Sleman – Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam IX melakukan panen padi varietas Menur dengan sistem SRI dengan tapak macan yangberlangsung di Padukuhan Dukuh Dessa Sinduharjo Kecamatan Ngaglik Sleman, Selasa (2/12).
Pada kesempatan tersebut Paku Alam memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada kelompok tani Ngudi Makmur, Dukuh, Sinduharjo, Ngaglik yang telah mengembangkan padi Menur dengan sistim SRI dan tapak macan dan diharapkan menjadi produk padi unggulan di DIY dan menjadikan kemakmuran bersama.
Sedangkan Bupati Sleman yang diwakili oleh Asisten Bidang Pembangunan, Dra Hj Suyamsih MPd mengatakan bahwa Pemkab Sleman juga terus berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan, dengan berbagai program dan kegiatan. Peningkatan produksi tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan, sementara pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat sehingga kebutuhan panganpun menjadi terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Padi adalah salah satu produksi pangan andalan di Sleman. Meskipun sempat menurun, produktifitas padi pada tahun 2013 yaitu dari 67,94 GKP/Ha menjadi 63,85 kuintal GKP/Ha namun Pemkab Sleman masih mampu mempertahankan surplus beras, yang pada tahun 2013 surplus sebanyak ,58 ton. Kondisi ini menurun 3,10% dibandingkan tahun 2012 yang mampu mewujudkan surplus sebanyak ton,” kata Suyamsih.
Upaya mempertahankan surplus tersebut lanjutnya tidak dapat dilepaskan dari peran dan kinerja berbagai pihak, baik Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, BPTP DIY, berbagai perguruan tinggi, lembaga-lembaga penilitian bidang pertanian, BUMN, serta kesadaran para petani dalam menerapkan teknologi dan mengendalikan hama untuk meningkatkan produksi padi.
Di Sleman konsumsi beras perkapita pertahun juga tidak mengalami perubahan dari tahun 2008 hingga tahun 2013 yaitu 63,70 kg/kapita/tahun yang jauh lebih rendah dari konsumsi beras nasional. Satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan di Sleman, Pemkab Sleman mengembangkan potensi pangan lokal, yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.
Upaya tersebut dilakukan dengan menggalakan kebijakan pengembangan pangan lokal dalam upaya penganekaragaman pangan. Selain itu juga dengan kampanye penggunaan bahan makan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sleman. Menurut Suyamsih ajakan tersebut diawali dari lingkungan pemkab Sleman sendiri yang telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 531/00876/2009 tanggal 18 April 2009 tentang penggunaanpangan lokal dalam pertemuan/rapat/ ini dimaksudkan agar semua SKPD didalam melakukan jamuan konsumsi kegiatan menggunakan bahan pangan lokal.
Untuk akselerasi ketahanan pangan di Sleman juga diupayakan pengembangan Desa Mandiri Pangan. Sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 sudah terbentuk Desa Mandiri Pangan sebanyak 6 desa yaitu 2 desa di Kecamatan Tempel, 1 desa di Kecamatan Prambanan, 1 desa di Kecamatan Minggir, 2 desa di Kecamatan Seyegan. Pada tahun ini juga direncanakan terbentuk 1 desa mandiri pangan di kecamatan Sleman.
Ketua Kelompok tani Ngudi Makmur, Dukuh Sinduharjo Ngaglik, Sunaryo melaporkan panen padi varietas Menur ini hasilnya sangat menggembirakan, dan panen padi dengan sistim SRI (System of Rice Intensification) jumlah penanaman kali ini seluas 20 ha, padi Varietas menur ini mempunyai umur yang sangat pendek bila dibandingkan dengan varietas yang lainnya untuk saat ini dan jumlah rumpun dalam satu rumpun bisa mencapai 30 batang dan angka bulir satu tangkai bisa 200 butir.
Menurut petugas pengubin dalam kesempatan tersebut mengubin dengan ubinan bisa mencapai yang paling tinggi 10,3 atau bisa mencapai 10,3 ton per hektar dan yang paling rendah bisa mencapai 6,9 ton per hektar atau dalam pengubinan tersebut bisa menghasilkan 7,7 kg atau 7,2 kg gabah kering giling.