Bangun Desa Demi Kesejahteraan Warga

Ngaglik – Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik masuk 5 peringkat teratas pada Lomba Perkembangan. Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Sleman menyisihkan desa-desa lain di Kabupaten Sleman. Demikian dikatakan Ketua Tim Penilai Lomba sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sleman Priyo Handoyo yang hadir di Balai Desa Sukoharjo, Rabu (4/4).

Kunjungan Tim Penilai Lomba ini merupakan kunjungan ketiga setelah dari Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan dan Desa Wonokerto Kecamatan Turi.

Adapun tujuan diadakan lomba menurut Priyo adalah untuk memberikan motivasi kepada pemerintah desa untuk membangun desanya demi kesejahteraan warga, menggali sumber potensi desa yang bisa dikembangkan, dan memberikan inovasi-inovasi baru dalam hal pelayanan masyarakat di desa.

Lomba ini melihat langsung tata cara administrasi, kondisi lapangan sebagai dusun sampel, dan dokumentasi yang telah dilaksanakan oleh Desa Sukoharjo.

Tahun ini di Desa Sukoharjo sendiri diungkapkan Priyo, sudah terbentuk 26 BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa yang akan menopang upaya peningkatan Anggaran Desa dan bisa mendukung potensi yang ada di desa.

Sementara itu, Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto dalam sambutannya memaparkan mengenai visi, misi, data penduduk, data wilayah, serta data-data potensi yang telah, sedang, dan akan dikembangkan di Desa Sukoharjo, contohnya 5 lokasi IPAL Komunal yang telah dimanfaatkan untuk pendidikan, rekreasi, serta pengembangan usaha lainnya. Pun, terdapat Bank Sampah yang telah menampung tenaga kerja wilayah setempat, BUMDes Usaha Cuci Mobil dan Motor, serta administrasi desa satu pintu dan pelayanan cepat dengan tenaga yang profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Lomba berkunjung secara langsung ke Ruang Administrasi seluruh bidang termasuk LPMD, BPD, serta bidang lain yang terkait lomba. Tim Lomba disuguhi Tari Tradisional Kobro Siswo dari Dusun Ngelo serta Tari Selamat Datang dari Dusun Tanjung Sari.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke usaha desa BUMDes Cuci Mobil Sukma dan dusun sampel Dusun Purworejo. Dusun Purworejo menampilkan produk unggulan kelompok UPPKS, hasil kerajinan dari sampah perca, usaha batik, makanan ringan, kegiatan bidang kesehatan posyandu balita dan lansia, kelompok BKB dan BKL, serta kelompok kesenian Hadroh Rudhatul Muttaqin Purworejo.

Camat Kecamatan Ngaglik, Subagya, dalam prakata penutup sekaligus pelepasan Tim Lomba mengatakan bahwa Desa Sukoharjo termasuk desa yang berpotensi besar. Terbukti dari keikutsertaannya dalam berbagai macam lomba, seperti Lomba Karang Taruna dan Lomba Gugus Paud VI. “Inilah Desa Sukoharjo yang sebenarnya tetapi semua itu, saya selaku Camat hanya menyerahkan sepenuhnya oleh tim jangan terpengaruh dengan yang lain, semoga apa yang saya sampaikan menjadi perhatian Tim Lomba,” tutur Subagya. (Suripto)




Tanjungsari Tingkatkan Program KB Lewat Lokakarya

Ngaglik – Selasa (27/3), Dusun Tanjungsari merupakan dusun yang ditetapkan sebagai kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Tanjungsari memenuhi kriteria sebagai kampung KB karena berada di daerah Legok (pinggiran atau minim kepesertaan KB) dan jumlah akseptor yang sedikit serta perlu peningkatan program KB. Dengan ditetapkan sebagai kampung KB, Tanjungsari diharapkan mampu meningkatkan program KB dan pembangunan masyarakat.

Agar harapan tersebut segera terwujud, Koordinator Penyuluhan Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Ngaglik, Dra. Abidah mengadakan lokakarya mini sebagai ajang koordinasi pengelolaan program di Tanjungsari. Lokakarya mini dihadiri oleh perangkat Puskesmas, KUA, Pertanian, Pendidikan Desa, Desa Sukoharjo, dan instansi terkait yang berada di Kecamatan Ngaglik.

“Kegiatan lokakarya akan terus dilakukan mengingat sangat bermanfaat karena bisa memadukan program di tingkat lini lapangan” terang Abidah saat lokakarya di Dusun Tanjungsari. Kampung KB akan terus bertambah, di tahun 2017 setiap kecamatan memiliki 1 kampung KB dan 2018 akan ditetapkan setiap desa 1 kampung KB, lanjutnya.

Lokakarya mini ini menghasilkan perencanaan kegiatan kampung KB sesesuai fungsi instansi masing – masing. Misalnya, KUA terkait sosialisasi Penundaan Usia Perkawinan (PUP), Pertanian terkait bagaimana menjadi petani yang handal, dan Puskesmas tentang pelaksanaan posyandu baik balita dan lansia serta program kesehatan lainnya. ()




Sukoharjo Sambut Kedatangan 17 Jemaah Haji

Ngaglik – Dalam acara penerimaan jemaah haji se-Desa Sukoharjo, sejumlah 17 orang jemaah haji telah kembali dalam kondisi yang sehat dan menceritakan pengalaman pelaksanaan haji di tanah suci pada Minggu (24/9) di Balai Desa Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sukoharjo yang diwakili Sekretaris Desa Sukoharjo, Yuliani, menyampaikan terima kasih atas kedatangan para jemaah haji di Balai Desa Sukoharjo. Yuliani juga mengucapkan selamat datang dan selamat kembali ke rumah masing masing. Pun, mendoakan para jemaah haji, semoga menjadi haji mabrur sehingga bisa menjaga kemabruran haji sepanjang hayat sesuai dengan slogan IPHI.

Sementara itu, Ketua IPHI Ranting Sukoharjo, mengharapkan untuk menjaga kemabruran haji, para jemaah haji dapat masuk menjadi anggota IPHI Ranting Sukoharjo dan bisa aktif dalam kajian bulanan setiap Minggu kedua.

Untuk lebih lengkapnya, silaturahmi penerimaan haji ini diisi tausiah oleh Ustaz Drs. H. Kholisin yang menekankan kepada penjagaan kemabruran ibadah haji dengan terus menerus menggali ilmu agama secara rutin. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan sehingga setelah kembali dari haji, ibadahnya tetap bisa dipertahankan dan ditingkatkan kualitas.

Akhir acara, dilaksanakan pembacaan doa yang dilafalkan oleh 4 jemaah haji sebagai perwakilan.




Sukoharjo Siapkan Pemimpin Bangsa Masa Depan

Ngaglik – 1 Muharam 1439 Hijrah merupakan babak baru dalam pendidikan agama Islam. Menyambut tahun baru Hijriah ini, masyarakat Desa Sukoharjo khususnya Dusun Karanglo mendapat kabar gembira dengan peresmian Pondok Pesantren Bayt Alquran.

Pondok pesantren yang digagas oleh KH M. Muhaimin dari Kotagede Yogyakarta ini dibangun dengan menempati rumah dan tanah Sulasmi bin Hadisutjipto yang luasnya hampir m2.

Pondok tersebut diresmikan oleh Sri Muslimatun, Wakil Bupati Sleman, Kamis (21/9). Dalam sambutannya mewakili Bupati Sleman, Sri mengatakan bahwa Pemkab Sleman menyambut dengan antusias berdirinya pesantren yang diharapkan bisa menyiapkan pemimpin bangsa masa depan dan sebagai benteng dari pengaruh negatif kondisi sekarang ini.

Selain itu, Sri juga mengharapkan pondok ini mampu menghasilkan cendekiawan muslim sejati yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Sebab, penghafal-penghafal Alquran sekarang ini sangat dibutuhkan di hampir semua stakeholder di masyarakat baik di pemerintahan maupun di perusahaan.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Nandang Sutrisno, yang juga mengungkapkan dukungannya atas berdirinya pondok ini. Nandang mewakili civitas akademika UII juga menyampaikan kesiapannya bekerja sama dengan pihak pesantren.  “Banyak yang bisa dikerjasamakan misalnya FAI bisa melalui PKL atau KKN serta membantu pembelajaran yang dibutuhkan pondok ini, saya selaku Rektor UII Yogyakarta sangat menyambut baik adanya pondok ini,” ungkap Nandang.

Nandang menambahkan, selama ini Fakultas Agama Islam (FAI) UII, sudah kerjasama dengan IPHI Sukoharjo dan Masjid Masjid Sukoharjo dalam bidang keagamaan. Ke depannya, ia berharap bisa dikembangkan terus untuk membetengi pengaruh negatif arus globalisasi.

Dalam peresmian pondok ini, Muhammad Mahfud. MD juga berkesempatan memberikan bekal, bimbingan, serta gagasan tentang masa depan pondok. Diungkapkan Mahfud, pondok harus memiliki dua hal dalam mengembangkan kecerdasan, yakni melalui memberdayakan otak untuk berpikir cerdas tetapi juga memberdayakan hati yang diharapkan menghasilkan watak atau moral yang Islami yang baik sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.

Peresmian pondok ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai pihak, seperti Sudjarwadi SU mantan Rektor UGM, Pemerintah Kecamatan Ngaglik, Muspika, Kepala Desa Sukoharjo, Perangkat Desa Sukoharjo dan Dukuh Karanglo, para alim ulama, kyai pimpinan pondok, tokoh agama, serta masyarakat Desa Sukoharjo.




Sukoharjo Siapkan Lomba Takbir Keliling Sambut Hari Raya Idul Adha 1438 H

Ngaglik – Panitia Lomba Takbir Keliling dan Perangkat Desa Sukoharjo mengadakan Rapat Persiapan Takbir Keliling dalam rangka menyambut Idul Adha 1438 H, Jumat (25/8) di Aula Balai Desa Sukoharjo. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto didampingi oleh Panitia Lomba Takbir Keliling, Ari Dwi, ST.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto menyambut baik atas diadakannya Lomba Takbir Keliling yang sudah beberapa kali dilaksanakan ini. Hadi juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang sudah merencanakan dan melaksanakan lomba ini.

Menurut Hadi, Lomba Takbir Keliling ini di samping untuk syiar juga untuk menampilkan kreasi dan atraksi kebolehan kelompok peserta yang akan berjalan dengan rute sejauh kurang lebih 3 km. Pelaksanaan lomba akan dilaksanakan Sabtu (2/9) malam di Lapangan Klidon, Sukoharjo, Ngaglik.

Dalam kesempatan itu, Hadi berharap panitia dapat lebih cermat dalam menyiapkan lomba, mengingat pesertanya cukup banyak dan beragam kreasinya.