Kenduri Budaya Wujud Syukur Masyarakat Ngemplak

Ngemplak – Rabu (15/8), Pemerintah Desa Wedomartani mengadakan Kenduri Budaya dan doa bersama lintas agama yang dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Sujendro di Pendopo Balai Desa Wedomartani.

Acara tersebut diadakan dalam rangka menyongsong peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI dan Pemilu Damai tahun 2019.

Didahului dengan Kenduri Budaya secara massal yang diikuti seluruh Padukuhan, acara dimulai pada pukul WIB. Sebanyak 25 tumpeng sudah tertata rapi dan siap didoakan oleh tokoh lintas agama.

Acara tersebut dihadiri semua perangkat desa, dukuh, unsur BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lembaga desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wedomartani Teguh Budiyanto menyampaikan kegiatan ini perlu dilestarikan karena merupakan wujud syukur kita tehadap Tuhan Yang Maha Kuasa.

Acara dilanjutkan dengan pentas wayang kulit yang ditandai dengan penyerahan tokoh wayang Batoro Kresno karena mengambil lakon Wahyu Antatwulan. Pentas wayang kulit juga dimeriahkan oleh bintang tamu Sukir, Rajiman, dan waranggono Nyi Suyati. (Sugeng Raharjo)




UPT BP3K Gelar Potensi Pertanian di Ngemplak dan Cangkringan

Sleman – Gelar Potensi Pertanian ini di UPT Balai Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Ngemplak Cangkringan sebagai ajang untuk menampilkan dan mengenalkan potensi-potensi pertanian yang ada di Kecamatan Ngemplak dan Cangkringan dalam bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

“Diharapkan dengan diselenggarakannya gelar potensi ini dapat memotivasi para kelompok tani untuk dapat terus berinovasi dalam bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan,” kata Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes disela-sela  gelar potensi pertanian di UPT BP3K wilayah Ngemplak dan Cangkringan, Selasa (18/10).

Disampaikan Sri Muslimatun bahwa dengan mengusung tema “Dengan Hari Pangan Sedunia Kita Tingkatkan Pemanfaatan, Nilai Tambah dan Konsumsi Produk Pangan Lokal”.

Sri Muslimatun juga berharap kegiatan Gelar Potensi pertanian kali ini mampu menjadi motivasi serta menumbuhkan semangat dan kesadaran masyarakat khususnya para petani di Ngemplak dan Cangkringan.

Untuk dapat terus mengembangkan dan memanfaatkan produk pangan lokal tidak hanya sebagai pangan alternatif namun lebih dari itu pengembangan pangan lokal akan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat sehingga dapat berimplikasi bagi peningkatan derajat kesejahteraan keluarga.

Disampaikan pula oleh Sri Muslimatun bahwa Optimalisasi keberadaan produk pangan lokal dapat terwujud jika sumber daya manusia pengolah produk-produk tersebut memiliki kompetensi yang baik serta inovasi untuk mampu mengolah produk lokal yang ada sebagai sumber pangan sehingga mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga.

“Untuk itu saya menghimbau para petani khususnya di daerah Ngemplak dan Cangkringan untuk terus berani mengeksplore diri dengan ide-ide kreatif dalam mengolah dan memanfaatkan produk pangan lokal yang kita miliki. Inovasi dan kreatifitas inilah yang menjadi modal bagi peningkatan nilai tambah produk pangan lokal yang ada,” kata Sri Muslimatun.

Berkaitan dengan ini, hal yang tidak kalah penting adalah kesigapan para penyuluh pertanian untuk dapat terus memberikan pendampingan dan motivasi bagi para petani untuk dapat terus berinovasi, oleh karenanya Sri Muslimatun berharap para penyuluh dapat terus meningkatkan pendampingan terhadap masyarakat agar dapat meningkatkan potensi dan nilai tambah pada produk pangan lokal di Kabupaten Sleman.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Widi Sutikno MSi menyampaikan bahwa disamping gelar potensi  juga dilakukaan pengukuhan kelompok tani sebanyak 25 kelompok, lomba mewarnai gambaar tingkat SD, lomba memasak  kelompok wanita tani berbahan pangan lokal non beras, non terigu, lomba asah terampil pertanian tingkat SMA dan lomba memancing.




Bupati Resmikan Blue Lagoon di Ngemplak

Wisata AirSleman – Peringatan Hari Air dan Peresmian desa wisata Blue Lagoon ini adalah dua hal yang strategis dalam rangka melakukan upaya konservasi/pelestarian mata air di Kabupaten Sleman. Hal ini dikarenakan menjaga kelestarian mata air yang ada di Sleman bukanlah hal yang mudah dilakukan. Oleh karenanya, diharapkan agar menjaga kelestarian mata air di desa wisata Blue Lagoon ini patut diberikan dukungan sepenuhnya agar menjadi salah satu kearifan lokal di Kabupaten Sleman. 

Hal tersebuit disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI saat peringataan Hari Air Sedunia dan peresmian Desaa wisata Blue Lagoon di Dusun Dalem, Widodomartani Ngemplak, Minggu (22/3). Lebih lanjut disampaikan Sri Purnomo bahwa sesuai dengan Tema Peringatan Hari Air Sedunia tahun ini yaitu “Water and Sustainable Development” atau “Air dan Pembangunan Berkelanjutan”, maka  harus mengkampanyekan 3 hal.

Pertama yaitu membangun penurapan, kedua memelihara mata air dan terakhir adalah melakukan penanaman pohon di kawasan tangkapan air. Oleh karena itu menurut Sri Purnomo  desa wisata Blue Lagoon di Wedomartani Ngemplak ini diharapkan untuk benar-benar dijadikan satu ikon konservasi di wilayah ini. Hal ini juga diharapkan dapat memotivasi masyarakat agar senantiasa memiliki kepedulian untuk Untuk itu saya sampaikan apresiasi sebesar-besarnya  karena telah menjalankan amanah bagi kepentingan masyarakat.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa saat ini terdapat sekitar 600 mata air yang tersebar di Kabupaten Sleman. Dari jumlah tersebut  yang dapat teridentifikasi debit mata airnya baru sekitar 182 mata air. Sedangkan jumlah mata air yang terancam yaitu sekitar 40 mata air.

“Jumlah mata air yang terancam tersebut diperkirakan akan meningkat jika kita tidak peduli dengan kelestariannya,” kata Sri Purnomo.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo mengajak seluruh warga masyarakat untuk melakukan upaya-upaya yang terlihat sederhana namun memiliki pengaruh yang cukup signifikan bagi ketersediaan air di sekitar kita. Penanaman pohon baik di pinggiran sungai, halaman rumah maupun di lokasi lainnya agar air hujan tidak langsung mengalir ke permukaan tanah perlu semakin digiatkan.

Sedangkan peresmian desa wisata itu sendiri ditandai dengan  pemecahan kendi, penanda tanganan prasasti, pengguntingan pita dan pelepasaan balon  oleh Bupati Sleman. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain perwakilan dari Budpar Kabupaten Sleman, Camat Ngemplak Drs Subagyo. Salah satu warga setempat, Andy saat dijumpai saat peresmian menyampaikan bahwa  obyek wisata di Dusun Dalem tersebut setiap hari banyak dikunjungi wisatawan, lebih lebih pada hari libur.

Bahkan menurut Andy pendapatan selama 6 bulan sesuai yang dilaporkan ketua panitia mencapaai Rp 60 juta, hingga satu bulan nya mencapai Rp 10 juta. Untuk mengelola desa wisata tersebut memang masih banyak yang harus dibenahi. Yang jelas wisatawan kalau berkunjung di desa wisata Dalem Widodomartani Ngemplak dijamin akan puas dan senang, terutama mereka yang senang wisata air, karena disaamping airnya yang sangat jernih dan sejuk, fasilitas perahu kecil sudah ada, termasuk beberapa macam kuliner makanan khas pedesaan.