Puskesmas Prambanan Maju Lomba Pelayanan KB Tingkat Nasional

Tim Evaluasi tingkat Nasional Lakukan PenilaianSleman – Puskesmas Prambanan Sleman tahun 2016 ini mewakili DIY maju ke tingkat Nasional dalam lomba pelayanan KB MKJP (Metode Kontraasepsi Jangka Panjang) Kategori Puskesmas, yang penilaiannya dilakukan Kamis (16/6).

Tim Evaluasi tingkat nasional diterima Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes. Hadir mendampingi Wakil Bupati antara lain Kepala Badan KB Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan dr Nurulhayah MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Mafilindati Nuraini MKes, Dandim 0732 Sleman Letkol Arm Djoko Sudjarwo, Camat Prambanan Drs Abu Bakar.

Sedangkan tim Verifikasi tingkat nasional dipimpin dr Milo Yusnita dan didampingi beberapa anggota tim. Sri Muslimatun menyampaikan bahwa proses verifikasi yang akan dilakukan  dapat memenuhi seluruh indikator penilaian sehingga mampu mengantarkan Puskesmas Prambanan keluar sebagai pemenang dalam Lomba Pelayanan KB MKJP Kategori Puskesmas Tingkat Nasional Tahun 2016.

“Dengan demikian diharapkan langkah Puskesmas Prambanan dalam mensukseskan program KB terutama MKJP dapat menjadi motivasi puskesmas lainnya di Kabupaten Sleman untuk dapat lebih giat dalam mensosialisasikan dan memberikan pelayanan MKJP demi mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) dan terciptanya masyarakat yang sejahtera,” kata Sri Muslimatun.

Yang jelas Puskesmas Prambanan yang telah masuk nominasi 3  besar pada Lomba Pelayanan KB MKJP kategori Puskesmas Tingkat Nasional. Diharapkan melalui pencapaian tersebut dapat semakin memotivasi jajaran Puskesmas Prambanan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sekaligus menjadikan Puskesmas Prambanan sebagai role model pelaksanaan program MKJP bagi puskesmas lainnya di Kabupaten Sleman.

Merujuk pada visi Pemerintah Kabupaten Sleman yakni mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021. Bahwasanya terwujudnya kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu poin penting bagi Pemerintah Kabupaten Sleman.

Salah satu upaya yang dilakukan guna mewujudkan kesejahteraan keluarga adalah terus meningkatkan kualitas pembangunan di bidang Keluarga Berencana.
Oleh karena itu, Pemkab Sleman terus berupaya menggalakan program KB.

Pada tahun 2015 jumlah peserta KB aktif sebesar dari total PUS sebesar dengan jumlah peserta KB pria sebesar dan program pembangunan di bidang KB dalam mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, tidak hanya sekadar pembatasan kelahiran dan pengaturan jarak kelahiran, tetapi lebih kepada peningkatan kualitas keluarga.

Kondisi kualitas keluarga masyarakat Sleman dapat terlihat dari meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Sleman menjadi 76,13 pada tahun 2015. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) pada tahun 2015 mencapai 3,6 per kelahiran hidup dengan angka kematian ibu (AKI) sebesar 28,30.

Sedangkan persentase gizi buruk pada tahun 2015 sebesar 0,40% turun 0,04% dibanding tahun 2014. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sleman tentu berimplikasi terhadap posisi Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sleman yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Upaya pelaksanaan keluarga berencana dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terus dilakukan Pemerintah agar pencapaian MKJP Kabupaten Sleman sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas tersedia dan dengan kualitas yang memadai, baik dari sarana prasarana, infrastruktur maupun sumberdaya pelaksana pelayanan.

Fasilitas pelayanan kesehatan puskesmas yang memadai memiliki peran penting dalam peningkatan MKJP mengingat pelaksanaan pelayanan MKJP harus dilakukan di pelayanan fasilitas kesehatan.

Diharapkan dengan tersedia dan terjaminnya kualitas pelayanan MKJP pada fasilitas kesehatan tidak hanya akan memberikan kepuasan pelayanan secara personal bagi para peserta KB MKJP namun secara lebih jauh dapat sekaligus menjadi media dalam mensosialisasikan MKJP pada calon peserta lainnya.

Upaya pemerintah dalam menggalakkan program KB MKJP ini terproyeksi pada jumlah peserta KB aktif MKJP di Kabupaten Sleman tahun 2015 sebesar , dengan berasal dari Kecamatan Prambanan.

Sementara  tim Verifikasi pusat  menyampaikan bahwa berdasarkan profil dari Puskesmas Prambanan tim juri telah melakukan penilaian berlapis dengan membagi berdasarkan regional I yaitu berdasarkan penetaapan jumlah target perkiraan permintaan  masyarakat (PPM) IUD dan Implant>, Regional II jumlah target PPM IUD dan Implant antara sampai dengan , Regional III jumlah target PPM UID dan Implant <.

Nilai dari masing-masing profil terutama 3 nominator dari masing-masing regional sangat ketat, sehingga tim juri perlu melakukan verifikasi ke Puskemas bersangkutan.

Dan, perlu ekstra kerja keras untuk menentukan calon pemenang yang memang benar-benar nantinya dapat menjadi Puskesmas percontohan dan menjadi tempat studi banding bagi Puskesmas lain dalam upaya peningkatan campaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di pelayanan KB statis tinggat pertama khususnya Puskesmas.

Diinformasikan pula, mengapa BKKBN mengadakan perlombaan ini yaitu karena dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pelayanan KB yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan KB yang bersumber dari Puskesmas, yaitu dari 20,3% (2002/03),16% (2007) dan terus menurun menjadi 13% (2012).




Posdaya Migunani Masuk 20 Besar Nasional

Sleman – Posdaya Migunani Plalangan Desa Pendowoharjo Kecamatan Sleman akhirnya masuk 20 besar tingkat nasional dalam evaluasi Posdaya, dan berhak mewakili DIY maju ke tingkat nasional.

Hal tersebut terungkap saat pengurus Posdaya Migunani beraudiensi dengan Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, Selasa (12/1). Hadir dan mendampingi Gatot antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Drs Hery Sutapa MM, Kepala Bagian Humas Dra Sri Winarti, Camat Sleman Iriansyah. Sedangkan pengurus Posdaya Migunani dipimpin Sardi ST MT didampingi Agus Setyanto , Wika Harisa Putri dan Kepala Desa Pendowoharjo Catur Sarjumiharta.

Saat audensi Sardi menyampaikan bahwa Posdaya masuk 20 besar nasional yang telah dievaluasi beberapa waktu lalu berkat kerjasama dan dukungan semua pihak. Untuk masuk lima besar Posdaya Migunani harus bersaing dengan 20 posdaya yang lain di Indonesia. Sedang untuk seleksi dan evaluasi masuk lima besar akan berlangsung di Semarang dengan paparan dan kreasi seni.

Disampaikan Sardi bahwa anggota dari Posdaya Migunani Plalangan Pendowoharjo Sleman sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tingkat nasional ini karena bisa membawa nama Kabupaten Sleman ke tingkat nasional dan memohon doa restu agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dapat mendukung kegiatan ini sepenuhnya.

Kegiatan Posdaya sendiri diadakan oleh Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) yang menggandeng ratusan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta untuk memberdayakan masyarakat miskin melalui program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Posdaya dibentuk oleh perguruan tinggi melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang berpegang kepada empat pilar, yakni pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan. Posdaya-posdaya ini nantinya akan dikompetisikan hingga tingkat nasional untuk memilih Posdaya terbaik.

Sementara Gatot menyampaikan bahwa untuk menghadapi evaluasi di Semarang nanti diharapkan pengurus mempersiapkan diri lebih baik agar dapat lolos dan masuk lima besar tingkat nasional. Tentu apa yang dipersiapkan sesuai dengan kenyataan di lapangan, artinya apa yang ada disampaikan apa adanya jangan mengada ada.

“Yang jelas sesuai apa yang disampaikan pengurus Posdaya Migunani, Pemkab sangat mendukung agar apa yang diraih Posdaya Migunani dapat dicontoh oleh posdaya yang lain,” tutur Gatot.***




14.590 Siswa SD Di Sleman Ikuti Ujian Nasional

SLEMAN – Sebanyak siswa SD se Kabupaten Sleman secara serentak mulai mengikuti ujian nasional (UN), Senin (19/5), dan dari jumlah tersebut 486 di antaranya merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah baik negeri maupun swasta. UN akan berlangsung selama 3 hari dari 19-21 Mei 2014.

Untuk hari Senin (19/5) mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari Selasa (20/5) untuk mata pelajaran  Matematikan, dan hari Rabu (21/5) untuk mata pelajaran IPA, sementara hari Kamis (22/5) khusus untuk pendidikan Agama.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman Arif Haryono SH, ketika mendampingi Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI melakukan pantauan UN di sejumlah SD di Kabupaten Sleman, Senin (19/5).

Ikut mendampingi dalam pantauan tersebut antara lain Asekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih, Kepala Bagian Humas Dra Endah SW MPA, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Drs Lukfi Hamid MAg.

Bupati Sri Purnomo di sela-sela melakukan pantauan di sejumlah SD tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan UN dapat diukur dalam dua kriteria, yaitu keberhasilan penyelenggaraan dan keberhasilan hasil UN itu sendiri.

Artinya pelaksanaan UN dapat berhasil apabila dalam pelaksanaannya tidak mengalami hambatan yang berarti, baik dari segi kertas soal, lembar jawaban dan tidak adanya kebocoran dan berjalan sesuai dengan ketentuan. Sementara keberhasilan  yang kedua dapat dilihat dari tingkat kelulusannya peserta UN nanti.

Menurut Sri Purnomo bahwa selama pelaksanaan UN hari pertama tidak dijumpai permasalahan baik lembar soal maupun lembar jawaban, termasuk kualitas kertasnya sudah memenuhi standar. Harapannya agar peserta UN tingkat SD tersebut dapat mengerjakan soal dengan baik, penuh konsentrasi dengan tingkat kelulusannya tinggi baik nilai maupun tingkat kelulusannya.

Saat berdialog dengan siswa SD Sendangharjo Minggir, Bupati Sri Purnomo berharap siswa agar mengerjakan soal UN dengan tenang dan jujur dan nantinya bisa lulus dengan predikat nilai yang baik termasuk bisa lulus 100 %.

Sementara ketika berada di SD Susukan Seyegan, Sri Purnomo mendapat laporan dari Kepala Sekolah Sungkono SPd bahwa ada salah satu ruangan kelas IV terpaksa tidak dipakai akibat kondisi yang tidak memungkinkan karena atapnya sudah rapuh dan membahayakan keamanan siswa bila dipaksa dipakai.

Berkaitan dengan hal tersebut, siswa kelas IV yang menempati ruangan tersebut terpaksa digabung dengan siswa kelas IV  yang lain, kebetulan untuk siswa kelas IV ada dua kelas.

Hingga jumlah siswanya kelas IV menjadi lebih banyak mengingat dua ruangan digabung menjadi satu sehingga tidak sesuai lagi dengan kapasitas siswanya.

Selain itu, di SDN Susukan juga terdapat 2 ruang yang keluasan kelasnya tidak memenuhi standar murid. Menanggapi hal ini Arif Haryono menyampaikan bahwa rehab SD Susukan telah dilakukan sebelum otonomi daerah tahun 2000 lalu dan saat ini kondisinya sudah mulai rusak dan perlu perbaikan.

Melihat hal ini, Sri Purnomo meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga memprioritaskan rehab SD Susukan tersebut agar tidak membahayakan lagi bagi kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah sekolah  dasar yang sempat dipantau Bupati antara lain SD Cebongan Mlati di SD tersebut peserta UN sebanyak 72 siswa semuanya dapat mengikuti UN.

Di SD Susukan Seyegan dengan jumlah peserta UN sebanyak 42 siswa semuanya dapat mengikuti UN.

Pantauan berikutnya dilakuakan di SD Balangan I, dan Madrasah Ibtidaiyah NU Margokaton Seyegan jumlah peserta UN hanya 11 siswa dan semuanya dapat mengikuti UN. Sementara di SD Kanisius Minggir jumlah peserta UN ada 30 siswa serta di SD Muhammdiyah Turgenen (Ngijon) peserta UN ada 52 siswa.