin muncul.

Sedangkan Kepala Bappeda drg Intriati Yudatiningsih MKes melaporkan bahwa tujuan Musrenbang tersebut untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan  guna mewujutkan tujuan pembangunan daerah.

Juga utnuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir RKPD yang memuat  rancangan kerangka ekonomi daerah, arah kebijakaan dan prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja yang pendanaannya berasal dari APBD kabupaten, APBD Pemerintah DIY dan APBN serta usulan Dana keistimewaan DIY untuk tahun 2017.

Peserta dalam Musrenbang tersebut para Kepala Badan, Kantor, Dinas, Camat, LSM dan akademisi di Kabupaten Sleman.***




Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman Formulasikan Rencana Tahun 2015

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) RKPD untuk membahas aktivitas pembangunan daerah di tahun 2015 nanti selama dua hari, mulai hari ini, Selasa (25/3).

Kegiatan ini untuk memformulasikan rencana pembangunan tahun 2015 terlebih lagi tahun 2015 merupakan tahun terakhir dalam pelaksanaan RPJM Daerah.

Di tahun terakhir ini Pemkab Sleman dituntut untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas anggaran dan kegiatan di tahun 2015. Setiap SKPD harus bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada di tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Daerah dr. Sunartono, , ketika membuka Musrenbang di aula Bappeda, mengatakan bahwa RPJMD ditetapkan indikator capaian IPM 79,63, untuk kondisi masyarakat yang berdaya saing, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,98%, untuk  daya saing dan indeks gender 74 untuk keadilan gender.

“Kita juga harus melihat outcome dari RPJM Sleman selama ini. Jika outcome tersebut masih kurang, hal ini berarti sinergi dan keterpaduan semua pihak, pemerintah secara lintas sektor, swasta dan masyarakat masih harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Tema perencanaan tahun 2015 adalah “Memantapkan kondisi perekonomian daerah dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat”.

Peningkatan kesejahteraan masyarakat dilakukan dengan menurunkan persentase KK miskin pada tahun 2013 menjadi 13,89%. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2012 yaitu 15,85%.

Tingkat pengangguran terbuka tahun 2013 masih tinggi yaitu 6,47%, lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata nasional sebesar 6,25%. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman juga masih rendah yaitu 5,45%, lebih rendah jika dibandingkan rata-rata nasional yaitu 6,23%.

Melihat kenyataan tersebut, Sunartono berpesan kepada seluruh peserta Musrenbang untuk melakukan perencanaan dan kegiatan pembangunan dengan lebih cermat di segala aspek. Tidak hanya pada aspek fisik sematan namun juga perlu memperhatikan aspek sosial mengingat aspek sosial ini seringkali terlewatkan.

Peserta dalam Musrenbang tersebut antara lain unsur DPRD kabupaten Sleman, seluruh SKPD, instansi vertikal dan BUMD di Kabupaten Sleman, Ormas/profesi, unsur musrenbang kecamatan, utusan Bappeda kabupaten/kota di wilayah DIY dan wilayah perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.