Perpustakaan Desa Sukoharjo Raih Juara 2 Nasional

Ngaglik – Hadi Subronto selaku Pimpinan Tim Lomba Perpustakaan Desa, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY melaporkan langsung dari Jakarta bahwa Desa Sukoharjo berhasil meraih Juara 2 pada Lomba Perpustakaan Desa, Rabu (13/9).

Hadi mewakili tim lomba dari Desa Sukoharjo merasa bersyukur karena apa yang diperjuangkan dan diusahakan tidak kenal lelah sudah terbayar meski belum bisa meraih juara 1.

Sementara itu, Ketua Perpustakaan Desa Sukoharjo, Dwi Ari, merasa bersyukur dan puas atas jerih payah yang selama ini dilakukan. “Saya merasa puas dan mendapatkan tantangan baru untuk terus dikembangkan dan terus dipupuk dan dilestarikan perpustakaan desa ini,” ujar Dwi.

Tim lomba diungkapkan Dwi, tetap memohon dukungannya untuk dapat melestarikan perpustakaan yang telah dibangun. Tak lupa, menghimbau warga untuk mengajak putra-putrinya agar gemar membaca di perpustakaan.




Perpustakaan Desa Sukoharjo Wakili DIY ke Tingkat Nasional

Ngaglik – Waktu yang sudah hampir 2 bulan ditunggu akhirnya tiba. Setelah beberapa kali melakukan seleksi Perpustakaan Desa, Desa Sukoharjo dinyatakan Juara I tingkat DIY dan berhak maju tingkat Nasional di Jakarta.

Lomba sedianya akan berlangsung dari Senin (11/9) hingga Rabu (13/9) di Jakarta. Dengan kesiapan yang mantap, Tim Lomba Perpustakaan Desa Desa Sukoharjo yang sudah masuk 10 besar nasional, tampil menyampaikan abstraksi apa yang dilaksanakan Perpustakaan Desa Sukoharjo secara menyeluruh selama 10 menit.

Disampaikan Ketua Tim Lomba Perpustakaan Desa, Dwi Ari, hal ini sudah disiapkan secara maksimal dan sudah diuji berkali-kali agar bisa menyajikan tepat waktu dan menyeluruh mengenai berbagai kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa untuk meraih juara I tingkat DIY, Desa Sukoharjo telah melalui perjuangan yang tidak kenal lelah dan luar biasa sehingga saat sudah masuk tingkat nasional maka perlu berjuang lebih keras lagi.

Hadi rencananya akan mendampingi Tim Desa Sukoharjo untuk memberi dukungan dan semangat agar bisa tampil secara maksimal dalam lomba tingkat nasional.

Camat Ngaglik, H. Anggoro Aji Sunaryono, pun mengungkapkan kebanggaannya kepada putra-putri terbaik Kecamatan Ngaglik karena bisa membawa harum Kecamatan Ngaglik umumnya dan Desa Sukoharjo khususnya. “Karena perpustakaan desanya masuk ke tingkat nasional berarti Ngaglik sangat potensi dan maju dalam perpustakaan desa,” ujar Aji. Untuk itu Aji sangat senang dan mendoakan agar Perpustakaan Desa Sukoharjo menjadi juara nasional.

Tak hanya itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo juga menyampaikan ucapan selamat kepada Desa Sukoharjo yang telah meraih Juara I tingkat DIY. “Tinggal selangkah lagi juara ke tingkat nasional, saya selaku Bupati Sleman, ikut mendoakan dan memberikan semangat kepada peserta lomba dan Pak Kepala Desa mendampingi secara langsung lomba di Jakarta. Semoga berhasil sukses dalam acara ini,” tutur Sri.




Wagub Panen Padi di Ngaglik Sleman

Sleman – Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam IX melakukan panen padi varietas Menur dengan sistem SRI dengan tapak macan yangberlangsung di Padukuhan Dukuh Dessa Sinduharjo Kecamatan Ngaglik Sleman, Selasa (2/12). 

Pada kesempatan tersebut Paku Alam memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada kelompok tani Ngudi Makmur, Dukuh, Sinduharjo, Ngaglik yang telah mengembangkan padi Menur dengan sistim SRI dan tapak macan dan diharapkan menjadi produk padi unggulan di DIY dan menjadikan kemakmuran bersama.

Sedangkan Bupati Sleman yang diwakili oleh Asisten Bidang Pembangunan, Dra Hj Suyamsih MPd mengatakan bahwa Pemkab Sleman juga terus berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan, dengan berbagai program dan kegiatan. Peningkatan produksi tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan, sementara pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat sehingga kebutuhan panganpun menjadi terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Padi adalah salah satu produksi pangan andalan di Sleman. Meskipun sempat menurun, produktifitas padi pada tahun 2013 yaitu dari 67,94 GKP/Ha menjadi 63,85 kuintal GKP/Ha namun Pemkab Sleman masih mampu mempertahankan surplus beras, yang pada  tahun 2013 surplus sebanyak ,58 ton. Kondisi ini menurun  3,10% dibandingkan tahun 2012 yang  mampu mewujudkan surplus sebanyak  ton,” kata Suyamsih.

Upaya mempertahankan surplus tersebut lanjutnya tidak dapat dilepaskan dari peran dan kinerja berbagai pihak,  baik Dinas Pertanian, Perikanan  dan Kehutanan Kabupaten Sleman, BPTP DIY, berbagai perguruan tinggi, lembaga-lembaga penilitian bidang pertanian, BUMN, serta kesadaran para petani dalam menerapkan teknologi dan mengendalikan hama untuk meningkatkan produksi padi.

Di Sleman konsumsi beras perkapita pertahun juga tidak mengalami perubahan dari tahun 2008 hingga tahun 2013 yaitu 63,70 kg/kapita/tahun yang jauh lebih rendah dari konsumsi beras nasional. Satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan di Sleman, Pemkab Sleman mengembangkan potensi pangan lokal,  yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Upaya tersebut dilakukan dengan menggalakan kebijakan pengembangan pangan lokal dalam upaya penganekaragaman pangan. Selain itu juga dengan kampanye penggunaan bahan makan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sleman. Menurut Suyamsih ajakan tersebut diawali dari lingkungan pemkab Sleman sendiri yang telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 531/00876/2009 tanggal 18 April 2009 tentang penggunaanpangan lokal dalam pertemuan/rapat/ ini dimaksudkan agar semua SKPD didalam melakukan jamuan konsumsi kegiatan menggunakan bahan pangan lokal.

Untuk akselerasi ketahanan pangan di Sleman juga diupayakan pengembangan Desa Mandiri Pangan. Sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 sudah terbentuk Desa Mandiri Pangan sebanyak 6 desa yaitu 2 desa di Kecamatan Tempel, 1 desa di Kecamatan Prambanan, 1 desa di Kecamatan Minggir, 2 desa di Kecamatan Seyegan. Pada tahun ini juga direncanakan terbentuk 1 desa mandiri pangan di kecamatan Sleman.

Ketua Kelompok tani Ngudi Makmur, Dukuh Sinduharjo Ngaglik, Sunaryo  melaporkan panen padi varietas Menur ini hasilnya sangat menggembirakan, dan panen padi dengan sistim SRI (System of Rice Intensification) jumlah penanaman kali ini seluas 20 ha, padi Varietas menur ini mempunyai umur yang sangat pendek bila dibandingkan dengan varietas yang lainnya untuk saat ini dan jumlah rumpun dalam satu rumpun bisa mencapai 30 batang dan angka bulir satu tangkai bisa 200 butir.

Menurut petugas pengubin dalam kesempatan tersebut mengubin dengan ubinan bisa mencapai yang paling tinggi 10,3 atau bisa mencapai 10,3 ton per hektar dan yang paling rendah bisa mencapai 6,9 ton per hektar atau dalam pengubinan tersebut bisa menghasilkan 7,7 kg atau 7,2 kg gabah kering giling.